Spanyol dan Prancis Dukung Inggris Kembali ke Uni Eropa, Macron Sebut Kabar Baik

AKURAT.CO Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut baik kemungkinan Inggris kembali bergabung dengan Uni Eropa (UE). Keduanya juga sepakat Eropa perlu memperkuat perlindungan perdagangan untuk menghadapi persaingan dari China.
Wacana Inggris kembali ke Uni Eropa muncul setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham membuka kemungkinan tersebut dalam sebuah wawancara pada Rabu. Pernyataan itu langsung mendapat respons positif dari Macron.
Macron menyebut gagasan Inggris kembali ke UE sebagai "kabar yang sangat baik" dan sebuah "keputusan yang baik". Sementara Sanchez mengatakan Eropa akan menyambut Inggris dengan tangan terbuka.
"Kami akan membuka tangan kami untuk Inggris," kata Sanchez.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Macron melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Spanyol. Sanchez menggambarkan hubungan kedua negara sebagai bagian penting dari upaya Eropa menghadapi berbagai ancaman terhadap benua dan model Eropa.
Inggris Kembali ke Uni Eropa Jadi Sorotan
Wacana Inggris kembali ke Uni Eropa menjadi isu politik yang kembali mendapat perhatian setelah Brexit memisahkan Inggris dari blok tersebut.
Sanchez dan Macron juga membahas tantangan politik serta ekonomi yang dihadapi Eropa menjelang pemilu di kedua negara pada tahun depan. Keduanya menilai Eropa perlu memperkuat kerja sama menghadapi perubahan politik dan tekanan ekonomi.
Selain isu Inggris, kedua pemimpin menyerukan fleksibilitas yang lebih besar dalam mencari sumber pendanaan tambahan bagi UE. Pembahasan tersebut menjadi penting menjelang negosiasi anggaran Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober.
Sanchez meminta Brussels lebih memahami tekanan yang dihadapi pemerintah negara-negara anggota dalam merespons kebutuhan masyarakat.
Spanyol dan Prancis Soroti Anggaran Uni Eropa
Spanyol dan Prancis termasuk negara yang menentang dorongan sejumlah negara penyumbang besar anggaran UE, seperti Jerman dan Belanda, untuk memangkas dana yang tersedia hingga ratusan miliar euro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








