Pasukan Yaman yang didukung Arab Saudi Usir Houthi dari Sekitar Selat Strategis Bab el-Mandeb
AKURAT.CO Pasukan yang didukung Arab Saudi merebut sejumlah wilayah strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb dari kelompok Houthi di Yaman, Senin. Perebutan wilayah tersebut terjadi ketika perang Yaman kembali memanas setelah serangan Houthi terhadap sejumlah fasilitas minyak, bandara, dan pangkalan militer di Arab Saudi.
Pejabat Yaman mengatakan pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi berhasil merebut kembali kota Dhubab, yang berada di sebelah utara Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Pasukan pemerintah Yaman juga dilaporkan merebut kota Bab dan Hadeid dalam ofensif besar terhadap Houthi yang didukung Iran. Saksi mata mengatakan mereka melihat tank dan pasukan pemerintah memasuki sejumlah wilayah tersebut.
Saudi Lancarkan Serangan Besar terhadap Houthi
Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer besar yang dilancarkan pada Senin oleh pasukan pemerintah Yaman dengan dukungan udara dari koalisi militer pimpinan Arab Saudi.
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengatakan kelompoknya melancarkan serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi.
Menurut Saree, sasaran serangan Houthi mencakup Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan sebuah kilang minyak di Rabigh, kota di kawasan Laut Merah.
Houthi juga mengklaim menyerang Bandara Abha, fasilitas militer di Khamis Mushait, serta sejumlah lokasi yang mereka sebut sebagai fasilitas penting di Najran dan Jizan.
Klaim serangan tersebut muncul ketika pasukan pemerintah Yaman bergerak merebut kembali wilayah yang sebelumnya dikuasai Houthi.
AS Dukung Operasi Militer Saudi di Yaman
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan serangan balasan dari pemerintah Yaman yang didukung Saudi merupakan sesuatu yang telah diperkirakan.
Rubio mengatakan Arab Saudi dan Amerika Serikat memiliki perjanjian pertahanan, tetapi tidak memberikan rincian mengenai koordinasi operasi militer terbaru tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






