Turkiye Siapkan Pakta Pertahanan Mecca dengan Saudi dan Pakistan

AKURAT.CO Turkiye telah menyelesaikan persiapan untuk mengajukan Mecca Joint Defence Agreement ke parlemen guna mendapatkan persetujuan. Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan menegaskan pakta pertahanan Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan tersebut bersifat defensif dan tidak memberikan kewenangan untuk melancarkan serangan militer.
Fidan mengatakan negara anggota wajib membantu jika salah satu pihak diserang. Namun, pakta pertahanan Mecca bukan perjanjian untuk melakukan serangan. Turkiye juga tidak dapat menggunakan pakta tersebut sebagai alasan untuk mengirim pasukan ke negara lain guna menjalankan operasi ofensif.
“Jika sebuah negara yang menjadi pihak dalam perjanjian diserang, Anda berdiri bersamanya untuk mempertahankan negara tersebut. Ini bukan perjanjian untuk menyerang,” kata Fidan di Ankara, Kamis.
Pakta Pertahanan Bersama
Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan membentuk kerangka pertahanan bersama di tengah meningkatnya ancaman keamanan terhadap Arab Saudi.
Ketiga negara telah sepakat bergerak menuju implementasi pakta setelah pertemuan darurat Komite Politik dan Pertahanan Strategis di Riyadh.
Mereka juga sepakat menyiapkan pasukan dan kemampuan militer serta memastikan pengerahan cepat ke Arab Saudi sesuai hukum nasional masing-masing negara.
Ketiga negara mengecam serangan terhadap Mecca dan Madinah, serta serangan terhadap kota dan fasilitas sipil maupun ekonomi Arab Saudi.
Masih Menunggu Persetujuan Parlemen
Fidan mengatakan pekerjaan yang diperlukan untuk mengajukan perjanjian tersebut ke parlemen Turkiye telah selesai. Pakta itu masih harus melewati proses hukum domestik sebelum berlaku di Turkiye.
Dalam pelaksanaannya, ketiga negara menekankan bahwa pakta tersebut merupakan mekanisme pertahanan kolektif, bukan instrumen untuk melakukan operasi militer ofensif di negara lain.
Implementasi pakta kini menjadi bagian dari upaya Turkiye, Arab Saudi, dan Pakistan memperkuat koordinasi pertahanan menghadapi berbagai ancaman keamanan di kawasan.
Sumber: Outlookindia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








