Akurat Logo

Menlu Hakan Fidan: Keamanan Eropa Tak Bisa Hanya Bergantung pada Uni Eropa, Turki Punya Peran Sentral

Fitra Iskandar | 7 Juli 2026, 14:17 WIB
Menlu Hakan Fidan: Keamanan Eropa Tak Bisa Hanya Bergantung pada Uni Eropa, Turki Punya Peran Sentral
Uni Eropa. Foto: AA

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan bahwa sistem keamanan Eropa tidak dapat dibangun hanya di bawah kerangka Uni Eropa (UE). Menurutnya, diperlukan pendekatan yang lebih luas dengan melibatkan negara-negara mitra strategis seperti Turki dan Inggris dalam arsitektur pertahanan kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Fidan dalam forum bertajuk "European Security After the Ankara Summit: Strengthening Cooperation Among NATO Allies Across Europe" yang diselenggarakan oleh Center for Strategic Research (SAM) Kementerian Luar Negeri Turki bekerja sama dengan Chatham House di Ankara.

Dalam kesempatan itu, Fidan menekankan bahwa NATO harus berfokus pada pembangunan kapasitas strategis jangka panjang, bukan sekadar merespons ancaman yang muncul saat ini.

Turki Klaim Peran Sentral dalam Keamanan Eropa

Fidan menyebut keamanan Eropa membutuhkan kerja sama yang lebih inklusif dan tidak terbatas pada negara-negara anggota Uni Eropa.

Ia menilai Turki memiliki posisi strategis sebagai salah satu pilar utama pertahanan kawasan, terutama karena kapasitas industri pertahanannya yang terus berkembang.

Menurutnya, negara-negara dengan kemampuan industri pertahanan yang kuat, seperti Turki dan Inggris, merupakan mitra alami yang tidak dapat dipisahkan dari upaya memperkuat sistem pertahanan Eropa.

Trump Dinilai Berperan Redam Perbedaan di NATO

Fidan juga menyoroti hubungan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai perbedaan pandangan.

Meski demikian, ia optimistis ketegangan tersebut tidak akan berkembang menjadi krisis besar dalam KTT NATO di Ankara.

Menurut Fidan, kehadiran Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menjadi faktor penting dalam menjaga komunikasi dan membantu mengelola berbagai perbedaan di antara para anggota aliansi.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam persiapan KTT adalah memastikan Trump bersedia menghadiri pertemuan tersebut.

"Bagian tersulit adalah meyakinkan Trump untuk hadir. Kini tantangan itu telah berhasil diatasi," ujarnya.

Turki Dukung Ukraina, Tapi Dialog dengan Rusia Tetap Penting

Terkait perang Rusia-Ukraina, Fidan kembali menegaskan dukungan Turki terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

Namun, ia juga menilai hubungan diplomatik dengan Rusia tetap harus dipertahankan karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan Eropa.

Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya mengandalkan tekanan militer, tetapi juga memerlukan jalur komunikasi yang terus terbuka antara semua pihak.

Eropa Diminta Lebih Mandiri dalam Pertahanan

Fidan turut menanggapi dorongan Amerika Serikat agar negara-negara Eropa meningkatkan kontribusi terhadap pertahanan bersama.

Ia menilai seruan Washington tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk tekanan politik ataupun ancaman.

Sebaliknya, Eropa perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar terhadap keamanan kawasan dan memperkuat kemampuan pertahanannya sendiri.

"Penguatan kapasitas pertahanan Eropa bukan hanya penting bagi masa depan NATO, tetapi juga menjadi fondasi bagi ketahanan strategis Eropa di masa depan," kata Fidan.

Ia meyakini perbedaan pandangan antara Amerika Serikat dan negara-negara Eropa tidak akan mendominasi pembahasan dalam KTT NATO di Ankara, yang diharapkan menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat kerja sama pertahanan di tengah meningkatnya tantangan keamanan global.

Sumber: AA

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.