Akurat Logo

Harga Minyak Dunia Turun Usai Konflik Iran-AS Mereda, Akankah Harga BBM Ikut Turun?

Nurma Nafisa Faradilla | 18 Juni 2026, 11:31 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Usai Konflik Iran-AS Mereda, Akankah Harga BBM Ikut Turun?
Ilustrasi, harga minyak dunia turun. (Gemini Google)

AKURAT.CO Harga minyak dunia mulai turun setelah konflik Iran-AS mereda menyusul tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara. Penurunan harga minyak global tersebut memunculkan harapan bahwa harga BBM di Indonesia, khususnya Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya, akan ikut turun.

Namun, sejumlah ekonom menjelaskan bahwa harga BBM tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah dunia, melainkan juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen pajak. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi pasar energi global yang sebelumnya dibayangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak.

Baca Juga: Kapan Libur Sekolah Semester Genap 2026? Cek Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Kondisi ini membuat harga minyak mentah dunia mulai terkoreksi setelah sempat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Lantas, bagaimana perkembangan harga minyak dunia saat ini dan apakah penurunan tersebut bisa berdampak pada harga BBM di Indonesia?

Harga Minyak Dunia Mulai Melandai

Harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mereda. Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara dinilai mampu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.

Dikutip dari Kompas, Pakar Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki, menilai meredanya ketegangan antara Iran dan AS menjadi sentimen positif bagi pasar energi global.

Menurutnya, harga minyak mentah dunia berpotensi mengalami koreksi secara bertahap sekitar 1 hingga 3 persen per hari dalam beberapa bulan ke depan. Namun, arah pergerakan harga energi global tetap bergantung pada kondisi geopolitik dan implementasi kesepakatan damai yang telah dicapai.

Yayan juga memperkirakan tren pelemahan harga minyak Brent masih akan berlanjut hingga awal Juli 2026. Setelah itu, harga minyak berpotensi kembali mengalami kenaikan pada Agustus hingga September seiring berakhirnya musim panas di negara-negara belahan bumi utara.

Selain faktor geopolitik, peningkatan produksi minyak Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penahan lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan proyeksi Short Term Energy Outlook (STEO) milik Energy Information Administration (EIA), produksi minyak AS diperkirakan mencapai 14 juta barel per hari.

Dengan asumsi pasokan energi global tetap stabil, harga minyak dunia diproyeksikan bergerak di kisaran US$80-US$90 per barel hingga akhir tahun. Selanjutnya, harga berpotensi turun ke rentang US$75-US$85 per barel pada akhir tahun atau awal tahun depan.

Mengapa Harga BBM di Indonesia Belum Tentu Langsung Turun?

Meski harga minyak dunia mulai melemah, pakar ekonomi menilai harga BBM di Indonesia tidak serta-merta mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia secara langsung.

Pasalnya, harga yang dibayar masyarakat di SPBU merupakan hasil perhitungan berbagai komponen, bukan hanya harga minyak mentah. Beberapa faktor yang memengaruhi harga BBM antara lain harga produk BBM jadi di pasar regional, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya pengadaan dan distribusi, biaya penyimpanan, margin badan usaha, serta pajak dan pungutan lainnya.

Karena melibatkan banyak komponen, penyesuaian harga BBM tidak dilakukan berdasarkan perubahan harga minyak dunia dari hari ke hari. Perhitungan harga biasanya menggunakan rata-rata dalam periode tertentu sehingga dampak penurunan harga minyak mentah tidak langsung dirasakan oleh konsumen.

Pertamax Masih di Bawah Harga Keekonomian

Berdasarkan perhitungan para ekonom, harga keekonomian Pertamax saat ini berada di kisaran Rp16.500 per liter. Sementara itu, harga jual Pertamax yang berlaku saat ini tercatat Rp16.250 per liter.

Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Tak Bisa Langsung Turun Meski Minyak Dunia Melandai? Ini Penjelasannya

Artinya, Pertamax masih dijual sekitar Rp250 per liter di bawah harga keekonomiannya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang masih berada di atas asumsi APBN sebesar US$70 per barel. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut meningkatkan biaya impor energi.

Karena itu, meskipun harga minyak dunia sedang mengalami tren penurunan, harga Pertamax diperkirakan belum akan kembali ke level Rp12.300 per liter dalam waktu dekat. Para pengamat menilai penurunan harga BBM berpotensi terjadi secara bertahap apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dan kondisi pasar energi global tetap stabil.

Bagaimana dengan BBM Bersubsidi?

Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar lebih banyak ditentukan oleh kebijakan pemerintah.

Ketika harga minyak dunia turun, ruang fiskal yang tersedia umumnya lebih dahulu digunakan untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi yang sebelumnya meningkat akibat tingginya harga minyak global.

Dengan kata lain, manfaat penurunan harga minyak dunia tidak selalu langsung dirasakan dalam bentuk penurunan harga BBM di SPBU.

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 18 Juni 2026

Hingga Kamis, 18 Juni 2026, harga BBM Pertamina masih sama dengan tarif yang berlaku sejak 10 Juni 2026.

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur

  • Pertamax: Rp16.250 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter

  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter

  • Dexlite: Rp23.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung

  • Pertamax: Rp16.650 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter

  • Dexlite: Rp23.500 per liter

  • Pertamina Dex: Rp25.350 per liter

Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau

  • Pertamax: Rp17.000 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter

  • Dexlite: Rp24.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp25.900 per liter

Bali, NTB, dan NTT

  • Pertamax: Rp16.250 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter

  • Dexlite: Rp23.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur

  • Pertamax: Rp16.650 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter

  • Dexlite: Rp23.500 per liter

  • Pertamina Dex: Rp25.350 per liter

Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat

  • Pertamax: Rp16.650 per liter

  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter

  • Dexlite: Rp23.500 per liter

  • Pertamina Dex: Rp25.350 per liter

Harga BBM Bersubsidi

  • Pertalite: Rp10.000 per liter

  • Biosolar: Rp6.800 per liter

Dengan demikian, penurunan harga minyak dunia belum tentu langsung diikuti turunnya harga BBM di Indonesia. Selain mempertimbangkan harga minyak mentah global, penentuan harga BBM juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen pajak. Sementara itu, harga BBM Pertamina per 18 Juni 2026 masih berlaku seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.

Baca Juga: Inflasi Medis Indonesia Jadi yang Tertinggi di Asia, Perlindungan Kesehatan Kini Semakin Penting untuk Seluruh Keluarga

Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan 18 Juni 2026: Cancer, Scorpio, Pisces, dan Sagitarius

FAQ

Apakah harga minyak dunia sedang turun?

Ya. Harga minyak dunia mulai melemah setelah konflik Iran dan AS mereda serta adanya kesepakatan damai yang mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.

Apakah harga Pertamax akan langsung turun?

Belum tentu. Harga Pertamax tidak hanya dipengaruhi harga minyak mentah dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah, biaya distribusi, pajak, dan komponen lainnya.

Berapa harga Pertamax di Jakarta per 18 Juni 2026?

Harga Pertamax di DKI Jakarta per 18 Juni 2026 adalah Rp16.250 per liter.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.