Harga Minyak Dunia Turun Usai Konflik Iran-AS Mereda, Akankah Harga BBM Ikut Turun?

AKURAT.CO Harga minyak dunia mulai turun setelah konflik Iran-AS mereda menyusul tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara. Penurunan harga minyak global tersebut memunculkan harapan bahwa harga BBM di Indonesia, khususnya Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya, akan ikut turun.
Namun, sejumlah ekonom menjelaskan bahwa harga BBM tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah dunia, melainkan juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen pajak. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi sentimen positif bagi pasar energi global yang sebelumnya dibayangi kekhawatiran gangguan pasokan minyak.
Baca Juga: Kapan Libur Sekolah Semester Genap 2026? Cek Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
Kondisi ini membuat harga minyak mentah dunia mulai terkoreksi setelah sempat mengalami kenaikan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Lantas, bagaimana perkembangan harga minyak dunia saat ini dan apakah penurunan tersebut bisa berdampak pada harga BBM di Indonesia?
Harga Minyak Dunia Mulai Melandai
Harga minyak dunia mulai menunjukkan tren penurunan setelah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat mereda. Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara dinilai mampu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global, terutama di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.
Dikutip dari Kompas, Pakar Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyaki, menilai meredanya ketegangan antara Iran dan AS menjadi sentimen positif bagi pasar energi global.
Menurutnya, harga minyak mentah dunia berpotensi mengalami koreksi secara bertahap sekitar 1 hingga 3 persen per hari dalam beberapa bulan ke depan. Namun, arah pergerakan harga energi global tetap bergantung pada kondisi geopolitik dan implementasi kesepakatan damai yang telah dicapai.
Yayan juga memperkirakan tren pelemahan harga minyak Brent masih akan berlanjut hingga awal Juli 2026. Setelah itu, harga minyak berpotensi kembali mengalami kenaikan pada Agustus hingga September seiring berakhirnya musim panas di negara-negara belahan bumi utara.
Selain faktor geopolitik, peningkatan produksi minyak Amerika Serikat juga diperkirakan menjadi salah satu penahan lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan proyeksi Short Term Energy Outlook (STEO) milik Energy Information Administration (EIA), produksi minyak AS diperkirakan mencapai 14 juta barel per hari.
Dengan asumsi pasokan energi global tetap stabil, harga minyak dunia diproyeksikan bergerak di kisaran US$80-US$90 per barel hingga akhir tahun. Selanjutnya, harga berpotensi turun ke rentang US$75-US$85 per barel pada akhir tahun atau awal tahun depan.
Mengapa Harga BBM di Indonesia Belum Tentu Langsung Turun?
Meski harga minyak dunia mulai melemah, pakar ekonomi menilai harga BBM di Indonesia tidak serta-merta mengikuti pergerakan harga minyak mentah dunia secara langsung.
Pasalnya, harga yang dibayar masyarakat di SPBU merupakan hasil perhitungan berbagai komponen, bukan hanya harga minyak mentah. Beberapa faktor yang memengaruhi harga BBM antara lain harga produk BBM jadi di pasar regional, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya pengadaan dan distribusi, biaya penyimpanan, margin badan usaha, serta pajak dan pungutan lainnya.
Karena melibatkan banyak komponen, penyesuaian harga BBM tidak dilakukan berdasarkan perubahan harga minyak dunia dari hari ke hari. Perhitungan harga biasanya menggunakan rata-rata dalam periode tertentu sehingga dampak penurunan harga minyak mentah tidak langsung dirasakan oleh konsumen.
Pertamax Masih di Bawah Harga Keekonomian
Berdasarkan perhitungan para ekonom, harga keekonomian Pertamax saat ini berada di kisaran Rp16.500 per liter. Sementara itu, harga jual Pertamax yang berlaku saat ini tercatat Rp16.250 per liter.
Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Tak Bisa Langsung Turun Meski Minyak Dunia Melandai? Ini Penjelasannya
Artinya, Pertamax masih dijual sekitar Rp250 per liter di bawah harga keekonomiannya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang masih berada di atas asumsi APBN sebesar US$70 per barel. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut meningkatkan biaya impor energi.
Karena itu, meskipun harga minyak dunia sedang mengalami tren penurunan, harga Pertamax diperkirakan belum akan kembali ke level Rp12.300 per liter dalam waktu dekat. Para pengamat menilai penurunan harga BBM berpotensi terjadi secara bertahap apabila tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dan kondisi pasar energi global tetap stabil.
Bagaimana dengan BBM Bersubsidi?
Berbeda dengan BBM nonsubsidi, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar lebih banyak ditentukan oleh kebijakan pemerintah.
Ketika harga minyak dunia turun, ruang fiskal yang tersedia umumnya lebih dahulu digunakan untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi yang sebelumnya meningkat akibat tingginya harga minyak global.
Dengan kata lain, manfaat penurunan harga minyak dunia tidak selalu langsung dirasakan dalam bentuk penurunan harga BBM di SPBU.
Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru per 18 Juni 2026
Hingga Kamis, 18 Juni 2026, harga BBM Pertamina masih sama dengan tarif yang berlaku sejak 10 Juni 2026.
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
Dexlite: Rp23.500 per liter
Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertamax: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter
Dexlite: Rp24.000 per liter
Pertamina Dex: Rp25.900 per liter
Bali, NTB, dan NTT
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
Dexlite: Rp23.000 per liter
Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
Dexlite: Rp23.500 per liter
Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
Dexlite: Rp23.500 per liter
Pertamina Dex: Rp25.350 per liter
Harga BBM Bersubsidi
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Dengan demikian, penurunan harga minyak dunia belum tentu langsung diikuti turunnya harga BBM di Indonesia. Selain mempertimbangkan harga minyak mentah global, penentuan harga BBM juga dipengaruhi nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen pajak. Sementara itu, harga BBM Pertamina per 18 Juni 2026 masih berlaku seperti yang telah ditetapkan sebelumnya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Keuangan 18 Juni 2026: Cancer, Scorpio, Pisces, dan Sagitarius
FAQ
Apakah harga minyak dunia sedang turun?
Ya. Harga minyak dunia mulai melemah setelah konflik Iran dan AS mereda serta adanya kesepakatan damai yang mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Apakah harga Pertamax akan langsung turun?
Belum tentu. Harga Pertamax tidak hanya dipengaruhi harga minyak mentah dunia, tetapi juga nilai tukar rupiah, biaya distribusi, pajak, dan komponen lainnya.
Berapa harga Pertamax di Jakarta per 18 Juni 2026?
Harga Pertamax di DKI Jakarta per 18 Juni 2026 adalah Rp16.250 per liter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 7Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 8Prediksi Skor Prancis vs Senegal: Les Bleus Lebih Diunggulkan, Mampukah Singa Teranga Ulangi Kejutan Bersejarah?
- 9Sempat Absen karena Sakit, Bos Maktour Penuhi Panggilan KPK
- 10Diperiksa sebagai Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Datang Bawa Buku dan Pulpen




