Akurat Logo

Harga Minyak Dunia Hari Ini Melonjak, Kenali Penyebab Utamanya

Nurma Nafisa Faradilla | 8 Mei 2026, 09:06 WIB
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melonjak, Kenali Penyebab Utamanya
Ilustrasi harga minyak dunia. (OpenAi)

AKURAT.CO Harga minyak dunia hari ini terpantau kembali naik dalam perdagangan Asia pada Jumat (8/5/2026). Kenaikan terjadi setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi distribusi energi global.

Pasar minyak global langsung bereaksi terhadap konflik terbaru tersebut. Investor khawatir gangguan pasokan minyak dunia bisa semakin besar apabila situasi geopolitik di Timur Tengah terus memanas.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga minyak mentah Brent naik sekitar 2,1 persen menjadi 103,37 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate atau WTI menguat 2,2 persen ke level 96,90 dolar AS per barel.

Baca Juga: Prabowo Panggil Bahlil, Bahas Harga Minyak dan Penguatan Kepemilikan Negara di Sektor Tambang

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga minyak sempat turun akibat harapan pasar terhadap kelanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kendati demikian, lonjakan harga minyak dipicu dengan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama di dekat Selat Hormuz. Jalur laut tersebut sangat penting karena dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Dikutip dari Reuters, Iran menuduh Amerika Serikat menyerang kapal tanker minyak dan beberapa wilayah pesisir di dekat Selat Hormuz. Di sisi lain, militer AS menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk pertahanan diri setelah kapal perang mereka diserang drone dan rudal Iran.

Meski Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, pasar tetap waspada terhadap potensi konflik yang lebih luas.

Sebagai informasi, Selat Hormuz ini merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini dapat langsung memengaruhi pasokan energi global dan mendorong harga minyak jadi melonjak.

Beberapa lembaga keuangan global bahkan memperkirakan harga minyak bisa naik lebih tinggi jika konflik terus terjadi. Barclays misalnya, menaikan proyeksi harga Brent 2026 menjadi 100 dolar AS per barel akibat terganggunya distribusi minyak di Selat Hormuz.

Baca Juga: Inovasi Pelumas dari Minyak Nabati, Alternatif Ramah Lingkungan untuk Industri dan Mesin

Sementara, UBS menilai harga Brent berpotensi bergerak menuju 100 dolar AS hingga lebih tinggi apabila jalur distribusi energi global terus terganggu.

Kenaikan harga minyak dunia tidak hanya berdampak pada negara penghasil minyak, tetapi juga memengaruhi perekonomian global termasuk Indonesia. Salah satu dampak yang paling terasa adalah potensi naiknya harga bahan bakar. Ketika harga minyak mentah dunia meningkat, biaya energi ikut bertambah sehingga dapat memengaruhi harga BBM dan ongkos distribusi barang.

Selain itu, kenaikan harga energi juga berisiko mendorong inflasi. Biaya produksi dan distribusi yang semakin mahal membuat harga sejumlah barang dan jasa ikut naik. Kondisi ini membuat bank sentral di berbagai negara harus lebih berhati hati dalam menentukan kebijakan suku bunga agar inflasi tetap terkendali.

Di sisi lain, pasar keuangan global juga cenderung menjadi lebih tidak stabil saat harga minyak melonjak dan tensi geopolitik memanas. Banyak investor memilih memindahkan dana mereka ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan emas. Akibatnya, pasar saham di berbagai negara dapat mengalami tekanan.

Baca Juga: Kementerian ESDM Pastikan Serangan Ukraina ke Rusia Tak Ganggu Pasokan Minyak RI

Para analis menilai harga minyak dunia masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Pasar kini terus memantau perkembangan konflik antara AS dan Iran serta situasi keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Jika konflik semakin memburuk dan pasokan energi terganggu, harga minyak berpotensi naik lebih tinggi. Namun, apabila ketegangan mulai mereda, harga minyak bisa kembali turun secara bertahap.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.