Buka Outlet Di AEON Mall Tanjung Barat, Dapur Solo Dorong Budaya "Ngeriung"

AKURAT.CO - Tren kuliner di Indonesia memang terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Menurut pelaku bisnis, perlu mengaplikasikan sebuah budaya dalam menumbuhkan bisnis kuliner.
Salah satunya, Dapur Solo yang melihat kebiasaan warga Indonesia yaitu ngeriung atau ngumpul makan bersama akan meningkatkan kualitas dan ruang dine in. Menurut Dwi Rahayu, Marketing Director Eatwell Culinary Indonesia budaya tersebut tak tergerus oleh digitalisasi dan mampu tingkatkan penjualan sampai 90%.
"Trend penjualan, bahkan kontribusi 90 persen dari Dine in memang sumbangsih deliver tertinggi dari Dine in. Walaupun orang bicara serba online bahwa kenyataan naturenya orang Indonesia ngeriung kumpul," katanya pada wartawan saat peresmian outlet baru di AEON Mall Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2023)
Selain dari itu, kata Dwi pelaku bisnis perlu melakukan berbagai strategi untuk menjaga kualitas. Dapur Solo, menurutnya juga terus berkembang menghadirkan berbagai new variant sampai diskon.
"Strategi selain dengan inovasi menu baru, promo, kerjasama dengan pihak bank, ojol juga. Jadi Dine ini deliver utama karakter utama masyarakat Indonesia ngeriung, weekend ke mall," sambungnya.
Baca Juga: AEON Store Akan Membuka 10 Gerai Baru Hingga Tahun 2025
Dapur Solo sendiri menambah jumlah outletnya di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta Selatan, AEON MALL Tanjung Barat.
Dapur Solo AEON MALL Tanjung Barat adalah outlet Dapur Solo ke-38. Dengan kapasitas dine-in hingga 60 orang, Dapur Solo siap melayani pengunjung dalam nuansa tradisional Jawa dengan sentuhan modern.
Dalam kesempatan yang sama, Dwi juga mengatakan kalau image makanan khas Solo ialah manis, terlihat dari hasil survei yang pihaknya lakukan pada costumer. Sehingga mendorong untuk terus melakukan updating menu, seperti hadirnya menu pedas.
Ia mendorong agar pihak marketing bisa mendorong komunikasi agar menu-menu baru diketahui masyarakat luas.
"Di hasil survei itu keluar kalau makanan khas solo identik sudah manis gitu gudeg, sambalnya manis dan lainnya, tapi perlu dicoba karena di dapur solo ada banyak rangkaian produk pedasnya sepedas mulut netizen," guraunya.
"Nanti bisa coba gurame ada topping sambal dan sego soun sambal dan soun bandeng itu luar biasa sambalnya, kita punya bisa dicoba. Jadi ini jadi tugas marketing dapur solo, walaupun namanya dapur solo kita punya line up brand yang sebenarnya pedas," ucap Dwi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








