Di Tengah Daya Beli Menurun, Produk Kuliner Lokal Ini Tetap Berjaya

AKURAT.CO Di tengah situasi ekonomi yang kurang begitu baik, di mana Badan Pusat Statistik mencatat deflasi selama lima bulan berturut-turut, sebuah kisah keberhasilan muncul dari pusat kota.
Deflasi di bulan September yang menyentuh angka 0,12 persen, seperti tak berpengaruh pada penjualan brand lokal Ayam Gepuk Pak Gembus.
Rido Nurul Adityawan, pemilik Ayam Gepuk Pak Gembus, bercerita soal kondisi brand lokal yang bergerak di bidang makanan itu.
"Alhamdulillah, meskipun daya beli masyarakat turun drastis, laporan dari tim penjualan kami menunjukkan bahwa semua baik-baik saja. Makanan berat seperti ayam gepuk ini adalah kebutuhan pokok, orang pasti harus makan nasi. Bahkan, kami justru melihat perkembangan dengan beberapa cabang baru yang dibuka," ujarnya, menyiratkan optimisme di tengah tantangan.
Satu hal yang menggembirakan, menurut Rido, permintaan akan lokasi baru untuk rumah makan Ayam Gepuk Pak Gembus terus meningkat.
Bahkan calon mitra masih harus menunggu dalam daftar antrean.
"Kami tetap on target. Jika ada yang bilang penjualan menurun, kami tidak merasakannya. Kami merasa aman," ungkapnya, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/10/2024).
Baca Juga: Peluang Rido Menang Pilkada Jakarta Satu Putaran Terbuka Lebar
Inovasi menjadi kunci keberlangsungan brand ini.
Untuk merayakan ulang tahun ke-11, Ayam Gepuk Pak Gembus melakukan berbagai pembaruan, termasuk logo yang lebih modern, sekaligus membuka kantor pusat baru di kawasan Kedoya, Jakarta Barat.
"Ayam Gepuk Pak Gembus bukan sekadar bisnis makanan. Ini adalah representasi cita rasa lokal yang ingin kami bawa ke tingkat internasional. Dengan keunikan bumbu dan rasa, kami yakin bisa bersaing dengan merek-merek besar global," jelas Rido.
Perubahan logo bukan hanya soal estetika.
Rido menjelaskan bahwa logo baru ini menggambarkan semangat muda dan inovatif.
"Kami ingin menunjukkan bahwa kami selalu berkembang dan siap menghadapi tantangan dengan percaya diri, tanpa mengorbankan kualitas dan rasa," lanjutnya.
Dalam perayaan ulang tahun yang meriah, Rido mengungkapkan rasa syukurnya dan komitmen untuk terus berinovasi.
"Sebelas tahun sudah Ayam Gepuk Pak Gembus hadir di tengah masyarakat. Ini bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang memuaskan bagi pelanggan kami," ujarnya.
Tak hanya di dalam negeri, Rido memiliki ambisi besar untuk membawa cita rasa khas ayam gepuk ke luar negeri.
Dengan rencana ekspansi ke Indonesia Timur serta negara-negara tetangga seperti Taiwan, Hong Kong dan Singapura.
"Kami ingin Ayam Gepuk Pak Gembus terus menjadi bagian dari industri kuliner yang berkembang pesat," tuturnya penuh harap.
Baca Juga: Kemenag Tegaskan Tidak Ada Larangan Akad Nikah di Hari Libur
Pembukaan kantor pusat baru di Kedoya bukan sekadar langkah strategis, tetapi juga simbol dari masa depan yang lebih cerah bagi brand ini.
"Dengan akses yang strategis, kami dapat berkolaborasi lebih mudah dengan mitra bisnis dan mempercepat pengembangan produk. Kami ingin tetap relevan dan mengikuti tren pasar, baik di Indonesia maupun di luar negeri," terang Rido.
Dengan semangat yang tak padam, Ayam Gepuk Pak Gembus membuktikan bahwa di tengah tantangan ekonomi, ada ruang untuk pertumbuhan dan inovasi.
Dalam satu dekade lebih, brand ini telah mengukir namanya sebagai salah satu pilihan utama kuliner Nusantara, siap membawa rasa pedasnya ke seluruh penjuru dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








