Akurat
Pemprov Sumsel

Minuman Rasa Matcha Terbuat dari Apa? Inilah Sejarah dan Prosesnya yang Akurat

Moh.Apriawan | 13 Juli 2025, 16:25 WIB
Minuman Rasa Matcha Terbuat dari Apa? Inilah Sejarah dan Prosesnya yang Akurat

AKURAT.CO Muncul pertanyaan minuman rasa matcha terbuat dari apa? Simak inilah sejarah dan prosesnya.

Minuman rasa matcha telah menjadi tren global, digemari karena cita rasa khas, warna hijau cerah, serta manfaat kesehatannya.

Namun, tidak semua orang mengetahui bahan utama, sejarah panjang, dan proses pembuatan matcha yang membedakannya dari teh hijau biasa.

Artikel ini membahas secara komprehensif asal-usul, bahan dasar, dan proses pembuatan minuman matcha berdasarkan sumber terpercaya dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga: Minum Teh Setiap Hari, Aman atau Bahaya untuk Ginjal? Ini Jawaban Ilmiahnya

Apa Itu Matcha dan Terbuat dari Apa?

Matcha adalah bubuk teh hijau khas Jepang yang dibuat dari daun teh muda tanaman Camellia sinensis.

Berbeda dengan teh hijau biasa, matcha dihasilkan dari daun teh yang ditanam secara khusus di tempat teduh selama 3–4 minggu sebelum panen.

Proses ini meningkatkan kandungan klorofil dan L-theanine, memberikan warna hijau cerah dan rasa umami yang khas pada matcha.

Setelah dipanen, daun teh dikukus sebentar untuk menghentikan oksidasi, kemudian dikeringkan tanpa digulung (berbeda dengan teh hijau biasa).

Daun teh kering yang disebut tencha kemudian digiling menggunakan batu hingga menjadi bubuk halus—itulah yang disebut matcha.

Komposisi utama minuman matcha:

  • Bubuk matcha murni (dari daun teh Camellia sinensis)

  • Air panas (untuk seduhan tradisional)

  • Kadang ditambah gula, susu, atau bahan lain untuk varian modern seperti matcha latte

Sejarah Matcha: Dari Tiongkok ke Jepang

  • Asal-usul di Tiongkok: Tradisi minum teh bubuk sudah ada sejak Dinasti Tang (abad ke-7 hingga ke-10 M). Daun teh dikukus, dikeringkan, lalu dihancurkan menjadi bubuk untuk diseduh dengan air panas. Namun, tradisi ini perlahan memudar di Tiongkok.

  • Perkembangan di Jepang: Pada abad ke-12, biksu Zen Jepang bernama Eisai membawa benih teh dan metode pengolahan teh bubuk dari Tiongkok ke Jepang. Matcha kemudian berkembang menjadi bagian penting dari budaya Jepang, terutama dalam upacara minum teh (chanoyu), yang mengedepankan filosofi keharmonisan, kesederhanaan, dan meditasi.

  • Modernisasi: Seiring waktu, matcha tidak hanya digunakan dalam upacara, tetapi juga menjadi bahan minuman dan makanan modern seperti es krim, kue, hingga minuman kekinian di kafe-kafe.

Proses Pembuatan Matcha

Berikut tahapan utama pembuatan matcha berkualitas:

  1. Penanaman di Tempat Teduh
    Tanaman teh ditutup dengan jaring atau kerai selama 3–4 minggu sebelum panen untuk meningkatkan klorofil dan L-theanine, menghasilkan warna hijau cerah dan rasa umami.

  2. Panen Daun Teh Muda
    Hanya pucuk dan daun muda terbaik yang dipetik untuk menghasilkan matcha berkualitas tinggi.

  3. Pengukusan
    Daun teh segera dikukus selama 15–20 detik setelah dipetik untuk menghentikan oksidasi, menjaga warna hijau dan kandungan nutrisi.

  4. Pengeringan dan Pemisahan
    Daun dikeringkan, lalu batang dan urat daun dihilangkan, menyisakan daun murni yang disebut tencha.

  5. Penggilingan dengan Batu
    Tencha digiling perlahan dengan batu granit hingga menjadi bubuk halus berwarna hijau cerah—itulah matcha.

  6. Penyajian
    Bubuk matcha dilarutkan dalam air panas dan dikocok dengan alat bambu (chasen) hingga berbusa. Untuk varian modern, matcha bisa dicampur susu, gula, atau bahan lain sesuai selera.

Tabel Ringkasan Proses Pembuatan Matcha

Tahap Penjelasan Singkat
Penanaman Di tempat teduh, meningkatkan klorofil dan L-theanine
Panen Daun teh muda, pucuk terbaik
Pengukusan Menghentikan oksidasi, mempertahankan warna dan nutrisi
Pengeringan Daun dikeringkan, batang/urat dihilangkan (tencha)
Penggilingan Digiling batu hingga bubuk halus
Penyajian Dilarutkan air panas, dikocok dengan chasen
 

Kesimpulan

Minuman rasa matcha terbuat dari bubuk daun teh hijau (Camellia sinensis) yang diproses secara khusus melalui penanaman di tempat teduh, pengukusan, pengeringan, dan penggilingan hingga menjadi bubuk halus.

Tradisi matcha berawal dari Tiongkok, lalu berkembang di Jepang menjadi bagian penting budaya dan spiritualitas.

Proses pembuatan yang unik menghasilkan minuman dengan warna, rasa, dan manfaat kesehatan yang khas.

Kini, matcha dinikmati dalam berbagai bentuk minuman dan makanan modern di seluruh dunia.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.