Deretan Produk Rafinasi Berbahaya di Sekitar Kita, Kenali dan Batasi Konsumsi!

AKURAT.CO Produk rafinasi adalah makanan atau minuman yang telah melalui proses pengolahan tinggi hingga kehilangan sebagian besar kandungan alami, seperti serat, vitamin, dan mineral. Sayangnya, produk ini banyak ditemui di sekitar kita dan kerap dikonsumsi setiap hari tanpa disadari.
Makanan rafinasi memang praktis dan mudah ditemukan, tetapi risikonya terhadap kesehatan sangat besar. Berikut jenis produk rafinasi yang perlu diwaspadai :
Gula Rafinasi
Termasuk gula pasir putih, gula halus, sirup glukosa, dan high fructose corn syrup (HFCS) yang banyak dipakai pada minuman ringan dan makanan kemasan. Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi gula tambahan berlebih meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
Tepung Putih & Karbohidrat Olahan
Seperti roti putih, mi instan, biskuit, dan kue kering. Proses penggilingan menghilangkan serat dan nutrisi penting.
Dr. Walter Willett, Profesor Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menegaskan bahwa karbohidrat olahan memiliki efek mirip gula dalam menaikkan kadar glukosa darah dan mempercepat resistensi insulin.
Minyak Rafinasi
Meliputi minyak goreng sawit industri, minyak jagung, kedelai, hingga canola yang diproses dengan pemanasan tinggi. Penelitian National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa minyak rafinasi dapat menghasilkan radikal bebas penyebab peradangan kronis jika dipanaskan berulang.
Produk Hewani Olahan
Sosis, nugget, daging kalengan, dan keju olahan mengandung natrium tinggi, pengawet, serta nitrit. Badan Kesehatan Dunia (IARC-WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen grup 1, artinya terbukti dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.
Bahan Tambahan Sintetis
Seperti pewarna buatan (tartrazine), pengawet (benzoat, nitrit), dan perasa buatan (vanillin sintetis). Menurut European Food Safety Authority (EFSA), konsumsi bahan tambahan buatan berlebihan berhubungan dengan hiperaktivitas anak dan potensi gangguan metabolik.
Menggantinya dengan makanan utuh seperti beras merah, umbi-umbian, buah segar, sayuran, serta minyak alami (zaitun, kelapa, alpukat) adalah pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




