Akurat
Pemprov Sumsel

Deretan Produk Rafinasi Berbahaya di Sekitar Kita, Kenali dan Batasi Konsumsi!

Leo Farhan | 18 Agustus 2025, 21:20 WIB
Deretan Produk Rafinasi Berbahaya di Sekitar Kita, Kenali dan Batasi Konsumsi!

 

AKURAT.CO Produk rafinasi adalah makanan atau minuman yang telah melalui proses pengolahan tinggi hingga kehilangan sebagian besar kandungan alami, seperti serat, vitamin, dan mineral. Sayangnya, produk ini banyak ditemui di sekitar kita dan kerap dikonsumsi setiap hari tanpa disadari.  

Makanan rafinasi memang praktis dan mudah ditemukan, tetapi risikonya terhadap kesehatan sangat besar. Berikut jenis produk rafinasi yang perlu diwaspadai :

Gula Rafinasi

Termasuk gula pasir putih, gula halus, sirup glukosa, dan high fructose corn syrup (HFCS) yang banyak dipakai pada minuman ringan dan makanan kemasan. Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi gula tambahan berlebih meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Tepung Putih & Karbohidrat Olahan

Seperti roti putih, mi instan, biskuit, dan kue kering. Proses penggilingan menghilangkan serat dan nutrisi penting.

Dr. Walter Willett, Profesor Nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menegaskan bahwa karbohidrat olahan memiliki efek mirip gula dalam menaikkan kadar glukosa darah dan mempercepat resistensi insulin.

Minyak Rafinasi

Meliputi minyak goreng sawit industri, minyak jagung, kedelai, hingga canola yang diproses dengan pemanasan tinggi. Penelitian National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa minyak rafinasi dapat menghasilkan radikal bebas penyebab peradangan kronis jika dipanaskan berulang.

Produk Hewani Olahan

Sosis, nugget, daging kalengan, dan keju olahan mengandung natrium tinggi, pengawet, serta nitrit. Badan Kesehatan Dunia (IARC-WHO) telah mengklasifikasikan daging olahan sebagai karsinogen grup 1, artinya terbukti dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Bahan Tambahan Sintetis

Seperti pewarna buatan (tartrazine), pengawet (benzoat, nitrit), dan perasa buatan (vanillin sintetis). Menurut European Food Safety Authority (EFSA), konsumsi bahan tambahan buatan berlebihan berhubungan dengan hiperaktivitas anak dan potensi gangguan metabolik.

Menggantinya dengan makanan utuh seperti beras merah, umbi-umbian, buah segar, sayuran, serta minyak alami (zaitun, kelapa, alpukat) adalah pilihan terbaik untuk kesehatan jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.