Akurat Logo

Dirty Latte vs Latte, Apa Bedanya? Simak Perbedaan Rasa, Tekstur, dan Cara Penyajiannya

Putri Chandra | 3 Juni 2026, 13:01 WIB
Dirty Latte vs Latte, Apa Bedanya? Simak Perbedaan Rasa, Tekstur, dan Cara Penyajiannya
Perbedaan dirty latte vs latte. (Nescafe)

AKURAT.CO Perbedaan dirty latte vs latte semakin membuat penasaran karena populer di kalangan pencinta kopi dan kerap muncul di berbagai menu kafe.

Sekilas, minuman ini memang terlihat mirip dengan latte karena sama-sama dibuat dari perpaduan espresso dan susu. Namun, meski menggunakan bahan dasar yang serupa, dirty latte menawarkan sensasi minum yang berbeda dibandingkan latte pada umumnya.

Perbedaan tersebut terletak pada cara penyajian, suhu minuman, hingga karakter rasa yang dihasilkan. Jika latte dikenal dengan cita rasa yang lembut dan merata, dirty latte justru menghadirkan perpaduan rasa yang lebih unik.

Memahami perbedaan keduanya dapat membantu kamu memilih minuman yang paling sesuai dengan selera, baik yang menyukai rasa kopi yang halus maupun sensasi kopi susu yang lebih kompleks dan berkarakter.

Baca Juga: Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Kerajaan, Bebas dari Sisa Hukuman dan Pengawasan Parole


Perbedaan Dirty Latte Vs Latte

Perbedaan utama antara dirty latte dan latte sebenarnya bukan terletak pada bahan yang digunakan, melainkan pada cara penyajian dan suhu minumannya. Meski sama-sama dibuat dari espresso dan susu, keduanya menghasilkan sensasi rasa yang berbeda saat dinikmati.

1. Espresso pada Dirty Latte dan Latte

Espresso menjadi komponen utama dalam kedua minuman ini. Pada latte biasa, espresso dicampurkan dengan susu panas sehingga seluruh rasa menyatu dengan sempurna dan menghasilkan cita rasa yang lembut serta seimbang.

Sementara itu, pada dirty latte, espresso panas dituangkan di atas susu dingin tanpa langsung diaduk. Teknik ini menciptakan lapisan yang terlihat jelas dan membuat rasa kopi terasa lebih kuat pada tegukan pertama sebelum perlahan bercampur dengan susu.

2. Jenis Susu yang Digunakan

Latte umumnya menggunakan susu yang dipanaskan dan di-steam hingga menghasilkan tekstur creamy dengan lapisan busa tipis di bagian atas. Kombinasi ini membuat minuman terasa lebih halus dan hangat saat diminum.

Baca Juga: Harga Biodiesel Juni 2026 Turun Jadi Rp14.643 per Liter, Ini Rinciannya

Sebaliknya, dirty latte biasanya menggunakan susu dingin yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin. Penggunaan susu dingin bertujuan untuk mempertahankan tampilan berlapis antara espresso dan susu, sehingga menjadi ciri khas visual dari dirty latte.

3. Bahan Pembuatan

Secara umum, bahan dasar dirty latte dan latte memang sama, yaitu espresso dan susu. Namun, perbedaan terletak pada perbandingan bahan, suhu yang digunakan, serta cara keduanya dipadukan.

Beberapa kedai kopi juga menggunakan jenis biji kopi atau susu yang berbeda untuk menciptakan karakter rasa tersendiri. Meski begitu, faktor yang paling membedakan dirty latte dan latte tetaplah teknik penyajiannya, yang menghasilkan pengalaman minum dan profil rasa yang tidak sama.


Perbedaan Rasa dan Tekstur

Salah satu perbedaan paling terasa antara dirty latte dan latte terletak pada pengalaman saat meminumnya. Meskipun sama-sama menggunakan espresso dan susu, karakter rasa yang dihasilkan cukup berbeda.

Latte memiliki rasa yang cenderung lembut, seimbang, dan konsisten dari tegukan pertama hingga terakhir. Hal ini karena espresso dan susu panas sudah tercampur dengan baik, sehingga tidak ada perubahan rasa yang terlalu mencolok saat diminum.

Karena rasanya yang halus dan mudah diterima banyak orang, latte sering menjadi pilihan bagi mereka yang menyukai kopi susu dengan cita rasa ringan dan nyaman di lidah.

Di sisi lain, dirty latte menawarkan sensasi yang lebih unik dan berlapis. Saat pertama kali diminum, rasa espresso yang berada di bagian atas akan terasa lebih dominan dan kuat.

Seiring berjalannya waktu, susu dingin di bagian bawah mulai bercampur dengan kopi sehingga menghasilkan rasa yang lebih lembut dan creamy. Perubahan rasa dari kuat ke lembut inilah yang membuat dirty latte terasa lebih dinamis dibandingkan latte biasa.

Perpaduan antara espresso panas dan susu dingin juga menciptakan sensasi berbeda yang menjadi daya tarik utama minuman ini bagi para pencinta kopi.


FAQ

1. Apa itu dirty latte?
Dirty latte adalah minuman kopi yang dibuat dengan menuangkan espresso panas di atas susu dingin. Teknik ini menciptakan tampilan berlapis dan sensasi rasa yang berubah saat diminum.

2. Apa perbedaan utama dirty latte dan latte?
Perbedaan utamanya terletak pada suhu susu dan cara penyajian. Latte menggunakan susu panas yang dicampur dengan espresso, sedangkan dirty latte menggunakan susu dingin dengan espresso yang dituangkan di atasnya.

3. Apakah bahan dirty latte dan latte berbeda?
Tidak. Keduanya sama-sama menggunakan espresso dan susu. Yang membedakan adalah rasio, suhu, serta teknik penyajiannya.

4. Mengapa dirty latte disebut "dirty"?
Nama "dirty" berasal dari tampilan espresso yang jatuh ke atas susu dingin sehingga menciptakan lapisan dan warna yang terlihat seperti "mengotori" susu putih di bawahnya.

5. Mana yang lebih kuat rasanya, dirty latte atau latte?
Dirty latte umumnya terasa lebih kuat pada tegukan pertama karena espresso berada di bagian atas. Sementara latte memiliki rasa yang lebih lembut dan merata dari awal hingga akhir.


Kesimpulan

Meski sama-sama terbuat dari espresso dan susu, dirty latte dan latte menawarkan pengalaman minum yang berbeda. Latte dikenal dengan rasa yang lembut, seimbang, dan konsisten karena espresso serta susu panas telah tercampur sempurna.

Sementara itu, dirty latte menghadirkan sensasi yang lebih unik melalui perpaduan espresso panas dan susu dingin yang menciptakan lapisan rasa serta kontras suhu saat diminum.

Bagi yang menyukai kopi susu dengan karakter ringan dan mudah dinikmati, latte bisa menjadi pilihan tepat. Namun, jika ingin mencoba sensasi kopi yang lebih dinamis dengan rasa espresso yang lebih menonjol, dirty latte patut masuk dalam daftar minuman yang wajib dicoba.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.