Kenali Main Character Syndrom Dari 6 Tanda Berikut

AKURAT.CO Main character syndrome (MCS) atau sindrom karakter utama biasanya terjadi pada pengarang atau penulis sebuah cerita.
MCS merupakan kondisi yang mempengaruhi penulis yang membuat cerita dengan karakter tunggal yang dominan.
Jika dalam kehidupan sehari-hari, Main Character Syndrom merupakan perasaan yang diasosiasikan dengan orang yang berfikir bahwa dunia hanya berkutat kepada dirinya saja serta diikuti dengan sikap mencari perhatian.
Baca Juga: 12 Karakter Game Yang Mengadopsi Tokoh Dari Indonesia
Kate Rosenblatt, seorang terapis dan manager klinis di Talkspace, beranggapan bahwa Main Character Syndrom ini mengacu pada identifikasi diri seseorang yang menganggap bahwa dirinya merupakan tokoh protagonis di kisah hidupnya. Namun, Main Character Syndrom bukan termasuk kedalam ganggua mental karena sindrom ini muncul akibat dari pengaruh film.
Berikut beberapa hal yang menandakan Main Character Syndrom.
1. Tidak suka menerima kritik
Kritik merupakan salah satu cara untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan pada diri sendiri yang dinilai oleh orang lain. Tentu, kritik bebas dilakukan sebagai bentuk kebebasan berekspresi asal memiliki bentuk kritik yang membangun. Namun, seseorang yang mengalami MCS tidak menyukai kritik yang dilontarkan kepada mereka. Pasalnya, mereka menganggap dirinya sempurna dan tidak membutuhkan kritikan.
2. Berpikir dirinya paling sempurna
Seseorang yang megalami Main Character Syndrom biasanya memiliki pikiran bahwa mereka adalah pribadi yang sempurna. Hal ini menjadi dasar dari mengapa seseorang yang mengalami MCS cenderung tidak menyukai kritik. Mereka yang mengalami Main Character Syndrom biasanya akan berfikir bahwa diri mereka sempurna dengan cara memanipulasi kenyaaan serta membuat pribadi yang lebih positif dari kenyataannya.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Kebaya Lambang Karakter Indonesia Yang Anggun
3. Meromantisasi konflik
Meromantisasi konflik termasuk ke dalam salah satu tanda Main Character Syndrom. Pasalnya, dalam sebuah film biasanya karakter utama akan mengalami sebuah konflik yang akan membuat diri mereka berkembang. Perlu diingat, Main Character Syndrom merupakan dampak pola pikir sebagai karakter utama yang disebabkan oleh film.
Seseorang yang mengalami Main Character Syndrom akan meromantisasi konflik dengan anggapan mereka akan berkembang dan akan mendapatkan akhir bahagia seperti yang terjadi pada karakter utama di film.
4. Tidak memiliki empati
Seorang yang mengalami Main Character Syndrom faktanya tidak akan memiliki empati terhadap permasalahan yang orang lain alami. Contohnya ketika orang lain bercerita dengan dirinya maka akan membandingkan permasalahan orang lain dengan permasalahnya dan menganggap permasalahannya selalu lebih sulit dihadapi.
5. Hanya peduli dengan diri sendiri
Egois mungkin menjadi satu kata yang dapat mewakili seorang mengidap Main Character Syndrom. Seorang yang mengalami Main Character Syndrom dalam kondisi apapun akan lebih mementingkan dirinya sendiri serta menganggap segala sesuatu merupakan sebuah persaingan.
6. Obsesi memiliki hal yang spesial
Pada setiap film, karakter utama selalu memiliki suatu yang special, begitu pun orang yang mengalami Main Character Syndrom. Biasanya seseorang yang mengalami Main Character Syndrom akan merasa dirinya memiliki hal yang spesial. Main Character Syndrom membuat seseorang cenderung tidak akan mengakui keberhasilan orang lain dan sulit untuk memuji. (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






