Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Itu Duck Syndrome? Gangguan Psikologis Yang Banyak Dialami Orang Dewasa

Syifa Ismalia | 30 Agustus 2023, 23:18 WIB
Apa Itu Duck Syndrome? Gangguan Psikologis Yang Banyak Dialami Orang Dewasa

AKURAT.CO Duck Syndrome adalah istilah yang menggambarkan fenomena di mana seseorang terlihat tenang dan terkendali di permukaan, seperti seekor bebek yang tampak tenang mengapung di atas air, tetapi sebenarnya sedang berjuang keras di bawah permukaan air.

Istilah ini merujuk pada gangguan psikologis yang banyak dialami oleh orang dewasa, terutama di era sosial media yang seringkali menampilkan gambaran yang tidak akurat tentang kebahagiaan dan sukses.

Berikut ini faktor penyebab dan dampak duck syndrome terhadap kesejahteraan mental individu.

Definisi Duck Syndrome

Duck Syndrome mengacu pada perasaan tekanan dan kecemasan yang dialami oleh seseorang yang merasa perlu untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki segalanya di bawah kendali dan hidup yang sempurna, padahal sebenarnya mereka merasa cemas, stres, dan tidak bahagia di dalam.

Dalam dunia di mana citra sosial seringkali diutamakan, seseorang mungkin merasa perlu untuk menyembunyikan perasaan dan masalah pribadi mereka di balik senyuman palsu.

Faktor Penyebab Duck Syndrome

1. Tekanan Sosial

Lingkungan sosial dan budaya yang menghargai kesempurnaan dan pencapaian dapat mendorong seseorang untuk menyembunyikan perasaan dan kesulitan mereka.

2. Sosial Media

Platform sosial media cenderung menampilkan hanya sisi terbaik dari kehidupan seseorang, yang dapat menyebabkan perbandingan sosial dan tekanan untuk tampil sempurna secara visual.

3. Ekspektasi Pribadi

Beberapa individu menempatkan ekspektasi yang tinggi pada diri sendiri untuk mencapai standar yang tidak realistis, mengabaikan perasaan dan kebutuhan mereka sendiri.

4. Takut Dijudge

Rasa takut akan penghakiman dari orang lain dapat mendorong seseorang untuk menyembunyikan perasaan mereka demi menjaga citra yang diharapkan.

Dampak Duck Syndrome Terhadap Kesejahteraan Mental

1. Ketegangan Emosional

Menyembunyikan perasaan sejati dapat menyebabkan akumulasi tekanan emosional yang pada akhirnya dapat meledak dalam bentuk kecemasan, depresi, atau kemarahan yang intens.

2. Isolasi Sosial

Seseorang yang terjebak dalam Duck Syndrome mungkin merasa kesulitan untuk terhubung secara emosional dengan orang lain karena mereka merasa tidak bisa membuka diri.

3. Stres dan Kecemasan

Upaya untuk menjaga penampilan sempurna dapat memicu stres dan kecemasan berkepanjangan, yang mengganggu keseimbangan mental.

4. Kehilangan Identitas

Fokus yang berlebihan pada menjaga citra dapat membuat seseorang kehilangan kontak dengan siapa mereka sebenarnya dan apa yang mereka rasakan.

Cara Mengatasi Duck Syndrome

1. Terbuka tentang Perasaan

Penting untuk membangun keterampilan berbicara tentang perasaan dan kekhawatiran dengan teman, keluarga, atau profesional untuk meredakan tekanan emosional.

2. Mengenali Kemampuan dan Keterbatasan

Mengakui bahwa tidak ada yang sempurna dan setiap individu memiliki tantangan dan kelemahan adalah langkah penting menuju penerimaan diri sendiri.

3. Mengurangi Tekanan

Mengurangi ekspektasi yang tidak realistis dan fokus pada kemajuan daripada kesempurnaan dapat membantu mengurangi tekanan.

4. Pentingnya Diri Sendiri

Merawat kesehatan mental dan emosional sama pentingnya dengan menjaga citra luar. Meluangkan waktu untuk diri sendiri dan hobi yang menenangkan adalah penting.

Duck Syndrome adalah gangguan psikologis yang sering dialami oleh orang dewasa dalam upaya untuk menjaga citra kesempurnaan di hadapan orang lain, meskipun mungkin mereka sedang berjuang secara emosional.

Pengaruh lingkungan sosial, media sosial, dan tekanan ekspektasi dapat memperburuk fenomena ini.

Penting untuk mengenali bahwa kesejahteraan mental sama pentingnya dengan penampilan luar, dan mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional adalah langkah awal untuk mengatasi Duck Syndrome dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.