Akurat
Pemprov Sumsel

Ternyata Kantong Plastik Dulunya Ada Untuk Menyelamatkan Bumi

Sunarimo Darmaji | 23 Oktober 2023, 11:50 WIB
Ternyata Kantong Plastik Dulunya Ada Untuk Menyelamatkan Bumi

 

AKURAT.CO Plastik adalah salah satu masalah serius dalam persoalan sampah dan lingkungan saat ini.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 19,45 juta ton.

Banyak jenis plastik yang menjadi timbunan sampah, salah satunya adalah kantong plastik.

Kantong plastik yang dianggap sebagai pencemaran lingkungan ternyata dulunya diciptakan dengan tujuan menyelamatkan bumi dan membantu lingkungan lho.

Baca Juga: Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia, Selamatkan Bumi dengan Kebiasaan Baik Ini

Awal Mula Kantong Plastik

Kantong plastik pertama kali ditemukan pada tahun 1959 oleh seorang insinyur Swedia bernama Sten Gustaf Thulin. 

Awalnya kantong plastik ada untuk mengatasi masalah deforestasi yang disebabkan oleh produksi kantong kertas.

Kantong kertas adalah pilihan utama saat itu untuk memuat barang-barang belanjaan. Tetapi penggunaan kantong kertas berdampak pada deforestasi yang signifikan karena pohon harus ditebang untuk membuat kertas.

Maka, kantong plastik awalnya disambut dengan antusiasme karena mereka dianggap sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan, sebab plastik adalah bahan ringan, tahan air dan tahan lama jadi bisa dipakai beberapa kali.

Selain itu, pembuatan kantong plastik jauh lebih hemat sumber daya dibandingkan kantong kertas. 

Inilah yang mendorong peralihan dari kantong kertas ke kantong plastik.

Baca Juga: Ramai Di Medsos, Deretan Negara Ini Sudah Terlebih Dahulu Larang Penggunaan BPA Dalam Wadah Plastik

Perubahan Persepsi dan Dampak Lingkungan

Seiring berjalannya waktu, kantong plastik menjadi bahan sekali pakai yang menyebabkan sumber masalah lingkungan.

Kantong plastik yang dibuang dengan sembarangan mengakibatkan pencemaran lingkungan, seperti:

  • Pencemaran lautan dan daratan: Plastik sekali pakai yang dibuang dengan sembarangan seringkali berakhir di lautan dan daratan. Ini menciptakan masalah pencemaran yang serius di ekosistem air dan darat. 

Plastik dapat mengganggu kehidupan laut dan satwa liar, serta meracuni ekosistem yang tergantung pada air.

  • Mikroplastik: Ketika plastik terurai, itu seringkali menjadi mikroplastik, yaitu partikel-partikel kecil plastik yang sangat sulit untuk dihilangkan dari lingkungan.

Mikroplastik telah ditemukan di lautan, dalam tanah, dan bahkan dalam organisme laut, seperti ikan yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia.

  • Kerusakan ekosistem: Plastik dapat merusak ekosistem daratan dan perairan. Contoh kerusakan termasuk penghambatan aliran sungai oleh sampah plastik, kerusakan terumbu karang, dan keracunan tanah yang digunakan untuk pertanian.

Alternatif yang Lebih Ramah Lingkungan

Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan masalah sampah plastik, banyak perusahaan dan toko telah mulai menawarkan kantong belanjaan reusable yang terbuat dari bahan yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai individu, hindari juga penggunaan kantong plastik dengan menggunakan eco bag, tote bag kanvas, kantong plastik yang reusable dan lainnya yang ramah terhadap lingkungan. (Ami Fatimatuz Zahro)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
W
Editor
Wahyu SK