Akurat
Pemprov Sumsel

Vokalis Coldplay Jalani Diet One Meal A Day, Para Ahli Sebut Dampaknya Sangat Buruk

Syifa Ismalia | 9 November 2023, 09:37 WIB
Vokalis Coldplay Jalani Diet One Meal A Day, Para Ahli Sebut Dampaknya Sangat Buruk

AKURAT.CO Vokalis Coldplay, Chris Martin, mengungkapkan bahwa dirinya melakukan diet one meal a day dengan hanya makan satu kali sehari.

Penyanyi berusia 46 tahun itu mengatakan dia memulai diet ketat setelah makan siang bersama Bruce Springsteen, 73 tahun, yang punya tubuh lebih baik daripada dirinya.

Dikutip dari DailyMail, ada sejumlah besar penelitian yang menunjukkan bahwa diet one meal a day dapat memperpanjang hidup seseorang, memicu penurunan berat badan, dan menurunkan risiko penyakit termasuk diabetes dan Alzheimer.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa diet yang dilakukan vokalis Coldplay ini memiliki manfaat kesehatan yang besar.

Namun baru-baru ini beberapa sumber lain menyatakan bahwa hal itu berdampak buruk bagi jantung.

Para ahli berpendapat bahwa hal ini mungkin terjadi karena orang yang melakukan diet one meal a day makan lebih banyak sekaligus, yang menurut mereka dapat merusak sel.

Namun, ini adalah temuan awal dan para ahli mengatakandiet one meal a day masih lebih baik daripada makan berlebihan, karena obesitas terbukti menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.

Baca Juga: Promotor Kembali Didesak Batalkan Konser Coldplay, Masih Ada Waktu

Selebritas lain yang pernah mengikuti diet ini termasuk Mark Wahlberg, Chris Hemsworth, dan Hugh Jackman.

Diet one meal a day juga menjadi daya tarik massal di kalangan pria dalam beberapa tahun terakhir, sebagai cara yang efisien untuk mengurangi berat badan. Terutama saat ini ketika banyak orang sedang mempersiapkan tubuh musim panas mereka.

Para pendukung diet one meal a day telah menyoroti sejumlah manfaat kesehatan yang dipuji dari rencana diet ini.

Hal ini mencakup meta-analisis besar Kanada yang dirilis pada tahun 2020 yang menganalisis 27 uji coba dari 27 uji coba yang menemukan bahwa orang yang menggunakan rencana tersebut dapat menurunkan berat badan hingga 13 persen tanpa efek samping yang serius.

Meta-analisis lain yang diterbitkan pada tahun 2015 oleh para peneliti di Salt Lake City, Utah, menunjukkan bahwa rencana tersebut membuat orang lebih kecil kemungkinannya terkena penyakit arteri koroner atau diabetes. Diet one meal a day dapat meningkatkan risiko kematian dini sebesar 30%, menurut penelitian.

Sebuah penelitian terhadap 24.000 orang Amerika berusia di atas 40 tahun menemukan bahwa mereka yang makan satu kali sehari memiliki kemungkinan 30 persen lebih besar untuk meninggal.

Penelitian juga menemukan bahwa kebiasaan ini dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin, yang mungkin disebabkan oleh berkurangnya hormon yang dilepaskan setiap hari, sehingga mengurangi risiko diabetes.

Para ilmuwan berpendapat bahwa hal ini terjadi karena orang yang berpuasa akhirnya mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, yang dapat memberikan tekanan ekstra pada tubuh saat mencoba mencerna tumpukan kalori dan nutrisi sekaligus.

Baca Juga: Peraturan Konser Coldplay Di GBK, Dari Tas hingga Barang Yang Dilarang

Namun mereka menambahkan, masih terlalu dini untuk mengatakan secara pasti bahwa diet one meal a day berperan dalam kematian dini.

Yang lain berpendapat bahwa diet one meal a day untuk menurunkan berat badan tidak lebih efektif daripada membatasi asupan kalori.

Dan penelitian ketiga yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau kanker.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R