Akurat
Pemprov Sumsel

Hati-Hati! Ini 8 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Mulai Kurangi dari Sekarang

Syifa Ismalia | 2 Desember 2023, 07:21 WIB
Hati-Hati! Ini 8 Tanda Tubuh Kelebihan Gula, Mulai Kurangi dari Sekarang

AKURAT.CO Perlu diketahui kelebihan gula dalam tubuh sangat tidak baik untuk kesehatan. Orang yang mengonsumsi gula berlebih akan mengalami perasaan yang berbeda pada tubuh.

Gula adalah komponen makanan yang ditemukan dalam berbagai jenis makanan dan minuman. Konsumsi gula bisa dalam bentuk alami (seperti gula yang terkandung dalam buah-buahan) maupun dalam bentuk tambahan (seperti gula pasir atau sirup jagung tinggi fruktosa).

Meskipun gula adalah sumber energi yang penting bagi tubuh, konsumsi gula berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 28,7% masyarakat Indonesia mengkonsumsi Gula Garam Lemak (GGL) melebihi batas yang dianjurkan.

Berikut ini tanda kelebihan gula yang perlu diwaspadai lewat informasi dilansir dari Everyday Health.

Baca Juga: Kurangi Konsumsi Gula Jadi Khasiat Titiek Puspa Tetap Bugar

1. Iritabilitas

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi gula tambahan dapat meningkatkan peradangan, memperburuk suasana hati, dan menyebabkan gejala depresi.

Makanan atau camilan tinggi gula tanpa protein dan lemak dengan cepat meningkatkan gula darah, tetapi saat tubuh terburu-buru memproses semuanya, tingkat energi akan menurun, membuat tubuh merasa lesu dan mudah tersinggung.

2. Kelelahan

Saat tubuh merasa terlalu lelah, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya gula yang dikonsumsi. Gula adalah sumber energi yang sangat cepat, jadi berapa pun banyak yang dikonsumsi, dalam 30 menit akan merasa lapar lagi hingga mencari energi lagi.

3. Perasa manis berkurang

Tubuh akan melatih otak untuk mengharapkan tingkat rasa manis yang sangat tinggi. Sehingga, ketika terbiasa dengan hal itu, akan lebih sulit untuk merasa puas dengan makanan yang kurang manis karena sudah siap untuk mengharapkan tingkat rasa manis yang tinggi. Penilaian rasa manis bisa dibandingkan dengan seseorang yang jarang konsumsi gula.

4. Jerawat dan keriput

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin dapat mempengaruhi perkembangan jerawat. Kerutan mungkin merupakan tanda lain bahwa tubuh mengonsumsi terlalu banyak gula. Produk glikasi lanjutan, yang merupakan produk gula berlebih, mendorong penuaan kulit.

5. Munculnya hipertensi

Saat didiagnosis menderita hipertensi, terlalu banyak tambahan gula dalam makanan bisa menjadi penyebabnya. Menurut penelitian mengonsumsi minuman manis memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah tinggi dan kejadian hipertensi yang lebih tinggi.

6. Nyeri sendi

Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi manis secara teratur dikaitkan dengan peningkatan risiko arthtritis pada beberapa wanita. Sehingga konsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat menyebabkan nyeri sendi.

Baca Juga: Upayakan Produktivitas Gula Merah, Petani Tebu Bantu Asosiasi Bentuk BUMDes

7. Gangguan tidur

Menurut penelitian terhadap 300 mahasiswa, kualitas tidur yang buruk berhubungan secara signifikan dengan konsumsi gula tambahan yang lebih tinggi. Siklus tidur dan kualitas tidur diatur oleh cahaya dan suhu ruangan, serta kontrol glikemik.

8. Gangguan pencernaan

Terlalu banyak gula, diketahui dapat menyebabkan iritasi usus. Selain itu,jika memiliki kondisi kesehatan mendasar seperti sindrom iritasi usus besar maupun penyakit Crohn, perlu mengurangi gula.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R