Akurat
Pemprov Sumsel

Rumah Sakit Abdi Waluyo Kenalkan Pengobatan Water Vapor Thermal Theraphy, Atasi Pembesaran Prostat

Sri Agustina | 29 Maret 2024, 15:00 WIB
Rumah Sakit Abdi Waluyo Kenalkan Pengobatan Water Vapor Thermal Theraphy, Atasi Pembesaran Prostat

AKURAT.CO, Rumah Sakit Abdi Waluyo baru saja memperkenalkan Water Vapor Thermal Theraphy yang mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya efek damping pengobatan pembesaran prostat. Terutama risiko disfungsi ereksi dan gangguan ejakulasi.

"Meskipun tidak langsung mengancam jiwa, penyakit in dapat menyebabkan menurunkan kualitas hidup pasien. Hal ini ya mendorong kami untuk menghadirkan One-stop-care untuk pasien pembesaran prostat jinak,” ujar CEO RS. Abdi Waluyo, dr. Roswin Rosnim Djaafar, MARS, CEO RS Abdi Waluyo, saat media briefing di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/3/2024).

Dalam penggunaannya, menurut dokter Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS yang merupakan dokter Spesial Urologi, pengobatan prostat dilakukan saat prostat belum terlalu membesar.

“Walaupun demikian, Water Vapor Thermal Therapy sendiri direkomendasikan untuk prostat yang tidak terlalu besar, paling ideal diantara volume 30 hingga 80 ml, dengan acuan volume prostat normal berkisar dibawah Rp25-30 ml. Apakah bisa dilakukan untuk prostat yang lebih besar dari 80 ml? Bisa saja, tapi harus dirundingkan risk-benefit-nya dengan pasien dan mimungkin disarankan untuk menjalani terapi lain yang lebih efektif, seperti operasi Laser Prostat" tambahnya,” kata Spesialis Urologi RS Abdi Waluyo, dr. Adistra Imam Satjakoesoemah, SpU, FICS.

Selain dengan Water Vapor Thermal Therapy, terdapat juga pengobatan operasi laser prostat dengan laser Thulium (Thu:Yag) dan Thulium Fiber Laser (TFL) menggunakan teknik enukleasi prostat (ThuLEP/Thulium Laser Enucleation of The Prostate).

Semua bertujuan untuk memberikan perbaikan kualitas hidup pasien dengan pembesaran prostat, yang kerap terjadi pada pria usia 50-an ke atas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.