Kenali Gejala Penyakit Asma Pada Anak, IDI Kabupaten Cilacap Berikan Rekomendasi Obat

AKURAT.CO Asma pada anak adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan, yang menyebabkan kesulitan bernapas. Penyakit ini dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari anak dan memerlukan perhatian khusus untuk pengelolaannya.
Berdasarkan hasil Riskesdas dibantu oleh IDI sejak tahun 2018, prevalensi asma pada anak usia 13-14 tahun di Indonesia mencapai 6-7%. Penting bagi orang tua untuk mengobati penyakit ini sedini mungkin agar tidak menimbulkan gejala kesehatan lain.
IDI merupakan singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. Organisasi ini merupakan wadah profesi bagi para dokter di Indonesia, didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cilacap dengan alamat website idikabcilacap.org adalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter yang berpraktek di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
IDI Kabupaten Cilacap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. Organisasi ini berperan dalam memberikan dukungan kepada anggota dalam menjalankan praktik medis yang sesuai dengan standar profesional.
Dengan penelitian yang dilakukan oleh IDI Kabupaten Cilacap, ada berbagai cara untuk memahami penyebab gejala terjadinya penyakit asma serta obat untuk mengobati bagi penderitanya.
Apa saja gejala penyebab terjadinya penyakit asma pada anak?
IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menjelaskan bahwa penyakit asma adalah kondisi pernapasan yang dapat mempengaruhi individu dari segala usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Gejala asma dapat bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan faktor pemicu. Berikut adalah beberapa gejala umum yang terkait dengan asma meliputi:
- Sering batuk
Bagi penderita asma, batuk yang sering muncul, terutama di malam hari atau saat berolahraga, adalah salah satu gejala utama asma. Batuk ini biasanya tidak disertai demam dan dapat berlangsung lama.
Baca Juga: Kenali Radang Tenggorokan, IDI Kabupaten Batang Beri Informasi Obat yang Bisa Meringankan Gejala
- Sesak napas dan sulit untuk berbicara
Anak-anak maupun orang dewasa dengan asma sering mengalami sesak napas, yang dapat ditandai dengan napas yang cepat dan terasa berat. Dalam kasus parah, sesak napas dapat membuat seseorang kesulitan berbicara.
- Kelelahan, lesu serta sulit tidur
Bagi anak-anak dan orang dewasa, penderita asma mungkin tampak lemas atau kurang bertenaga, terutama setelah mengalami serangan asma atau saat gejalanya kambuh. Gejala asma seperti batuk dan sesak napas seringkali mengganggu tidur, menyebabkan anak-anak atau orang dewasa terbangun di malam hari.
- Kulit terlihat lebih pucat
Bagi anak yang sedang mengalami penyakit asma, kulit, kuku, atau bibir akan tampak lebih pucat atau kebiruan bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan oksigen akibat serangan asma yang parah.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penderita penyakit asma pada anak?
Penderita asma memerlukan pengobatan untuk menurunkan gejala asma dengan signifikan baik pada anak-anak hingga orang dewasa. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk penderita penyakit asma, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa:
- Salbutamol (Ventolin Inhaler)
Ventolin Inhaler mengandung salbutamol, digunakan untuk meredakan serangan asma ringan hingga berat. Dosis untuk anak usia 4 tahun ke atas adalah 2 inhalasi setiap 4-6 jam.
- Montelukast (Singulair)
Obat ini mengandung theophylline, obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot di saluran napas dan membantu meredakan gejala asma.
- Theobron Sirup
Theobron Sirup 100 Ml bermanfaat untuk mengatasi gejala sesak napas pada penyakit asma. Theobron Sirup 100 Ml bekerja dengan cara mengendurkan otot pada saluran pernapasan dan mengurangi respons saluran pernapasan terhadap rangsangan dari luar.
Penggunaan obat-obatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, karena setiap jenis obat dapat memiliki efek samping dan interaksi dengan obat lain. Pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan dan melakukan kontrol rutin agar kondisi anak dapat dipantau dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








