Kenali Penyebab Sakit Buang Air Kecil saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO - Berbicara tentang gangguan kesehatan selama kehamilan, salah satunya yang sering dialami adalah rasa sakit saat ingin buang air kecil. Ibu hamil mungkin sering mengalami sakit saat ingin buang air kecil, terutama pada trimester pertama dan trimester ketiga.
Sakit saat buang air kecil dapat disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke dalam kandung kemih. Infeksi pada saluran kemih biasanya menyebabkan nyeri dan sakit, sehingga bumil membutuhkan pengobatan dengan segera.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit buang air kecil saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
PAFI dengan alamat website https://pafikabupatenlingga.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berperan dalam menyusun standar praktik kefarmasian, mengadakan pelatihan dan sertifikasi, serta berkontribusi aktif dalam advokasi kebijakan farmasi dan kesehatan nasional. Organisasi ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan farmasi, menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan dan lembaga pemerintah demi kemajuan profesi farmasi di Indonesia.
Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit buang air kecil pada ibu hamil?
Secara umum, infeksi saluran kemih merupakan penyebab paling utama sakit saat buang air kecil pada ibu hamil. Hal ini dapat terjadi ketika bakteri dari luar tubuh masuk ke dalam uretra atau dasar saluran kemih. Selama kehamilan, pertumbuhan janin memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kemih, ibu hamil rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK). Kondisi ini menyebabkan kebocoran urine, yang menyebabkan rasa sakit dan keinginan untuk buang air kecil secara terus-menerus. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sakit buang air kecil selama kehamilan yang perlu diperhatikan meliputi:
- Adanya infeksi saluran kemih (ISK)
ISK adalah penyebab paling umum sakit saat buang air kecil pada ibu hamil. Kehamilan menyebabkan perubahan hormonal dan mekanis yang meningkatkan risiko ISK. Peningkatan hormon progesteron menyebabkan relaksasi otot polos saluran kemih, termasuk pelebaran ureter dan penurunan tonus otot kandung kemih. Hal ini menyebabkan urine mengalir lebih lambat dan urine tertahan (stasis), sehingga memudahkan bakteri berkembang biak. Selanjutnya, rahim yang membesar menekan kandung kemih dan saluran kemih, menghambat pengosongan urine secara sempurna dan menekan drainase darah serta limfe dari dasar kandung kemih, sehingga daerah tersebut rentan pembengkakan, cedera, hingga infeksi.
- Produksi urine berlebih dan perubahan mekanis
Selama kehamilan, volume darah meningkat hingga 40-50%, meningkatkan kerja ginjal dan produksi urine. Kandung kemih cepat penuh sehingga ibu hamil lebih sering buang air kecil. Tekanan ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri saat berkemih, terutama saat rahim membesar di trimester akhir. Janin yang membesar memberikan tekanan langsung pada kandung kemih dan uretra, menyebabkan iritasi dan pengosongan kandung kemih tidak sempurna, sehingga menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil.
- Adanya vaginosis bakterial
Vaginosis bakterial merupakan salah satu faktor penyebab sakit buang air kecil selama kehamilan. Ketidakseimbangan flora bakteri normal di vagina selama kehamilan dapat menyebabkan vaginosis bakterial, yang menimbulkan peradangan di vagina dan uretra sehingga menyebabkan nyeri saat berkemih. Vaginosis ini juga dapat memicu ISK jika bakteri naik ke saluran kemih.
- Adanya infeksi menular seksual (IMS)
Faktor selanjutnya yang menyebabkan rasa nyeri dan sakit saat buang air kecil adalah infeksi menular seksual (IMS). Infeksi seperti klamidia, gonore, dan herpes genital dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil dan nyeri panggul. IMS ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius selama kehamilan, seperti keguguran atau kelahiran prematur.
- Kesulitan menjaga kebersihan organ intim
Faktor terakhir yang menyebabkan rasa nyeri dan sakit saat buang air kecil selama kehamilan adalah sulitnya menjaga kebersihan pada organ intim wanita. Perubahan fisik dan ukuran perut yang membesar membuat ibu hamil sulit menjaga kebersihan area genital secara optimal, sehingga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan iritasi yang menyebabkan rasa sakit saat berkemih.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit saat buang air kecil pada ibu hamil?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama sakit saat buang air kecil pada ibu hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit saat buang air kecil selama kehamilan serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
- Paracetamol
Paracetamol adalah obat paling umum yang digunakan untuk meredakan nyeri dan demam yang mungkin menyertai infeksi saluran kemih. Paracetamol aman untuk ibu hamil jika digunakan sesuai dosis yang telah diresepkan oleh apoteker.
- Nitrofurantoin
Nitrofurantoin merupakan salah satu antibiotik yang biasanya diresepkan oleh apoteker untuk mengobati infeksi saluran kemih pada ibu hamil. terutama pada trimester pertama dan kedua. Namun, penggunaannya biasanya dihindari pada trimester ketiga karena risiko anemia hemolitik pada bayi.
- Sulfonamida
Sulfonamida adalah obat golongan antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih pada ibu hamil, salah satunya adalah cotrimoxazole. Tetapi penggunaan obat ini harus dihindari pada trimester awal dan menjelang persalinan karena risiko efek samping pada janin seperti kernikterus.
- Sefalosporin
Beberapa jenis obat antibiotik ini seperti cefixime, amoxicillin, ampicillin. Obat golongan antibiotik sering diresepkan apoteker untuk ibu hamil karena profil keamanannya yang baik selama kehamilan.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi sakit saat buang air kecil selama kehamilan adalah minum banyak air putih untuk membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih, menjaga kebersihan organ intim dengan baik serta tidak menahan buang air kecil agar urine tidak tertahan lama dan mengurangi risiko infeksi.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini






