Akurat
Pemprov Sumsel

Apakah Mencuci Pembalut Wajib? Ini Fakta Lengkap Menurut Kesehatan dan Hukum Islam

Melly Kartika Adelia | 28 April 2025, 13:49 WIB
Apakah Mencuci Pembalut Wajib? Ini Fakta Lengkap Menurut Kesehatan dan Hukum Islam

AKURAT.CO Ramai diperbincangkan terkait penggunaan pembalut setelah dipakai bagi perempuan yang sedang dalam masa haid atau menstruasi.

Apakah pembalut setelah dipakai perlu dicuci atau langsung dibuang? Umumnya pembalut sekali pakai memang didesain untuk langsung dibuang dan tidak diwajibkan dicuci terlebih dahulu.

Namun, topik mengenai pembalut dicuci atau langsung dibuang menuai banyak pro kontra di kalangan masyarakat.

Bagaimana fakta dan etika sebenarnya? Simak selengkapnya!

Awal Mula Perdebatan Pembalut Setelah Dipakai

Perdebatan habit pembalut setelah dipakai menuai pro kontra di kalangan masyarakat terbagi dalam dua kubu antara habit memakai pembalut yang dicuci terlebih dahulu baru dibuang dengan habit memakai pembalut setelah dipakai langsung dibuang.

Dari kedua kubu tersebut, masing-masing mempunyai argumennya sendiri.

Mulai dari kelompok masyarakat yang menganut habit dicuci sebelum dibuang, yang percaya akan kebersihan dan etika kebersihan lingkungan.

Hingga sering juga dikaitkan dengan mitos hal mistis seperti darah yang konon akan menjadi santapan jin/setan jika tidak dibersihkan.

Namun, terlepas dari prinsip dan kepercayaan yang dianut masyarakat, apakah mencuci pembalut itu wajib?

Baca Juga: Malas Ganti Pembalut Saat Menstruasi? Hati-hati Banyak Dampak Negatifnya Lho

Fakta Mencuci Pembalut Setelah Dipakai dari Segi Kesehatan dan Lingkungan

Menanggapi persoalan pembalut setelah dipakai, dokter spesialis kandungan dan ginekologi memberikan keterangan bahwa pembalut sekali pakai tidak wajib untuk dicuci sebelum dibuang.

Mencuci pembalut bekas dipakai justru malah menimbulkan potensi penyebaran kuman dan bakteri dari darah menstruasi, khususnya pada proses pencucian tanpa menggunakan alat dan metode yang benar.

Hal ini dikarenakan darah menstruasi merupakan sarang bakteri berkembang biak, sehingga jika terdapat kontak langsung dengan darah dapat menjadi jalan bagi penularan penyakit.

Adapun, menurut Jurnal Kesehatan Lingkungan UHO (2022), dari sisi lingkungan, pembalut sekali pakai yang tidak dicuci dan tidak dibuang dengan baik dapat mencemari air dan tanah karena mengandung bakteri serta polutan.

Namun pencucian pembalut setelah dipakai juga beresiko mencemari air limbah jika tidak dikelola dengan benar.

Jurnal ini berfokus pada bagaimana seharusnya manusia lebih memperhatikan cara pembuangan pembalut yang benar agar terhindar dari masalah estetika lingkungan serta munculnya bau tidak sedap.

Namun secara menyeluruh tidak ada kewajiban atau keharusan pasti untuk mencuci pembalut sebelum dibuang.

Baca Juga: Waspadai! Inilah 5 Ciri-Ciri Pembalut Yang Berbahaya Untuk Kesehatan

Fakta Mencuci Pembalut Setelah Dipakai dari Segi Agama Menurut Islam

Dalam syariat Islam, belum ditemukan satupun ulama yang menganjurkan atau mewajibkan perempuan yang sedang dalam masa menstruasi untuk membersihkan pembalut bekas darah menstruasi sebelum dibuang.

Yang wajib dalam syariat adalah membersihkan najis (darah menstruasi) dari pakaian atau tubuh jika hendak melakukan salat setelah masa menstruasi tersebut selesai.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadist riwayat Aisyah radhiyallahu 'anha:

"Apabila salah seorang di antara kami sedang haid, Rasalullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan untuk memakai kain izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah)." (HR. Muslim)

Adapun, beberapa pandangan lain dari fikih modern mengatakan bahwa pembalut sekali pakai didesain untuk langsung dibuang setelah digunakan.

Seperti halnya tisu dan tidak ada perintah atau syariat khusus yang mengharuskan untuk dicuci terlebih dahulu.

Tips Setelah Menggunakan Pembalut

Kesimpulan yang dapat diambil dari berbagai sumber di atas adalah, mencuci pembalut sebelum dibuang merupakan hal yang tidak wajib dilakukan, baik dari segi kesehatan dan agama.

Awal mula anjuran pencucian pembalut tidak lain adalah untuk pembalut kain yang dapat dipakai kembali setelah digunakan, namun untuk pembalut sekali pakai disesuaikan dengan desain yang dibuat yakni dapat langsung dibuang setelah dipakai.

Adapun dari segi etika, untuk menjaga kenyamanan lingkungan dan kebersihan bersama, pembuangan pembalut dapat dilakukan dengan melipat rapat dengan kertas maupun plastik kemudian dipadatkan sampai tidak terlihat darah menstruasi tersebut.

Sehingga mengurangi potensi bau tidak sedap yang muncul serta kontaminasi bakteri di pembuangan akhir nantinya.

Baca Juga: Berawal dari Keresahan, Mahasiswa ITB Bikin Pembalut Organik

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.