Etana Raih Izin Penting untuk Dua Produk Strategis, Perkuat Langkah Menuju Kemandirian Industri Farmasi

AKURAT.CO PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.
Perusahaan bioteknologi ini sukses memperoleh dua izin krusial dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, yakni Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) untuk vaksin tuberkulosis inhalasi, serta Nomor Izin Edar (NIE) untuk vaksin mRNA dengan serotipe terbaru.
Pencapaian ini tak hanya memperkuat posisi Etana sebagai pemain utama di industri bioteknologi nasional, tapi juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan teknologi vaksin berbasis dalam negeri.
Presiden Direktur Etana, Nathan Tirtana, mengungkapkan bahwa vaksin tuberkulosis inhalasi ini merupakan produk pertama yang dikembangkan sepenuhnya di Indonesia, dari teknologi, lisensi, hingga uji klinis yang akan dilakukan secara mandiri.
"Lisensinya kami beli penuh dan seluruh pengembangan teknologinya ada di tangan kami. Ini vaksin TBC inhalasi pertama yang menggunakan tiga antigen, dan kami berharap efikasinya lebih tinggi. Seluruh uji klinik dari fase 1 hingga 3 akan dilakukan di Indonesia," ujar Nathan saat acara Asistensi Regulatori Obat Terpadu di Jakarta, Selasa (20/5/2025).
Etana juga berencana membangun fasilitas produksi lokal untuk mendukung pengembangan penuh dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Jokowi Akan Perlihatkan Ijazahnya Saat Diminta oleh Hakim
Di tengah tantangan pasca-pandemi, Etana tetap konsisten mengembangkan platform vaksin mRNA dan berhasil menjadi satu-satunya perusahaan di ASEAN yang mendapatkan izin edar untuk vaksin mRNA berteknologi terbaru dari BPOM.
“Kami tidak berharap pandemi kembali terjadi, tetapi kami harus siap. Kami akan terus mempertahankan standar GMP dan mengembangkan teknologi mRNA sebagai bagian dari strategi ketahanan kesehatan nasional,” jelas Nathan.
Dalam jangka panjang, Etana berharap dapat mempercepat proses pengembangan vaksin TBC, membangun ekosistem bioteknologi yang kuat, serta menggandeng pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan swasta.
“Kami berharap dukungan penuh dari BPOM, Kementerian Kesehatan, dan komunitas kesehatan agar proses uji klinis dan produksi vaksin bisa berjalan optimal,” tutup Nathan.
Dengan inovasi berkelanjutan dan semangat kemandirian, Etana menegaskan posisinya sebagai pilar penting dalam membangun industri farmasi nasional yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









