Cara Hilangkan Bruntusan di Wajah dengan Cepat dan Efektif: Panduan Lengkap yang Bisa Dilakukan di Rumah

AKURAT.CO Selain jerawat, bruntusan merupakan masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Kondisi ini muncul dalam bentuk bintik-bintik kecil berwarna merah atau putih yang membuat permukaan kulit terasa kasar dan tidak rata.
Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, bruntusan di wajah jelas mengganggu penampilan, terutama jika muncul di area T-zone seperti dahi, hidung, dan dagu.
Bruntusan bisa terjadi karena banyak faktor, mulai dari keringat berlebih, alergi, perubahan hormon, stres, hingga penggunaan skincare yang tidak cocok. Pada sebagian orang, bruntusan juga muncul akibat penumpukan sel kulit mati di folikel rambut, kelembapan tinggi, bahkan konsumsi makanan manis dan produk olahan susu.
Lalu, bagaimana cara menghilangkan bruntusan dengan cepat di rumah? Yuk, simak panduan lengkap berikut ini.
1. Cuci Wajah dengan Air Dingin
Membersihkan wajah dengan air dingin atau suhu ruang bisa menjadi langkah pertama yang efektif untuk mengatasi bruntusan.
Menurut North American Journal of Medicinal Sciences dalam studi berjudul Scientific Evidence-Based Effects of Hydrotherapy on Various Systems of the Body, mencuci wajah dengan air dingin dapat meningkatkan aliran darah ke kulit. Sirkulasi darah yang lancar membantu kulit terlindungi dari paparan radikal bebas yang memicu peradangan dan munculnya bruntusan.
Jika kamu mengalami jerawat atau bruntusan yang tak kunjung sembuh meski sudah ganti produk skincare, sebaiknya konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan perawatan yang sesuai.
2. Eksfoliasi Secara Teratur
Eksfoliasi menjadi langkah penting untuk mengangkat sel kulit mati dan membuka pori-pori yang tersumbat — dua penyebab utama munculnya bruntusan.
Lakukan eksfoliasi seminggu sekali menggunakan produk lembut yang mengandung bahan aktif seperti:
-
Asam salisilat (salicylic acid)
-
Asam glikolat (glycolic acid)
-
Retinoid
-
Asam laktat
-
Urea
Namun, hati-hati dalam melakukannya. Eksfoliasi berlebihan atau menggunakan scrub kasar bisa menyebabkan iritasi dan membuat kulit semakin kering. Gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian dan hindari menggosok kulit terlalu keras.
3. Lakukan Chemical Peeling di Klinik
Untuk kasus bruntusan yang membandel, chemical peeling bisa menjadi solusi.
Menurut Statpearls Journal dalam studi berjudul Keratosis Pilaris, penggunaan asam glikolat 70 persen selama 5–7 menit dapat membantu menghilangkan bruntusan dengan cepat.
Namun, perawatan ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit di klinik kecantikan agar aman dan hasilnya maksimal. Chemical peeling bekerja dengan cara mengangkat lapisan kulit mati, mempercepat regenerasi sel baru, serta memperbaiki tekstur kulit.
4. Gunakan Skincare dengan Kandungan Aktif
Beberapa bahan aktif tertentu terbukti ampuh untuk mengatasi bruntusan. Kamu bisa memilih produk skincare dengan kandungan berikut:
-
Salicylic acid, untuk membuka pori-pori yang tersumbat
-
Benzoyl peroxide, untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan bruntusan
-
Retinoid, yang membantu mempercepat regenerasi sel kulit
-
Tea tree oil, dengan sifat antibakteri dan antiradang alami
Gunakan produk ini secara bertahap agar kulit tidak kaget. Hindari pemakaian berlebihan karena bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi.
5. Gunakan Pelembap yang Tepat
Banyak orang salah kaprah dengan mengira kulit beruntusan tidak perlu dilembapkan. Padahal, kulit yang kering justru bisa memperparah kondisi ini.
Gunakan pelembap bebas minyak (oil-free) dan non-komedogenik agar tidak menyumbat pori-pori. Pilih yang mengandung asam laktat untuk membantu hidrasi kulit sekaligus mempercepat pergantian sel kulit mati.
Oleskan pelembap setelah mandi atau mencuci wajah ketika kulit masih sedikit lembap agar efeknya lebih optimal.
6. Masker Oatmeal, Solusi Alami yang Menenangkan
Selain produk skincare modern, kamu juga bisa memanfaatkan oatmeal sebagai masker alami. Oatmeal dikenal memiliki sifat menenangkan dan melembapkan kulit, serta mampu mengurangi peradangan akibat bruntusan.
Caranya mudah, cukup campurkan oatmeal dengan air hangat hingga menjadi pasta, lalu oleskan ke wajah selama 10–15 menit sebelum dibilas.
7. Gunakan Masker Arang atau Tanah Liat
Masker berbahan dasar charcoal (arang) dan clay (tanah liat) juga efektif membantu membersihkan kotoran, minyak, serta sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
Kedua jenis masker ini bisa menyerap kelebihan sebum di wajah dan membantu mengeringkan bruntusan lebih cepat. Gunakan satu hingga dua kali seminggu sesuai kebutuhan kulitmu.
8. Hindari Produk Berpewangi dan Pakaian Ketat
Saat kulit sedang bruntusan, hindarilah produk yang mengandung pewangi atau parfum, karena bahan ini bisa menyebabkan iritasi.
Selain itu, gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat agar kulit bisa bernapas. Pakaian ketat dapat menimbulkan gesekan yang memperparah peradangan dan membuat benjolan kecil makin banyak.
9. Perhatikan Pola Makan dan Gaya Hidup
Kesehatan kulit tidak hanya ditentukan dari luar, tetapi juga dari dalam.
Hindari konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan produk susu berlebihan, karena dapat memicu produksi sebum dan memperparah peradangan kulit.
Sebaliknya, perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah segar, air putih, serta makanan kaya antioksidan yang membantu kulit tetap sehat dan bersih.
10. Pertimbangkan Pengobatan Medis Jika Bruntusan Parah
Jika bruntusan tidak kunjung membaik meski sudah melakukan berbagai perawatan, dokter mungkin akan merekomendasikan antibiotik oral seperti doxycycline, minocycline, atau tetracycline.
Menurut The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, tetracycline adalah salah satu jenis antibiotik paling kuat untuk mengatasi kondisi ini.
Pada beberapa kasus tertentu, pil kontrasepsi oral juga dapat diresepkan untuk mengontrol hormon yang memicu produksi minyak berlebih di wajah.
Namun, penggunaan obat-obatan tersebut harus melalui konsultasi dan pengawasan dokter agar aman.
Cara Mencegah Bruntusan Kembali
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Agar bruntusan tidak datang lagi, perhatikan beberapa kebiasaan berikut:
-
Rajin mencuci wajah dua kali sehari dengan sabun lembut
-
Hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor
-
Gunakan skincare berlabel non-comedogenic dan oil-free
-
Rutin melakukan eksfoliasi seminggu sekali
-
Selalu gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan
Kesimpulan
Bruntusan memang tidak berbahaya, tapi bisa sangat mengganggu penampilan dan kepercayaan diri. Kabar baiknya, kondisi ini bisa diatasi dengan perawatan sederhana di rumah—mulai dari mencuci wajah dengan benar, eksfoliasi lembut, hingga penggunaan skincare dengan bahan aktif seperti salicylic acid atau retinoid.
Namun, jika bruntusan sudah berlangsung lama dan tak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter kulit agar mendapat penanganan yang tepat.
Rawat kulitmu secara konsisten dan bijak memilih produk perawatan agar wajah kembali bersih, halus, dan sehat.
Kalau kamu ingin tahu lebih banyak tips perawatan kulit, pantau terus update terbaru seputar kecantikan dan kesehatan di AKURAT.CO.
Baca Juga: 3 Manfaat Masker Putih Telur untuk Mengencangkan Wajah
Baca Juga: 3 Cara Hilangkan Noda Hitam di Wajah Cukup Pakai Bahan Alami
FAQ — Cara Menghilangkan Bruntusan di Wajah
1. Apa itu bruntusan?
Bruntusan adalah kumpulan bintik-bintik kecil pada permukaan kulit yang membuat tekstur wajah terasa kasar. Biasanya disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati, minyak, dan kotoran di folikel rambut.
2. Apa penyebab umum bruntusan di wajah?
Penyebabnya beragam: penumpukan sel kulit mati, pori tersumbat, perubahan hormon, penggunaan skincare yang tidak cocok, gesekan (friction), kelembapan tinggi, makanan tinggi gula/produk susu, serta stres.
3. Bagaimana cara menghilangkan bruntusan dengan cepat di rumah?
Langkah praktis: cuci muka dua kali sehari dengan pembersih lembut, eksfoliasi lembut seminggu sekali, gunakan produk yang mengandung salicylic acid atau benzoyl peroxide, memakai pelembap non-komedogenik, dan hindari produk berpewangi.
4. Apakah eksfoliasi aman untuk bruntusan? Berapa sering?
Eksfoliasi berguna untuk mengangkat sel kulit mati, tapi jangan berlebihan. Lakukan 1 kali per minggu untuk produk kimiawi/enzim, atau hati-hati dengan scrub fisik (pilih butiran halus). Terlalu sering dapat menyebabkan iritasi dan memperparah bruntusan.
5. Produk apa yang paling efektif untuk mengatasi bruntusan?
Bahan yang sering direkomendasikan: salicylic acid (BHA) untuk membuka pori, benzoyl peroxide untuk membunuh bakteri, retinoid untuk pergantian sel, serta produk dengan urea atau asam laktat untuk melembapkan sekaligus eksfoliasi.
6. Apakah metode alami (mis. oatmeal, madu, lidah buaya) efektif?
Beberapa bahan alami seperti oatmeal (menenangkan kulit), madu (antimikroba ringan), dan lidah buaya (antiradang) dapat membantu meredakan iritasi dan kemerahan. Tapi untuk bruntusan berat, bahan alami biasanya kurang efektif sendirian dan lebih cocok sebagai tambahan perawatan.
7. Kapan harus ke dokter kulit?
Periksakan ke dokter jika bruntusan tak membaik setelah perawatan rumahan berulang selama beberapa minggu, muncul peradangan berat, atau Anda mempertimbangkan obat oral/chemical peeling. Dokter juga bisa mendiagnosis penyebab lain dan memberi resep antibiotik atau terapi hormonal jika perlu.
8. Apakah antibiotik oral diperlukan untuk bruntusan?
Antibiotik oral kadang diresepkan untuk kasus peradangan berat atau bruntusan yang menetap. Penggunaan harus berdasarkan pemeriksaan dokter dan dikombinasikan dengan perawatan topikal — bukan solusi mandiri.
9. Apakah pil kontrasepsi membantu?
Untuk beberapa orang dengan fluktuasi hormon sebagai pemicu, pil kontrasepsi tertentu dapat mengurangi produksi sebum dan memperbaiki kondisi kulit. Harus dikonsultasikan dengan dokter kandungan/dermatolog.
10. Bagaimana memilih pelembap untuk kulit beruntusan?
Pilih pelembap non-komedogenik, oil-free, dan bebas parfum. Produk dengan humektan (mis. hyaluronic acid) atau asam laktat ringan cocok untuk menjaga kelembapan tanpa menyumbat pori.
11. Bisakah memakai retinoid jika kulit sensitif?
Retinoid efektif tapi bisa menyebabkan pengelupasan dan iritasi awal. Mulailah dengan frekuensi rendah (mis. 2–3 malam/minggu), gunakan pelembap, dan selalu pakai tabir surya di siang hari. Untuk kulit sangat sensitif, konsultasi dokter bisa membantu menentukan konsentrasi aman.
12. Bagaimana peran pola makan terhadap bruntusan?
Makanan tinggi gula, lemak jenuh, dan olahan susu dapat memperburuk peradangan pada beberapa orang. Memperbanyak sayur, buah, dan asupan antioksidan serta menjaga hidrasi membantu kondisi kulit dari dalam.
13. Apakah waxing atau mencukur memengaruhi bruntusan?
Walau tidak selalu penyebab, waxing atau mencukur dapat memicu iritasi dan memperparah bruntusan bila dilakukan pada area yang sedang meradang. Hindari sementara sampai kulit membaik.
14. Langkah pencegahan agar bruntusan tidak kambuh?
Rutin cuci muka dua kali sehari, gunakan produk non-komedogenik, eksfoliasi terjadwal, jaga kelembapan kulit, hindari menyentuh wajah dengan tangan kotor, dan gunakan pakaian/penutup yang menyerap keringat.
15. Berapa lama biasanya bruntusan hilang?
Durasi bervariasi: bruntusan ringan bisa membaik dalam beberapa hari–minggu dengan perawatan yang tepat, sementara kasus kronis atau hormonal mungkin perlu beberapa minggu–bulan dan intervensi medis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









