Akurat
Pemprov Sumsel

Purnomo Yusgiantoro Center dan Perwatusi Gaungkan Gerakan 'Katakan Tidak pada Keropos Tulang' di Hari Osteoporosis Nasional 2025

Mukodah | 23 Oktober 2025, 19:46 WIB
Purnomo Yusgiantoro Center dan Perwatusi Gaungkan Gerakan 'Katakan Tidak pada Keropos Tulang' di Hari Osteoporosis Nasional 2025

AKURAT.CO Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional dan Dunia 2025, Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) bersama Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) menggelar kegiatan edukatif bertema "Membangun Masyarakat Peduli Osteoporosis Indonesia, Katakan Tidak pada Keropos Tulang (Say No to Fragile Bone)" pada Rabu (22/10/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan tulang sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Febria Annesca Oroh, perwakilan dari Purnomo Yusgiantoro Center (PYC), menyampaikan apresiasi atas peran Perwatusi dalam mengangkat isu kesehatan tulang di Indonesia.

Baca Juga: Hari Osteoporosis Nasional 2025 Tekankan Gaya Hidup Sehat dan Deteksi Dini untuk Tulang Kuat

"Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam kegiatan yang sangat bermakna ini. Kami mengapresiasi Perwatusi yang secara konsisten mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang, serta seluruh mitra yang turut mendukung acara ini," jelasnya.

Febria menjelaskan bahwa PYC merupakan lembaga yang berdedikasi pada penelitian, pengembangan kebijakan dan pemberdayaan masyarakat. Dengan salah satu fokus utama yaitu kesehatan sebagai pilar kesejahteraan bangsa.

"Dalam konteks kesehatan tulang, PYC mendukung kegiatan yang menekankan edukasi dan pencegahan. Melalui kolaborasi dengan Perwatusi, kami berupaya memperluas kesadaran publik akan pentingnya menjaga kesehatan tulang guna mencegah penyakit seperti osteoporosis," katanya.

Baca Juga: Hari Osteoporosis Sedunia, Yuk Jaga Kesehatan Tulang Dengan Olahraga Teratur

Sementara itu, Ketua Umum Perwatusi, Anita A. Hutagalung, menegaskan bahwa osteoporosis sering disebut sebagai silent disease, penyakit yang datang tanpa gejala tetapi berdampak besar terhadap kualitas hidup.

"Tulang yang rapuh dan mudah patah dapat menurunkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat. Karena itu, melalui peringatan Hari Osteoporosis Nasional, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengambil langkah nyata dalam pencegahan," ujarnya.

Anita mengatakan, tahun ini Perwatusi menyelenggarakan rangkaian kegiatan di tiga tempat yaitu Jakarta, Semarang dan Cimahi.

Baca Juga: Apa Itu Osteoporosis dan Langkah Pencegahannya?

Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat menjangkau masyarakat luas dari berbagai kalangan, keluarga, sekolah, komunitas hingga tempat kerja.

"Gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kampanye tahunan tetapi harus menjadi budaya hidup sehat di tengah masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, kolaborasi antara Perwatusi dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menunjukkan bahwa isu kesehatan tulang adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga medis.

Baca Juga: Osteoporosis Mengintai, Kenali Penyebabnya Termasuk Keseringan Mager

Dunia usaha, akademisi dan komunitas diharapkan turut berperan aktif dalam mendorong gaya hidup sehat melalui pola makan bergizi, olahraga teratur, paparan sinar matahari cukup dan pemeriksaan dini kepadatan tulang.

"Melalui Gerakan Peduli Osteoporosis Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Momentum Hari Osteoporosis Nasional ini harus menjadi titik awal untuk membangun bangsa yang kuat karena bertulang kuat," Anita menutup.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
Mukodah
W
Editor
Wahyu SK