Akurat
Pemprov Sumsel

Ekokardiografi Pemeriksaan Jantung Menggunakan Gelombang Ultrasound

Yusuf | 7 November 2025, 20:03 WIB
Ekokardiografi Pemeriksaan Jantung Menggunakan Gelombang Ultrasound

AKURAT.CO Ekokardiografi atau USG jantung merupakan metode pemeriksaan medis yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menampilkan struktur dan fungsi jantung secara real time. Pemeriksaan ini bersifat non-invasif, aman, serta tidak menimbulkan rasa sakit.

Teknologi Doppler yang digunakan dalam ekokardiografi membantu dokter menganalisis arah dan kecepatan aliran darah. Hasilnya memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi jantung serta pembuluh darah yang berhubungan dengannya.

Baca Juga: Hindari Serangan Jantung! Cara Agar Pembuluh Darah Tidak Tersumbat

Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Ekokardiografi

Ekokardiografi memiliki peran penting dalam penilaian kesehatan jantung. Pemeriksaan ini membantu dokter memahami kondisi pasien secara menyeluruh melalui beberapa manfaat berikut:

  1. Menilai struktur jantung
    Pemeriksaan ini memperlihatkan ukuran dan bentuk jantung, ketebalan dinding, serta kondisi katup yang berfungsi membuka dan menutup aliran darah.

  2. Mengevaluasi fungsi jantung
    Ekokardiografi membantu menilai seberapa baik jantung memompa darah, termasuk mengukur fraksi ejeksi dan mendeteksi otot jantung yang rusak akibat serangan jantung atau kekurangan suplai darah.

  3. Mendeteksi penyakit jantung
    Melalui gambar yang dihasilkan, dokter dapat mengenali berbagai gangguan seperti penyakit jantung bawaan, kerusakan katup, kardiomiopati, maupun perikarditis.

  4. Menganalisis aliran darah
    Dengan bantuan Doppler, dokter dapat memantau pergerakan darah untuk mendeteksi adanya penyumbatan, gumpalan darah, atau cairan berlebih di sekitar jantung.

Baca Juga: 10 Rahasia Jantung Kuat di Usia Muda, Nomor 7 Sering Diabaikan!

Jenis Pemeriksaan Ekokardiografi

Beberapa jenis ekokardiografi dilakukan sesuai kebutuhan pasien dan tingkat detail yang diperlukan.

  1. Transthoracic Echocardiogram (TTE)
    Jenis ini paling umum digunakan. Dokter menempelkan alat bernama transduser di dada untuk menangkap gambar jantung dari luar tubuh. Prosedur ini aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit.

  2. Transesophageal Echocardiogram (TEE)
    TEE dilakukan bila hasil TTE tidak cukup jelas. Alat transduser dimasukkan melalui mulut ke kerongkongan untuk mendapatkan gambar jantung yang lebih detail.

  3. Stress Echocardiogram
    Pemeriksaan dilakukan saat pasien beraktivitas fisik seperti berjalan di treadmill atau setelah pemberian obat yang menstimulasi jantung. Tujuannya untuk menilai fungsi jantung saat bekerja lebih keras.

  4. USG Intravaskular
    Pemeriksaan ini memakai alat kecil yang dimasukkan ke pembuluh darah melalui kateter untuk melihat penyumbatan arteri koroner.

  5. Ekokardiografi Janin
    Pemeriksaan ini dilakukan pada ibu hamil usia 18–22 minggu untuk mendeteksi kelainan jantung pada janin. Prosedur ini aman dan tidak melibatkan radiasi.

  6. Ekokardiografi 3D
    Jenis ini menampilkan gambar jantung dalam bentuk tiga dimensi, memberikan detail visual yang lebih akurat.

Indikasi Pemeriksaan

Dokter biasanya merekomendasikan ekokardiografi untuk mendeteksi beberapa kondisi berikut:

  • Penyakit katup jantung

  • Gangguan fungsi pompa jantung atau gagal jantung

  • Kelainan otot jantung (kardiomiopati)

  • Penyumbatan pembuluh darah setelah stroke

  • Penyakit jantung bawaan

  • Perikarditis atau penumpukan cairan di sekitar jantung

Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Pemeriksaan

Pasien disarankan memperhatikan beberapa hal sebelum menjalani ekokardiografi agar hasilnya akurat.

  • Sampaikan pada dokter jika memiliki alergi obat, implan, atau alat pacu jantung.

  • Informasikan semua obat yang sedang dikonsumsi.

  • Untuk jenis TEE atau Stress Echo, pasien mungkin perlu berpuasa beberapa jam sebelumnya.

  • Hindari konsumsi kafein dan rokok sebelum pemeriksaan stres jantung.

Proses Pemeriksaan Ekokardiografi

Pada TTE, pasien diminta berbaring dan beberapa elektroda ditempelkan di dada.

Dokter mengoleskan gel dan menggerakkan transduser di sekitar dada untuk memindai jantung. Gambar jantung akan langsung muncul di monitor.

Pada TEE, dokter menyemprotkan obat bius lokal ke tenggorokan sebelum memasukkan alat melalui kerongkongan. Selama proses berlangsung, tekanan darah dan kadar oksigen pasien akan dipantau.

Pada Stress Echo, pasien melakukan aktivitas fisik atau menerima obat untuk menstimulasi jantung. Dokter kemudian menilai perubahan fungsi jantung selama pemeriksaan.

Kondisi Setelah Pemeriksaan

Sebagian besar pasien dapat langsung beraktivitas seperti biasa setelah pemeriksaan.

Bila pasien menerima obat penenang, dokter biasanya menyarankan untuk beristirahat dan tidak mengemudi selama 24 jam.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ukuran, fungsi, dan kondisi struktur jantung.

Jika ditemukan kelainan, dokter akan memberikan saran pengobatan atau pemeriksaan lanjutan sesuai hasil yang diperoleh.

Efek Samping Pemeriksaan

Ekokardiografi tergolong aman dan jarang menimbulkan efek samping serius. Namun, pada beberapa kasus ringan dapat muncul keluhan seperti:

  • Rasa perih di area kulit tempat elektroda ditempelkan

  • Nyeri tenggorokan setelah prosedur TEE

  • Pusing atau mual setelah Stress Echo

  • Reaksi ringan terhadap gel atau zat kontras

Efek samping berat seperti serangan jantung atau reaksi alergi parah sangat jarang terjadi.

Dokter akan menghentikan pemeriksaan bila muncul tanda bahaya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R