Akurat Logo

Daftar 6 Penyakit Mematikan yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus

Titania Isnaenin | 8 Mei 2026, 11:29 WIB
Daftar 6 Penyakit Mematikan yang Ditularkan Tikus Selain Hantavirus
Penyakit dari tikus. (Ilustrasi)

AKURAT.CO Tikus sering kali dianggap sebagai hama rumah tangga biasa, padahal hewan pengerat ini membawa berbagai patogen yang sangat berbahaya bagi nyawa manusia.

Selain Hantavirus yang sudah dikenal luas, tikus dapat menyebarkan bakteri dan virus mematikan lainnya melalui urin, kotoran, hingga gigitan langsung.

Memahami daftar penyakit mematikan ini sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari risiko infeksi yang fatal.

Daftar Penyakit Mematikan yang Ditularkan Tikus

1. Leptospirosis: Ancaman Bakteri dari Urin Tikus

Penularan Leptospirosis

Leptospirosis merupakan salah satu penyakit paling umum namun mematikan yang ditularkan oleh tikus melalui bakteri.

Penularan utama terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi oleh kencing tikus, terutama jika terdapat luka terbuka pada kulit atau melalui membran mukosa seperti mata dan mulut.

Gejala dan Bahaya Leptospirosis

Gejala awal yang muncul sering kali menyerupai penyakit lain, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga mata merah.

Jika tidak mendapatkan pengobatan medis segera, infeksi ini dapat berkembang menjadi kondisi kritis, termasuk kerusakan ginjal permanen, meningitis, hingga gagal hati yang mengancam nyawa.

2. Wabah Pes (The Plague): Penyakit Bersejarah yang Masih Ada

Penyebab dan Cara Penularan

Penyakit pes atau plague disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis yang dibawa oleh kutu pada tubuh tikus liar.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit masa lalu, wabah ini tetap menjadi ancaman serius di wilayah dengan populasi tikus yang tidak terkendali.

Gejala Pes yang Perlu Diwaspadai

Bentuk yang paling berbahaya adalah pes paru-paru (pneumonic plague), yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menyebar antar manusia melalui udara.

Gejala utamanya meliputi pembengkakan kelenjar getah bening, demam tinggi yang tiba-tiba, menggigil, dan kesulitan bernapas yang parah. Kecepatan penanganan medis sangat krusial karena penyakit ini dapat berakibat fatal dalam waktu singkat jika bakteri masuk ke dalam aliran darah atau paru-paru.

3. Rat Bite Fever (Demam Gigitan Tikus)

Penyebab Rat Bite Fever

Rat Bite Fever adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Streptobacillus moniliformis.

Penyakit ini tidak hanya menular melalui gigitan atau cakaran langsung dari tikus yang terinfeksi, tetapi juga melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh feses tikus.

Gejala dan Komplikasi

Gejala klinis yang biasanya muncul meliputi demam, ruam kulit, nyeri sendi, dan munculnya luka di lokasi bekas gigitan.

Tanpa intervensi antibiotik yang tepat, penderita dapat mengalami komplikasi berat seperti infeksi pada organ dalam, termasuk jantung dan otak.

4. Lymphocytic Choriomeningitis (LCM)

Virus dari Tikus Rumah

Lymphocytic Choriomeningitis (LCM) adalah penyakit saraf yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh tikus rumah biasa.

Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan air liur, urin, atau kotoran tikus, serta dengan menghirup partikel debu yang mengandung virus tersebut.

Risiko pada Ibu Hamil dan Imun Lemah

Gejala awalnya sering kali dianggap sebagai flu biasa, namun virus ini dapat berkembang menjadi radang selaput otak (meningitis) atau radang otak (ensefalitis).

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.