Akurat Logo

Kenapa Penglihatan Bisa Kabur pada Penderita Diabetes? Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Redaksi Akurat | 24 Mei 2026, 13:39 WIB
Kenapa Penglihatan Bisa Kabur pada Penderita Diabetes? Inilah Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Penglihatan kabur pada penderita diabetes jangan dianggap sepele. Foto: Ilustrasi/Kmu.id

AKURAT.CO Diabetes bukan hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga dapat berdampak pada berbagai organ tubuh, termasuk mata.

Salah satu keluhan yang sering dialami penderita diabetes adalah penglihatan kabur.

Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba maupun perlahan, dan jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dapat berujung pada gangguan penglihatan permanen bahkan kebutaan.

Lalu, apa penyebab penglihatan kabur pada penderita diabetes? Berikut penjelasan lengkapnya.

Penyebab Penglihatan Kabur pada Penderita Diabetes

Ada beberapa penyebab utama yang membuat penglihatan penderita diabetes menjadi kabur. Penyebab ini berkaitan erat dengan kadar gula darah dan komplikasi yang muncul akibat diabetes yang tidak terkontrol. Berikut beberapa faktor utamanya:

1. Kadar Gula yang Tidak Stabil

Salah satu penyebab utama penglihatan kabur pada penderita diabetes adalah fluktuasi kadar gula. Kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi cairan di dalam tubuh, termasuk pada lensa mata. Ketika kadar glukosa meningkat, cairan dari jaringan sekitar bisa masuk ke lensa, yang menyebabkan pembengkakan dan perubahan bentuk.

Akibatnya, lensa mata kehilangan kemampuannya untuk memfokuskan cahaya dengan baik, sehingga penglihatan menjadi buram. Jika kadar gula darah kembali normal, penglihatan biasanya akan membaik, tetapi kondisi ini bisa kambuh bila kadar gula tidak terkontrol.

2. Retinopati Diabetik

Salah satu komplikasi jangka panjang diabetes yang paling berbahaya adalah retinopati diabetik, yaitu kerusakan pada pembuluh darah kecil di retina.

Gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat menyebabkan pembuluh darah di retina bocor, bengkak, atau bahkan menumbuhkan pembuluh baru yang tidak normal. Kondisi ini bisa menyebabkan pendarahan, pembengkakan pada area makula, hingga kebutaan permanen.

3. Pembengkakan Makula (Macular Edema)

Retinopati diabetik dapat berlanjut menjadi macular edema, yaitu penumpukan cairan di makula akibat kebocoran pembuluh darah.

Makula adalah bagian retina yang bertanggung jawab untuk penglihatan pusat (melihat detail halus atau objek secara fokus), seperti membaca dan mengenali wajah. Ketika bagian ini membengkak, penglihatan menjadi buram dan sulit fokus.

4. Katarak

Penderita diabetes lebih berisiko mengalami katarak, yaitu kondisi ketika lensa mata menjadi keruh. Tingginya kadar gula dalam darah menyebabkan penumpukan zat tertentu di dalam lensa, yang lama-kelamaan mengganggu kejernihan dan membuat penglihatan tampak berkabut.

Katarak pada penderita diabetes bisa muncul lebih cepat dan berkembang lebih parah dibandingkan para orang tanpa diabetes.

5. Glaukoma

Selain katarak, penderita diabetes juga berisiko tinggi mengalami glaukoma, yaitu peningkatan tekanan di dalam bola mata yang menekan saraf optik.

Tekanan ini bisa mengganggu aliran darah ke saraf mata dan menyebabkan penglihatan kabur secara bertahap. Jika tidak ditangani, glaukoma dapat menimbulkan kerusakan permanen pada saraf optik dan mengakibatkan kebutaan.

Gejala yang Harus Diwaspadai

Penderita diabetes sebaiknya waspada apabila mengalami beberapa gejala berikut:

  1. Penglihatan tiba-tiba atau perlahan menjadi kabur.

  2. Melihat titik-titik hitam (floaters) atau kilatan cahaya.

  3. Pandangan berkabut atau seperti tertutup bayangan.

  4. Sulit fokus pada objek.

  5. Penurunan kemampuan melihat warna.

Jika gejala-gejala ini muncul, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Cara Mencegah Penglihatan Kabur pada Penderita Diabetes

Untuk mencegah gangguan penglihatan akibat diabetes, penting bagi penderita untuk menjaga kesehatan mata dan mengontrol kadar gula darah secara teratur. Dengan langkah yang tepat, risiko kerusakan mata bisa diminimalkan.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Kontrol kadar gula darah secara rutin.

  2. Periksa mata setidaknya setahun sekali ke dokter spesialis mata.

  3. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan rendah gula.

  4. Hindari merokok dan konsumsi alkohol.

Segera periksa ke dokter jika muncul gejala seperti pandangan kabur mendadak, muncul bintik hitam, atau kehilangan penglihatan sebagian.

Penglihatan kabur pada penderita diabetes bukan hal yang bisa dianggap sepele. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya perubahan pada lensa mata, retinopati diabetik, atau komplikasi serius seperti katarak dan glaukoma.

Dengan menjaga kadar gula darah tetap normal, rutin memeriksakan mata, dan menerapkan gaya hidup sehat, penderita diabetes dapat menurunkan risiko gangguan penglihatan bahkan mencegah kebutaan di kemudian hari.

Jangan menunggu sampai penglihatan memburuk, segera periksakan mata Anda bila mengalami gejala kabur atau pandangan buram.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
W
Editor
Wahyu SK