Akurat Logo

Mengapa Overthinking Sering Muncul Saat Malam Hari? Ini Penjelasan Psikologi dan Cara Mengatasinya

Putri Chandra | 4 Juni 2026, 21:13 WIB
Mengapa Overthinking Sering Muncul Saat Malam Hari? Ini Penjelasan Psikologi dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi, Mengapa overthinking sering muncul saat malam hari. (OpenAI)

AKURAT.CO Mengapa overthinking sering muncul saat malam hari? Banyak orang mengalami hal ini menjelang tidur, mulai dari memikirkan masalah pekerjaan, hubungan, keuangan, hingga masa depan.

Menurut psikologi, kondisi ini terjadi karena suasana malam yang lebih tenang membuat otak memiliki lebih banyak ruang untuk memproses emosi, kekhawatiran, dan berbagai hal tertunda sepanjang hari.

Tak heran, malam hari sering menjadi waktu ketika pikiran terasa sulit berhenti dan berbagai kecemasan muncul secara bersamaan.

Baca Juga: Polisi Israel Rekrut Aktivis Sayap Kanan untuk Bertugas di Kompleks Al Aqsa


Mengapa Overthinking Sering Muncul Saat Malam Hari?

Menurut psikologi, banyak orang merasa pikirannya justru lebih aktif saat malam hari. Ketika suasana mulai tenang dan aktivitas harian berkurang, berbagai pikiran yang sebelumnya tertunda sering muncul kembali ke permukaan.

Berikut ini beberapa faktor penyebab overthinking di malam hari:

1. Otak Tidak Lagi Sibuk dengan Aktivitas

Pada siang hari, perhatian kita teralihkan oleh pekerjaan, sekolah, media sosial, atau aktivitas lainnya. Saat malam tiba, gangguan tersebut berkurang sehingga otak memiliki lebih banyak ruang untuk memikirkan berbagai hal.

Baca Juga: Penghentian Dana SPPG Hoaks, BGN Pastikan Layanan Program MBG Tetap Jalan

2. Suasana yang Lebih Tenang

Lingkungan yang sepi membuat seseorang lebih fokus pada pikiran dan perasaannya sendiri. Akibatnya, kekhawatiran yang sebelumnya terabaikan menjadi lebih terasa.

3. Kelelahan Mental Setelah Seharian Beraktivitas

Setelah menjalani hari yang panjang, kemampuan otak untuk mengelola emosi dan stres bisa menurun. Kondisi ini membuat pikiran negatif lebih mudah muncul dan sulit dikendalikan.

4. Kebiasaan Merefleksikan Hari

Malam hari sering menjadi waktu untuk mengevaluasi apa yang sudah terjadi. Tanpa disadari, proses refleksi ini bisa berubah menjadi overthinking jika terlalu fokus pada kesalahan, penyesalan, atau kekhawatiran.

5. Hormon dan Ritme Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan hormon dan ritme sirkadian menjelang tidur dapat memengaruhi suasana hati serta cara seseorang memproses emosi.

6. Kecemasan tentang Masa Depan

Saat suasana tenang, pikiran tentang pekerjaan, hubungan, keuangan, pendidikan, atau rencana masa depan sering muncul lebih kuat dibandingkan siang hari.

7. Penggunaan Media Sosial Sebelum Tidur

Melihat unggahan orang lain menjelang tidur dapat memicu perbandingan sosial, rasa khawatir, atau kecemasan yang kemudian berkembang menjadi overthinking.


Cara Mengurangi Overthinking Sebelum Tidur

  • Batasi penggunaan media sosial sebelum tidur.

  • Buat jurnal untuk menuliskan pikiran yang mengganggu.

  • Terapkan rutinitas tidur yang konsisten.

  • Hindari konsumsi kafein pada malam hari.

  • Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau pernapasan dalam.

  • Fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan saat ini.

Overthinking di malam hari merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari suasana yang lebih tenang, kelelahan mental, kebiasaan refleksi diri, hingga kecemasan terhadap masa depan.

Meskipun normal, overthinking yang berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur dan kesehatan mental.

Dengan menerapkan kebiasaan yang lebih sehat sebelum tidur serta belajar mengelola pikiran secara lebih positif, seseorang dapat mengurangi kecenderungan overthinking.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.