Akurat Logo

ChildFund International di Indonesia Tempatkan Pemuda Sebagai Mitra Strategis dalam Mengakselerasi Inovasi Kesehatan Berbasis Bukti

Yosi Winosa | 25 Juni 2026, 16:14 WIB
ChildFund International di Indonesia Tempatkan Pemuda Sebagai Mitra Strategis dalam Mengakselerasi Inovasi Kesehatan Berbasis Bukti
Kemensos menggandeng ChildFund menggelar meluncurkan inisiatif "Youth Innovation Challenge: Inovasi untuk Kesehatan".

AKURAT.CO Lanskap kesehatan masyarakat di Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks dan dinamis.

Perkembangan situasi sosial, perubahan lingkungan, hingga dampak perubahan iklim menuntut hadirnya pendekatan program yang lebih adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara efektif.

Berbagai isu kesehatan seperti stunting, anemia pada remaja, pemenuhan nutrisi anak, hingga akses kesehatan reproduksi dan kesehatan mental remaja memerlukan perhatian berkelanjutan melalui pendekatan yang partisipatif.

Baca Juga: Kampanye GLOW Ambassador dari ChildFund Dorong Keterlibatan Aktif Anak Muda dalam Gerakan Lingkungan Berkelanjutan

Merespons kebutuhan tersebut, ChildFund International di Indonesia, sebuah organisasi pembangunan global berfokus kepada anak yang bekerja menghubungkan anak dengan apa yang mereka butuhkan agar dapat menggapai potensi mereka, mengambil langkah strategis dengan meluncurkan inisiatif "Youth Innovation Challenge: Inovasi untuk Kesehatan".

Inisiatif ini dirancang sebagai ruang akselerasi bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan kesehatan di komunitas mereka.

Setelah merampungkan proses seleksi pada Februari lalu dan menyelesaikan fase implementasi intensif selama tiga bulan di lapangan, empat (4) organisasi pemuda terpilih kini siap mendiseminasikan hasil implementasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan menjadi intervensi kesehatan yang relevan dan berdampak dalam menjawab tantangan kesehatan di komunitas.

Melalui program ini, ChildFund International di Indonesia menempatkan pemuda bukan sebagai penerima manfaat, melainkan sebagai mitra strategis dan agen perubahan. Generasi muda dinilai memiliki pemahaman langsung (firsthand experience) yang kuat terhadap tantangan kesehatan yang terjadi di lingkungan mereka, sehingga mampu merumuskan solusi yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Siti Aisah, Senior Specialist – Health ChildFund International di Indonesia mengatakan bahwa lanskap kesehatan, kondisi lingkungan, dan sosial yang terus berkembang menuntut pendekatan yang adaptif, inovatif, dan partisipatif.

Melalui Youth Innovation Challenge, ChildFund mendorong pemuda untuk mengambil peran sebagai penggerak perubahan yang mampu merumuskan solusi kontekstual sesuai dengan kebutuhan komunitas mereka.

"Antusiasme dan kualitas ide yang kami terima menunjukkan komitmen kuat generasi muda Indonesia dalam memberikan solusi kesehatan yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, didukung oleh pendekatan berbasis bukti, serta berpotensi memberikan dampak yang berkelanjutan di komunitas," jelas Siti Aisah.

Rekam Jejak Partisipasi Pemuda: Dari Penerima Manfaat Menjadi Co-Creator

Keterlibatan pemuda dalam program Youth Innovation Challenge ini sejalan dengan komitmen ChildFund International di Indonesia yang secara konsisten menerapkan pendekatan kemitraan bermakna (meaningful partners) di sepanjang siklus program.

Melalui pendekatan kolaborasi kreatif (co-creation approach), ChildFund International di Indonesia melibatkan remaja dan pemuda dalam mengidentifikasi prioritas program, merancang aktivitas intervensi, menyusun materi Komunikasi, Edukasi, dan Informasi (KIE), hingga memberikan umpan balik pada proses monitoring dan evaluasi.

Untuk memastikan relevansi program, setiap intervensi disandarkan pada pengalaman hidup (lived experiences) pemuda dengan perhatian khusus pada keterwakilan kelompok rentan, seperti remaja putri.

Model pelibatan pemuda ini telah diterapkan oleh ChildFund International di Indonesia melalui berbagai inisiatif kesehatan remaja berbasis sekolah, antara lain:

  • Asesmen Kesehatan Remaja: Pelaksanaan pemetaan kondisi kesehatan remaja di sekolah-sekolah yang tersebar di 10 kabupaten/kota

  • Pendekatan Berbasis Sekolah di 45 Sekolah: Pelatihan bagi guru dan perwakilan pemuda untuk mengimplementasikan program kesehatan remaja secara mandiri

  • Kaderisasi Pemuda dan Konselor Sebaya: Membangun kapasitas pemuda sebagai edukator sebaya (peer educators) dan konselor sebaya (peer counselors), termasuk dalam penyusunan materi edukasi yang ramah remaja

  • Sistem Rujukan dan Penguatan Komite: Memfasilitasi jalur rujukan ke layanan kesehatan terdekat serta memperkuat peran aktif komite sekolah dalam mendukung kesehatan mental remaja

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Bersinergi dengan berbagai pihak terkait untuk mendukung pencapaian indikator sekolah sehat

Metodologi Program dan Standardisasi Global

Guna memastikan kualitas dan akuntabilitas dampak, setiap gagasan inovatif dalam program Youth Innovation Challenge harus memenuhi tiga kriteria utam.

Yakni menawarkan pendekatan baru (termasuk pemanfaatan teknologi atau metode yang relevan), adaptif terhadap situasi sosial dan lingkungan, serta efektif dan efisien dalam menghasilkan dampak yang dapat dikembangkan (scalable).

Sejak tahap Call for Abstract dibuka pada 29 Januari 2026, program ini menerima lebih dari 80 abstrak dari jaringan pemuda, institusi akademik, lembaga nirlaba, dan komunitas inovator.

ChildFund International di Indonesia kemudian menyaring 11 tim terbaik untuk mengikuti pendampingan teknis intensif melalui Draft Critique Clinic (Bootcamp) pada 24–25 Februari 2026 secara daring.

Dalam sesi bootcamp tersebut, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai indikator standar kesehatan serta dasar-dasar monitoring dan evaluasi (M&E) yang mengacu pada Health Result Area Measurement Guide milik ChildFund International di Indonesia.

Proses pendampingan ini memastikan setiap inovasi memiliki akuntabilitas yang tinggi, berbasis data yang kredibel, serta selaras dengan narasi teknis (One Voice) di bawah Health Theory of Change ChildFund International di Indonesia.

4 Inovasi Pemuda di Tingkat Komunitas

Setelah melewati fase implementasi selama tiga bulan, empat proyek telah berhasil menguji coba gagasan mereka di lapangan:

  • NOWGUT (Jalur Emerging) – Diusung oleh Youth in Public Health Indonesia & Anara Indonesia: Sistem deteksi gangguan pencernaan pada anak dengan disabilitas intelektual di Yayasan Anak Spesial Kota Bogor, yang mendukung penyediaan layanan kesehatan inklusif

  • RED FOR HER BRIGHT (Jalur Emerging) – Diusung oleh RED Project Indonesia: Program pencegahan anemia berbasis siklus hidup perempuan untuk menurunkan risiko stunting di Kota Bogor melalui edukasi dan pemantauan terintegrasi

  • Penguatan Perilaku Gizi dan Lingkungan Pangan Pesantren (Jalur Established) – Diusung oleh Yayasan Santri Peduli Negeri (SAPIN): Upaya pencegahan anemia remaja putri di Pondok Pesantren Thoyyibah Putri, Kota Bogor, melalui perbaikan ekosistem pangan dan perilaku konsumsi gizi

  • PREVIA / Preventive Intelligence for Adolescent Health (Jalur Established) – Diusung oleh Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKI Jakarta & Perhimpunan Digital Medis Indonesia (PDMI): Terobosan berbasis teknologi digital untuk menyediakan sistem pencegahan dini dan literasi kesehatan bagi kelompok remaja.

Keberhasilan implementasi lapangan ini menunjukkan bahwa pembekalan teknis yang tepat dapat membantu pemuda menghasilkan solusi kesehatan yang terukur, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

Membangun Peluang Kemitraan Strategis

Capaian dari seluruh rangkaian Youth Innovation Challenge ini memperkuat posisi ChildFund International di Indonesia dalam mendorong solusi kesehatan masa depan yang mempertemukan elemen kesehatan, teknologi, dan partisipasi pemuda.

Keempat proyek ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang dipimpin oleh pemuda dapat berkontribusi positif terhadap pencapaian indikator kesehatan masyarakat.

Memasuki akhir Juni ini, hasil dari implementasi program tersebut diharapkan dapat membuka ruang dialog strategis dan peluang kemitraan yang lebih luas.

ChildFund International di Indonesia secara aktif mengundang pemerintah, lembaga donor, akademisi, serta sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bersama-sama mendukung pengembangan dan replikasi inovasi berbasis kepemudaan ini di wilayah lain secara berkelanjutan.

Tingginya partisipasi kelompok pemuda dan komunitas dari berbagai wilayah sejak awal tahun ini menjadi indikator kuat terhadap besarnya potensi serta komitmen generasi muda.

"Berbagai gagasan yang masuk dinilai merefleksikan kesiapan mereka dalam mendukung pencapaian indikator kesehatan masyarakat, khususnya demi memastikan setiap anak di Indonesia dapat tumbuh secara sehat, aman, dan Sejahtera,” jelas Daniel Candra, Youth Officer ChildFund International di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.