3 Sifat Nabi Yang Patut Diketahui Muslim Saat Maulid Nabi

AKURAT.CO, Umat Islam dituntut untuk selalu meneladani pribadi Rasulullah SAW. Sebab, meneladani pribadi beliau merupakan amalan sunah yang memiliki pahala yang besar. Di antara momentum untuk meneladani Rasulullah adalah saat tiba bulan maulid.
Maulid Nabi merupakan momentum yang baik untuk kembali menguatkan iman kita terhadap apa-apa yang harus diimani. Salah satunya adalah beriman kepada utusan Allah, termasuk iman kepada Nabi Muhammad SAW.
Iman terhadap utusan Allah Swt (nabi dan rasul) adalah wajib bagi setiap muslim. Mengimani adanya nabi dan rasul tidak cukup dengan mengetahui nama-namanya saja, tetapi juga wajib mengetahui sifat-sifat yang dimilikinya.
Baca Juga: Dalil Kebolehan Merayakan Maulid Nabi Dalam Al-Quran Dan Hadis
Sifat rasul Allah terdiri dari 9 sifat yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu 4 sifat wajib, 4 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz.
1. Sifat wajib bagi rasul
Sifat wajib bagi rasul adalah sifat yang sudah pasti ada pada setiap utusan Allah Swt. Sifat wajib ini terdiri dari 4 sifat yaitu fatanah yang berarti cerdas, sidiq yang berarti jujur, tabligh yang berarti menyampaikan, dan amanah yang berarti bisa dipercaya.
2. Sifat mustahil bagi rasul
Sifat mustahil merupakan kebalikan dari sifat wajib bagi rasul. Sifat ini sudah pasti tidak ada pada utusan Allah. Sifat-sifat mustahil tersebut di antaranya adalah kidzib yang berarti bohong atau dusta (lawan dari sifat jujur), khianat yang berarti tidak dapat dipercaya (lawan dari sifat amanah), kitman yang berarti menyembunyikan (lawan dari tabligh), dan jahlun/baladah yang berarti bodoh (lawan dari sifat fatanah).
3. Sifat jaiz rasul
Sederhananya sifat ini adalah yang bisa ada pada rasul, tetapi juga bisa tidak ada pada rasul. Nabi dan rasul melakukan hal-hal yang sama seperti orang biasa tetapi tetap merupakan pengemban amanah Allah Swt yang luar biasa.
Baca Juga: Quraish Shihab Menjawab Tuduhan Bid'ah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
Sebagai contoh seorang nabi bisa saja mengalami hal-hal yang juga dialami oleh manusia pada umumnya tetapi hal tersebut tidak sampai mengurangi derajat kemuliaan beliau. Misalnya nabi pernah mengalami sakit, nabi pernah lapar dan haus, nabi juga makan dan minum layaknya manusia biasa.
Allah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 20 yang artinya "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat." []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








