Tafsir Surah Al-Isra Ayat 1: Masjid Al-Aqsa Palestina Sebagai Tempat Yang Suci Dan Diberkahi

AKURAT.CO - Masjid Al-Aqsa Palestina sebagai tempat suci dalam agama Islam. Terletak di Kota Lama Yerusalem, Palestina, ini adalah salah satu dari tiga situs suci dalam Islam, bersama dengan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
Masjid Al-Aqsa dikenal sebagai tempat di mana Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam ke Surga dalam peristiwa Isra dan Mi'raj. Oleh itu Masjid Al-Aqsa Palestina menjadi tempat suci umat muslim.
Masjid Al-Aqsa Palestina sebagai tempat suci dalam agama Islam, diisyaratkan dalam ayat suci Al-Quran.
Allah berfirman dalam surat Al-Isra ayat 1:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Artinya, “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]:1).
Ayat di atas menceritakan kisah Isra Mi’raj yang dialami Nabi saw dalam waktu semalam, di mana beliau diperjalankan dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa.
Syekh Wahbah dalam tafsirnya mengungkapkan sebab penamaan Masjidil Aqsa dan juga alasan mengapa wilayah itu diberkahi, beliau berkata:
الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى بيت المقدس، ووصف بالأقصى، لبعده بالنظر لمن هو في الحجاز الَّذِي بارَكْنا حَوْلَهُ ببركات الدين والدنيا لأنه مهبط الوحي، ومتعبد الأنبياء من لدن موسى عليه السلام ومحفوف بالأنهار والأشجار والثمار
Artinya: “Masjidil Aqsa adalah Rumah Suci, disebut ‘al-Aqsa’ karena jaraknya yang jauh dari Hijaz. Lingkungan sekitar Al-Aqsa telah diberkahi dengan (nilai-nilai) agama dan dunia, sebab inilah tempat di mana wahyu turun dan tempat ibadah para nabi sejak zaman Musa as. (Selain itu), wilayah ini juga dikelilingi oleh sungai, pepohonan, dan buah-buahan.” (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, jilid XV, hal. 10).
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








