Tiba Hari Pahlawan, Ini Bukti Bahwa Cinta Tanah Air Merupakan Bagian Dari Keimanan Seseorang

AKURAT.CO, Cinta tanah air menjadi latar belakang terciptanya perayaan hari pahlawan dengan berbagai perjuangan mempertahankan kesatuan Indonesia di dalamnya.
Dalam Islam, rasa cinta tanah air juga ditanamkan melalui prinsip Hubbul Wathan. Bagaimana penjelasannya?
Sebagai agama mayoritas di Indonesia, Islam dan cinta tanah air harus mampu hidup berdampingan dan menciptakan kerukunan.
Rasa nasionalisme dalam perspektif islam inilah yang terkandung dalam prinsip Hubbul Wathan, yakni Hubbul berarti kecintaan dan Wathan berarti tanah air.
Baca Juga: Pesan Cinta Tanah Air dalam Hadits Nabi
Dilansir dari situs Nahdatul Ulama (NU), islam.nu.or.id, prinsip Hubbul Wathan sendiri tidak memiliki dalil spesifik dalam Al-Quran maupun hadits, namun bersandar kepada sejumlah ayat mengenai unsur nasionalisme.
Meski begitu kecintaan terhadap tanah air dalam prinsip Hubbul Wathan tetap dimaknai secara sahih (benar) untuk diterapkan, sebagaimana prinsip ini banyak diterapkan ulama-ulama Indonesia untuk memupuk rasa nasionalisme pada umat.
Dalam penerapannya, prinsip Hubbul Wathan identik dengan ukhuwah wathaniyyah, yakni hubungan persaudaraan yang terbentuk melalui kesatuan tanah air. Di dalam ukhuwah wathaniyah, persaudaraan yang terbentuk berdasarkan nasionalisme tidak membedakan agama, suku, adat istiadat, budaya, ras, warna kulit, dan lain sebagainya. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 13;
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā`ila lita'ārafụ, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat:13).
Berdasarkan ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan adanya kesatuan dalam ikatan kebangsaan yang didasari rasa toleransi atas perbedaan yang dimiliki setiap manusia. Toleransi inilah yang mampu memunculkan kerukunan dalam lingkungan kehidupan sosial masyarakat.
Kecintaan terhadap tanah air juga diajarkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Al- Bukhari, dimana Rasulullah memanjatkan sebuah doa ketika berhijrah ke Madinah;
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ (رواه البخارى)
Artinya: “Ya Allah, jadikan kami cinta Madinah, sebagaimana cinta kami kepada Makkah, atau melebihi Makkah” (HR. Al-Bukhari).
Baca Juga: Pesan Cinta Tanah Air dalam Hadits Nabi
Dalam Al-Quran surat Al-Qashash ayat 85 dijelaskan;
إِنَّ ٱلَّذِى فَرَضَ عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لَرَآدُّكَ إِلَىٰ مَعَادٍ ۚ قُل رَّبِّىٓ أَعْلَمُ مَن جَآءَ بِٱلْهُدَىٰ وَمَنْ هُوَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
Innallażī faraḍa 'alaikal-qur`āna larādduka ilā ma'ād, qul rabbī a'lamu man jā`a bil-hudā wa man huwa fī ḍalālim mubīn
Artinya: “Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan atasmu (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad), ‘Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata’,”. (QS. Al-Qashash: 85).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menjanjikan kemenangan bagi Nabi Muhammad SAW, dan akan mengembalikannya ke tanah air tercintanya, yakni Mekkah, Janji ini pun sudah terpenuhi, dimana setelah delapan tahun berhijrah, Nabi SAW dapat menaklukkan kota Mekkah dan kembali ke kota tersebut.
Sejumlah penjelasan mengenai kecintaan terhadap tanah air tersebutlah yang menjadikan Hubbul Wathan merupakan prinsip penting bagi kaum muslimin Indonesia untuk menjaga persatuan dan rasa nasionalisme.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







