Mencintai Keturunan Nabi, Tak Harus Dengan Sikap Fanatik Sampai Melakukan Perbuatan Ini

AKURAT.CO - Umat Islam diharuskan untuk selalu mencintai keturunan nabi Muhammad Saw. Hal itu merupakan perintah dari Allah dan rasul-Nya
Mencintai keturunan Nabi Muhammad adalah sebuah upaya untuk kita selalu memuliakan Nabi itu sendiri.
Diantara gelar keturunan Nabi Muhammad SAW bagi lelaki yaitu, syarif, sayyid, dan habib. Sedangkan bagi wanita digelari, sayyidah dan syarifah. Mencintai keturuna. nabi, bagi umat Islam merupakan keharusan.
Baca Juga: 6 Sebab Turunnya Pertolongan Allah, Disebut Dalam Al-Quran Dan Hadits Nabi, Muslim Harus Tahu!
Hal tersebut berdasarkan firman Allah SWT:
قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَىٰ
Artinya: “Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan”. (QS. Asy Syura: 23)
Ayat di atas di atas menurut para ulama merupakan ayat yang memberi isyarat agar umat Islam selalu mencintai keluarga Nabi. Tidak boleh sampai melakukan kebencian kepadanya.
Ketika mereka melakukan kemaksiatan, kita pun tetap harus mencintainya, namun tidak untuk mengikuti kemaksiatan yang dilakukannya. Tugas kita adalah mencintai dan mengikuti kebaikan-kebaikannya.
Jika memungkinkan, kita bisa mengarahkan keturunan nabi yang melakukan kemaksiatan tersebut. Sebaliknya, kita dilarang untuk taat kepada kemaksiatan.
Baca Juga: 5 Sahabat Nabi Muhammad Dari Kalangan Perempuan, Patut Diteladani Wanita Indonesia
Sungguh indah pujian Imam Syafi’i kepada keluarga dan keturunan Nabi Muhammad SAW:
يا آل بيت رسول الله حبكم # فرض من الله فى القران أنزله
Wahai para Ahlul Bait Rasulullah, mencintai kalian adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah sebagaimana wahyu yang disebutkan dalam Al-Qu’ran.
يكفيكم من عظيم الفخر انكم # من لم يصل عليكم لا صلاة له
Cukuplah bagi kalian sebuah kebanggaan yang sangat agung, bahwasanya siapa saja yang tidak bershalawat kepada kalian di dalam shalatnya, maka sholatnya tidak sah.
Artinya, mencintai keturunan nabi adalah sebuah keharusan bagi umat Islam. Sikap itu mutlak dimiliki. Namun, jika ada dari ketruunan nabi yang melakukan maksiat, kita tidak boleh melakukannya. Mencintainya dapat dilakukan dengan tanpa taat pada kemaksiatan yang dijalankannya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









