Keutamaan Muhasabah dalam Islam, Cocok Dilakukan untuk Introspeksi Diri Sebelum Pergantian Tahun

AKURAT.CO Menyambut pergantian tahun baru, kegiatan muhasabah atau introspeksi diri merupakan amalan yang cocok dilakukan untuk memperbaiki segala kekurangan pada diri seseorang selama setahun kebelakang.
Dilansir dari NU Online, muhasabah sendiri merupakan upaya yang dilakukan untuk menilai kekurangan, kelemahan, kesalahan, ataupun keburukan sikap pribadi, sehingga seseorang dapat memperbaiki dan merubah perilakunya menjadi lebih baik.
Dalam Islam, muhasabah atau introspeksi diri memiliki keutamaan yang besar sehingga sangat dianjurkan bagi setiap umat muslim. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 18, berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ١٨
Yâ ayyuhalladzîna âmanuttaqullâha waltandhur nafsum mâ qaddamat lighad, wattaqullâh, innallâha khabîrum bimâ ta‘malûn
Baca Juga: 5 Cara Membangun Optimisme Hidup dalam Islam
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).
Dalam ayat tersebut, muhasabah turut berkaitan dengan amal seorang muslim di akhirat kelak. Artinya, memperhatikan sikap serta memperbaikinya penting untuk dilakukan, dimana hal ini turut menjadi upaya mempersiapkan diri terbaik untuk menemui hari akhir kelak.
Hal ini juga dijelaskan dalam tafsir Imam At Thabari, dikutip dari Kitab Jami’ Al-Bayan an Ta'wil Ay Al-Quran, Jilid XXIII, halaman 299, dimana memperhatikan amal baik dan buruk dengan muhasabah turut berpengaruh atas nasib seorang muslim di hari akhir.
ولينظر أحدكم ما قدّم ليوم القيامة من الأعمال، أمن الصالحات التي تنجيه أم من السيئات التي توبقه؟
Artinya: "Setiap orang hendaknya memperhatikan apa yang telah ia kerjakan untuk hari kiamat, apakah dari amal saleh yang akan menyelamatkannya, atau dari keburukan yang akan membakarnya?"
Sementara dalam tafsir Al-Wasith, jilid XIV, halaman 408, oleh Syekh Muhammad Sayyid Thanthawi, dijelaskan:
ولتنظر كل نفس، ولتتأمل في الأعمال التي عملتها في الدنيا. والتي ستحاسب عليها في يوم القيامة، فإن كانت خيرا ازدادت منها، وإن كانت غير ذلك أقلعت عنها. وعبر- سبحانه- عن يوم القيامة بالغد، للإشعار بقربه، وأنه آت لا ريب فيه، كما يأتى اليوم الذي يلي يومك.
Artinya: "Setiap jiwa hendaklah melihat dan merenungkan amalan yang telah mereka lakukan di dunia. Amalan yang akan mereka pertanggung jawabkan di hari kiamat. Jika amalan itu baik, maka hendaklah mereka menambahnya. Jika tidak, maka hendaklah mereka meninggalkannya. Allah swt. menyebut hari kiamat dengan kata "besok" untuk memberi peringatan akan dekatnya hari kiamat, bahwa hari kiamat itu pasti datang tanpa keraguan, sebagaimana datangnya hari yang mengikuti harimu."
Berdasarkan penjelasan tersebut, muhasabah atau introspeksi tak hanya dianjurkan sebagai amalan untuk mempersiapkan diri menyambut pergantian tahun. Melainkan keutamaannya turut menjadi persiapan seseorang untuk membentuk pribadi terbaiknya menuju akhirat kelak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









