Apa Sih Arti 'Garangan' yang Sering Disebut Oleh Gus Iqdam dalam Majelis Ta'lim Sabilu Taubah Gus Iqdam?

AKURAT.CO Istilah Garangan viral di sosial media karena sering disebut oleh Gus Iqdam dalam pengajiannya.
Lalu, apa sebenarnya makna dari Garangan yang sering disebut dalam Majelis Sabilut Taubah asuhan Gus Iqdam itu?
Dilansir dari berbagai sumber, Garangan merupakan hewan sebangsa musang. Namun untuk di majelis Sabilu Taubah, istilah ini digunakan untuk menyebut jamaah ST Nyell yang umumnya berasal dari anak jalanan, seperti anak-anak punk, ngamen, main perempuan dan lain sebagainya.
"Garangan" merupakan bahasa Jawa mengacu pada binatang pemakan segala, biasanya hewan ini suka makan ayam dan mencuri buah, tetapi dalam konteks pengajian ini, digunakan secara menghibur tanpa menjelekkan pihak manapun.
Baca Juga: Bagaimana Etika dalam Islam Bagi Manusia? Ini 7 Aspek Etika untuk Kehidupan yang Berkualitas
Binatang Garangan, Makhluk Misterius dalam Folklor Jawa
Binatang Garangan, sebuah entitas misterius yang sering kali menjadi bahan pembicaraan di masyarakat Jawa. Meskipun tak pernah terlihat secara nyata, namun keberadaannya menjadi salah satu cerita turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mari kita telusuri lebih dalam tentang makhluk ini dalam perspektif budaya Jawa.
Asal-usul Nama
Istilah "Garangan" dalam bahasa Jawa seringkali digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang ganas, marah, atau bersemangat. Sehingga, binatang ini mungkin memiliki karakteristik yang mencirikan sifat-sifat tersebut.
Penampakan Misterius
Binatang Garangan konon memiliki penampilan yang sulit untuk dijelaskan. Beberapa orang mungkin menggambarkannya sebagai makhluk berbulu, sementara yang lain mengatakan bahwa itu adalah entitas bersayap. Keterbukaan interpretasi ini menambah misteri di seputar binatang ini.
Mitos dan Legenda
Dalam mitos Jawa, Binatang Garangan sering dihubungkan dengan keberanian dan kekuatan. Cerita rakyat seringkali menggambarkan binatang ini sebagai penjelmaan dari roh pahlawan atau tokoh mitologis yang memiliki misi tertentu.
Baca Juga: Marak Curanmor, Begini Hukum Melakukan Pencurian dalam Islam, Bisa Dipotong Tangan!
Peran dalam Kearifan Lokal
Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa, Binatang Garangan dianggap memiliki peran magis. Beberapa meyakini bahwa melihat binatang ini dapat membawa keberuntungan, sementara yang lain percaya bahwa itu adalah pertanda dari alam gaib.
Keberlanjutan Cerita
Meskipun zaman terus berubah, cerita tentang Binatang Garangan tetap hidup dalam bentuk cerita lisan dan legenda. Generasi muda mungkin mendengar kisah ini dari nenek moyang mereka, menjaga keberlanjutan tradisi lisan.
Binatang Garangan, dengan segala misterinya, menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan warisan Jawa. Meskipun tak terlihat oleh mata manusia, keberadaannya tetap menjadi pembicaraan dan cerita menarik yang terus menghiasi alam pikiran masyarakat Jawa hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






