Akurat
Pemprov Sumsel

Ramai Aksi Saling Hujat Antar Pendukung Paslon di Media Sosial, Ini Hukum Mencaci Maki dalam Ajaran Agama Islam

Hadits Abdillah | 15 Februari 2024, 13:45 WIB
Ramai Aksi Saling Hujat Antar Pendukung Paslon di Media Sosial, Ini Hukum Mencaci Maki dalam Ajaran Agama Islam

AKURAT.CO Pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 telah terlaksana pada tanggal 14 Februari. Saat ini masyarakat Indonesia tengah menunggu hasil perhitungan suara untuk mengetahui siapa pemimpin terpilih yang akan memimpin Indonesia selama lima tahun ke depan.

Sama seperti pemilu-pemilu sebelumnya, pada pemilu kali ini masih terjadi polarisasi di tengah masyarakat Indonesia. Tak ayal aksi saling mencaci maki antara pendukung paslon kerap terjadi di berbagai media sosial ataupun di kehidupan nyata. Bahkan hingga saat ini, aksi saling hujat masih terjadi di salah satu media sosial setelah quick count keluar.

Dalam ajaran agama Islam, mencaci maki orang lain menjadi perbuatan yang tergolong buruk. Larangan untuk mencaci maki atau mengolok-olok orang lain telah tertulis dalam ayat Al-Qur’an berikut:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.” (QS. Al-Hujurat (49):11).

Baca Juga: Berikut ini Sifat yang Harus Dimiliki Oleh Pemimpin Menurut Pandangan Islam

Berdasarkan ayat di atas, Allah SWT telah memerintahkan agar tidak mengolok-olok orang lain sebab bisa jadi yang diolok-olok justru lebih baik disisi Allah daripada yang mengolok-olok. Selain itu, umat Muslim juga diibaratkan sebagai satu tubuh sehingga dilarang untuk mencela kaum mereka sendiri.

Menyikapi adanya perbedaan dalam memilih calon pemimpin menggunakan cara berdialog dengan mengedepankan sikap sopan santun serta berlemah lembut lebih diutamakan daripada saling menghujat pilihan yang berbeda.

Dalam ayat yang lain, Allah SWT bahkan telah memerintahkan kita untuk berlemah lembut saat berbicara dengan orang yang memiliki perangai buruk sekalipun.

فَقُوْلَا لَهٗ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهٗ يَتَذَكَّرُ اَوْ يَخْشٰى

Artinya: “Berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.”

Dengan demikian, Allah SWT telah dengan sangat jelas melarang kita untuk saling mencaci maki. Sebab cacian hanya akan menimbulkan dendam di hati seseorang yang nantinya akan berujung kepada sebuah malapetaka. Sebaliknya, berlemah lembut justru dapat meluluhkan orang lain.

Adapun untuk menyikapi adanya perbedaan dalam memilih dan berpendapat, hendaknya dilakukan dengan saling menghormati bukan justru mencaci maki.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi