Sejarah Perayaan Malam Nisfu Sya’ban, Ternyata Banyak yang Belum Tahu!

AKURAT.CO Malam Nisfu Sya’ban menjadi salah satu malam istimewa yang ditunggu-tunggu kedatangannya. Malam ini menjadi momentum bagi umat Muslim dalam meraih pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Malam Nisfu Sya’ban sendiri jatuh setiap tanggal 15 Sya’ban, atau bertepatan dengan tanggal 24 Februari 2024. Sebagai malam yang istimewa, malam Nisfu Sya’ban memiliki banyak keutamaan yang telah Nabi Muhammad SAW jelaskan dalam beberapa hadis.
Baca Juga: 5 Keajaiban yang Terjadi di Malam Nisfu Syaban
Umat muslim di beberapa wilayah menyambut malam Nisfu Sya’ban dengan berbagai perayaan dan tradisi. Tetapi rupanya perayaan malam Nisfu Sya’ban tidak ada pada masa Nabi Muhammad SAW. Lalu bagaimana sejarah perayaan malam Nisfu Sya’ban?
Dilansir dari NU Online, perayaan malam Nisfu Sya’ban baru dilaksanakan pada masa ulama-ulama Tabi’in di tanah Syam. Ulama Tabi’in seperti Khalid bin Ma’dan dan Makhul, bersungguh-sungguh dalam menyambut malam Nisfu Sya’ban dengan beribadah. Tindakan mereka inilah yang kemudian diikuti oleh banyak orang hingga di zaman modern ini.
Perayaan Nisfu Sya’ban sendiri kemudian mendapat banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Ada yang menerima, tetapi juga ada yang mengingkari. Oleh beberapa kalangan ulama, perayaan malam Nisfu Sya’ban bahkan disebut sebagai bid’ah.
Hal ini tertulis dalam kitab Al-Mawahib Al-Laduniyah karya Imam Al-Qasthalani, yaitu:
وقد كان التابعون من أهل الشام، كخالد بن معدان، ومكحول يجتهدون ليلة النصف من شعبان فى العبادة، وعنهم أخذ الناس تعظيمها، ويقال: إنه بلغهم فى ذلك آثار إسرائيلية، فلما اشتهر ذلك عنهم اختلف الناس، فمنهم من قبله منهم، وقد أنكر ذلك أكثر العلماء من أهل الحجاز، منهم عطاء، وابن أبى مليكة، ونقله عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن فقهاء أهل المدينة، وهو قول أصحاب مالك وغيرهم، وقالوا: ذلك كله بدعة
Artinya “Tabi'in tanah Syam seperti Khalid bin Ma'dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. Nah dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya'ban. Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut.
Baca Juga: Bolehkah Joget Gemoy dalam Islam?
Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Sya'ban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya. Mereka yang mengingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha' dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha' Madinah menukil pendapat bahwa perayaan malam Nisfu Sya'ban seluruhnya adalah bid'ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya."
Demikian sejarah perayaan malam Nisfu Sya’ban yang berawal dari segolongan ulama Tabi’in di tanah Syam, yang kemudian diikuti oleh banyak orang hingga saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








