Akurat
Pemprov Sumsel

Tafsir Surat Shad Ayat 54, Dipercaya Sebagai Salah Satu Amalan Malam Nisfu Sya’ban

Hadits Abdillah | 24 Februari 2024, 07:10 WIB
Tafsir Surat Shad Ayat 54, Dipercaya Sebagai Salah Satu Amalan Malam Nisfu Sya’ban

AKURAT.CO Terdapat berbagai amalan yang dikerjakan umat Muslim untuk menyambut datangnya malam Nisfu Sya’ban. Hal ini dikarenakan malam Nisfu Sya’ban merupakan malam yang dipenuhi oleh rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Membaca serta menulis surat Shad ayat 54 menjadi salah satu amalan malam Nisfu Sya’ban yang dikerjakan oleh sebagian umat muslim di Indonesia. Amalan ini merujuk pada dakwah seorang habib asal kota Solo bernama Habib Muhammad Al-Habsyi. Amalan ini dikatakan sebagai amalan yang dapat menarik rezeki.

Adapun bacaan dan tafsir dari surat Shad ayat 54 adalah sebagai berikut:

اِنَّ هٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهٗ مِنْ نَّفَادٍۚ

Inna hâdzâ larizqunâ mâ lahû min nafâd

Artinya: “Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki (dari) Kami yang tidak habis-habisnya.”

Dilansir dari NU Online, tafsir tahlili dari ayat ini adalah penegasan yang diberikan Allah SWT mengenai segala macam kenikmatan yang terdapat di surga menjadi suatu hal yang dijanjikan kepada para hamba Allah yang bertakwa. Yang pasti akan datang seluruh manusia dibangkitkan kembali dari kubur serta diadili di Padang Mahsyar.

Allah SWT juga menegaskan bahwasanya kenikmatan surga bukanlah sembarang kenikmatan, tetapi merupakan kenikmatan yang abadi.

Sedangkan Tafsir Wajiz dari ayat ini yaitu:

Sungguh, karunia besar dan mulia inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya dan tidak pula berkurang. Kami berikan karunia itu kepada hamba-hamba yang taat dan berbakti.

Terlepas dari amalan ini, umat muslim sejatinya memang dianjurkan untuk banyak membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebagai salah satu amalan untuk menghidupi malam Nisfu Sya’ban. Seperti halnya membaca surat shad ayat 54 serta membaca surat Yasin sebanyak tiga kali.

Selain itu, Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis juga telah menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan. Hadis tersebut berbunyi:

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: “Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf,’” (HR. At-Tirmidzi).

Lalu pada hadis lain, Nabi Muhammad SAW juga bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. al-Baihaqi).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi