Akurat
Pemprov Sumsel

Persiapan Diri Jelang Ramadhan, Ini Dia Tiga Amalan yang Dapat Dilakukan

Hadits Abdillah | 26 Februari 2024, 18:22 WIB
Persiapan Diri Jelang Ramadhan, Ini Dia Tiga Amalan yang Dapat Dilakukan

AKURAT.CO Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat muslim. Salah satu keistimewaan bulan ini adalah menjadi waktu dimana di turunkannya Al-Qur'an, sebagai pedoman hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.

Selain itu, bulan Ramadhan juga dapat menjadi suatu momentum bagi umat muslim untuk membersihkan diri dari dosa. Sehingga bulan ini harus dijalani dengan sangat baik, serta tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan banyak persiapan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Persiapan spiritual menjadi salah satu hal yang penting dalam menyiapkan diri sebelum memasuki Ramadhan. Berikut ini merupakan tiga amalan yang dapat dilakukan:

Baca Juga: Digunakan Muhammadiyah dalam Menentukan Awal Ramadhan, Apa Itu Hisab Hakiki Wujudul Hilal?

1. Memperbanyak Puasa Sunnah

Puasa Sunnah menjadi sarana yang sangat baik untuk melatih spiritual seorang muslim sebelum memasuki bulan Ramadhan. Selain itu, puasa Sunnah juga dapat menghapus dosa-dosa manusia sebagaimana yang dikatakan Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis berikut:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ لَهُ رَجُلٌ أَرَأَيْتَ صِيَامَ عَرَفَةَ قَالَ أَحْتَسِبُ عِنْدَ اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ: أَرَأَيْتَ صَوْمَ عَاشُورَاءَ قَالَ أَحْتَسِبُ عِنْدَ اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ [رواه احمد]

Artinya: "Dari Abi Qatadah, dari Nabi saw [diriwayatkan bahwa] ia berkata: Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw. bagaimana pendapat anda tentang puasa Arafah? Nabi menjawab: Puasa Arafah itu dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang tersisa. Kemudian orang tadi bertanya lagi: Bagaimana tentang puasa Asyura? Nabi saw. menjawab: Puasa Asyura dapat menghapus dosa yang telah lalu.” (HR. Ahmad).

Dalam hadis yang lain, Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan bahwa puasa Sunnah dapat menjadi perisai diri yang melindungi manusia dari api neraka.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللهِ بَعَّدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا [رواه البخاري ومسلم والترمذي والنسائي وأحمد والدارمي وابن ماجه]

Artinya: "Dari Abi Said al-Khudri r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa berpuasa pada suatu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka selama 70 tahun”. (HR. al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ahmad, ad-Darimiy, dan Ibnu Majah).

2. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Di bulan Ramadhan, seorang muslim dianjurkan untuk mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak-banyaknya. Untuk itu, seorang muslim harus terlebih dahulu membiasakan diri membaca Al-Qur'an dari jauh hari.

Selain itu, membaca Al-Qur'an juga dapat memberikan seseorang banyak manfaat. Salah satunya adalah diganjar satu kebaikan untuk satu huruf yang dibaca. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW berikut:

Baca Juga: Cara Menyikapi Perbedaan dalam Penentuan Awal Puasa Ramadhan

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: "Kata ‘Abdullah ibn Mas‘ud, Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah [Al-Qur’an], maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi).

3. Saling Memaafkan

Saling memaafkan bukan merupakan ibadah khusus, tetapi lebih kepada amalan untuk menjaga tali persaudaraan antar umat muslim. Memasuki bulan Ramadhan tanpa adanya permusuhan akan menjadi suatu hal yang melegakan hati.

Selain itu, manusia juga merupakan tempatnya salah dan dosa. Sehingga bisa saja tanpa disengaja seseorang berbuat salah kepada orang lain tanpa disadari. Maka meminta maaf menjadi suatu hal yang sangat penting. Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 178, yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِصَاصُ فِى ٱلْقَتْلَى ۖ ٱلْحُرُّ بِٱلْحُرِّ وَٱلْعَبْدُ بِٱلْعَبْدِ وَٱلْأُنثَىٰ بِٱلْأُنثَىٰ ۚ فَمَنْ عُفِىَ لَهُۥ مِنْ أَخِيهِ شَىْءٌ فَٱتِّبَاعٌۢ بِٱلْمَعْرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَٰنٍ ۗ ذَٰلِكَ تَخْفِيفٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ ۗ فَمَنِ ٱعْتَدَىٰ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَلَهُۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih."

Demikian amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan diri jelang datangnya bulan Ramadhan. Selain persiapan spiritual, seorang muslim hendaknya juga menyiapkan hal-hal lain, seperti kesehatan fisik agar dapat beribadah dengan baik di bulan Ramadhan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Lufaefi
Editor
Lufaefi