Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Sesuai Sunnah, Berapa Jumlah Rakaat Anda?

AKURAT.CO Bulan Ramadhan merupakan bulan yang mulia. Di bulan ini banyak sekali amalan yang bisa dikerjakan, salah satunya yaitu shalat tarawih.
Tradisi shalat tarawih di bulan Ramadhan ini berawal dari bentuk pemahaman riil hadits Nabi berikut:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: Barangsiapa bangun (shalat malam) di bulan Ramadhan dengan iman dan ihtisab, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim).
Rasulullah mulai mengerjakan shalat tarawih (dulu Qiyamur Ramadhan) pada tanggal 23 Ramadhan tahun kedua hijriah. Pada masa itu, Nabi Muhammad SAW tidak selalu menunaikannya di masjid tetapi juga di rumah.
Hal ini terkandung dalam hadits berikut:
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ (رواه البخاري ومسلم)
Artinya: Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin ra, sesungguhnya Rasulullah pada suatu malam shalat di masjid, lalu banyak orang shalat mengikuti beliau. Pada hari ketiga atau keempat, jamaah sudah berkumpul (menunggu Nabi) tapi Rasulullah SAW justru tidak keluar menemui mereka. Pagi harinya beliau bersabda, "Sungguh aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali bila shalat ini diwajibkan pada kalian.” Sayyidah ‘Aisyah berkata: Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan (HR Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Keutamaan Bulan Ramadhan Berdasarkan Hadits Nabi, Salah Satunya Menghapus Dosa Orang Muslim
Dikutip dari NU Online, istilah tarawih tidak ada di zaman Rasulullah. Dahulu shalat ini dinamakan qiyamul lail (shalat malam). Istilah tarawih ini muncul pada masa Khalifah Umar bin Khattab dan dikerjakan secara berjamaah di masjid.
Lalu berapakah jumlah rakaat shalat tarawih yang sesuai dengan sunnah? Begini penjelasannya!
Umar bin Khattab sebagai orang yang pertama kali mengumpulkan para sahabat Nabi untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, mengerjakan shalat ini dengan 23 rakaat. Hal ini juga dijelaskan dalam Hadits Riwayat Malik berikut:
عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ فِي زَمَنِ عُمَرَرضي الله عنه فِي رَمَضَانَ بِثَلاَثٍ وَعِشْرِينَ رَكْعَةً
Artinya: Dari Yazid bin Ruman telah berkata, ‘Manusia senantiasa melaksanakan shalat pada masa Umar radliyallahu ‘anh di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat (20 rakaat tarawih, disambung 3 rakaat witir) (HR Malik).
Selain itu, terdapat hadits lain yang menyatakan hal serupa. Hadits ini diriwayatkan oleh Sa’ib bin Yazid yang berbunyi:
عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ: كَانُوا يَقُومُونَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً (رواه البيهقي وَصَحَّحَ إِسْنَادَهُ النَّوَوِيُّ وَغَيْرُهُ) ـ
Artinya: Dari Sa’ib bin Yazid, ia berkata, ‘Para sahabat melaksanakan shalat (tarawih) pada masa Umar ra di bulan Ramadhan sebanyak 20 rakaat ini(HR. Al-Baihaqi, sanadnya dishahihkan oleh Imam Nawawi dan lainnya).
Baca Juga: Apa Benar Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya Berikut Ini
Meski begitu, beberapa ulama mengizinkan umat muslim untuk menunaikan shalat tarawih dengan jumlah rakaat 11, 13, 21, 23, 39, 41, dan 47 beserta shalat witirnya. Shalat tarawih tidak hanya bisa dilakukan di masjid saja, shalat ini juga boleh dikerjakan di rumah secara sendiri maupun berjamaah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









