Akurat
Pemprov Sumsel

Profil Iran, Negara Islam Pimpinan Ebrahim Raisi yang Menggabungkan Sistem Pemerintahan Demokrasi dan Teokrasi

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Mei 2024, 07:30 WIB
Profil Iran, Negara Islam Pimpinan Ebrahim Raisi yang Menggabungkan Sistem Pemerintahan Demokrasi dan Teokrasi

AKURAT.CO Iran dikenal sebagai negara Islam (republik Islam) yang menggabungkan sistem pemerintahan demokrasi dan teokrasi.

Dipimpin oleh Ebrahim Raisi, yang pada Minggu (19/5) wafat dalam kecelakaan Helikopter, Iran juga dikenal sebagai negara Islam mayoritas Syiah.

Seperti apa profil Iran? Negara Islam yang pimpinannya meninggal dalam tragedi kecelakaan maut Helikopter itu?

Latar Belakang Iran

Iran, sebuah negara di Asia Barat, memiliki sejarah panjang dan kaya yang dimulai dari kerajaan Persia kuno hingga menjadi republik Islam modern.

Terletak strategis di antara Timur Tengah dan Asia Tengah, Iran berbatasan dengan sejumlah negara, termasuk Irak, Turki, Armenia, dan Pakistan. Negara ini memiliki populasi sekitar 85 juta jiwa dan ibu kotanya adalah Teheran.

Baca Juga: Profil Hossein Amir Abdollahian, Menteri Luar Negeri Iran yang Wafat dalam Kecelakaan Helikopter, Dikenal sebagai Diplomat Ulung

Sistem Pemerintahan

Iran adalah sebuah republik Islam dengan sistem pemerintahan yang unik, menggabungkan elemen demokrasi dan teokrasi. Puncak kekuasaan tertinggi dipegang oleh Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader), yang saat ini adalah Ayatollah Ali Khamenei. Selain itu, terdapat Presiden yang dipilih melalui pemilihan umum dan bertanggung jawab atas pemerintahan sehari-hari.

Profil Ebrahim Raisi

Ebrahim Raisi terpilih sebagai Presiden Iran pada Juni 2021. Sebelum menjabat sebagai presiden, Raisi memiliki karir panjang dalam sistem peradilan Iran, termasuk posisi sebagai Kepala Kehakiman. Dikenal sebagai sosok konservatif, Raisi memiliki dukungan kuat dari Pemimpin Tertinggi dan berbagai elemen garis keras di Iran. Presiden Iran wafat dalam kecelakaan Helikopter, Minggu (19/5).

Kebijakan Domestik

Di bawah kepemimpinan Raisi, Iran fokus pada sejumlah prioritas domestik, termasuk pengendalian inflasi, pengurangan pengangguran, dan peningkatan produksi domestik. Saat memimpin, Raisi berkomitmen untuk memberantas korupsi dan memperbaiki kondisi ekonomi yang terpuruk akibat sanksi internasional dan salah urus ekonomi.

Kebijakan Luar Negeri

Kebijakan luar negeri Iran di bawah kepemimpinan Raisi menekankan pada hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan memperkuat aliansi strategis dengan kekuatan-kekuatan non-Barat seperti China dan Rusia. Raisi juga menunjukkan keinginan untuk kembali ke perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) jika sanksi terhadap Iran dicabut.

Baca Juga: Klarifikasi Kemenag soal Petugas Haji Non Islam: Bukan Petugas Haji, Tapi Panitia Pemberangkatan Jemaah Haji

Tantangan yang Dihadapi

Iran menghadapi sejumlah tantangan serius. Ekonomi negara ini masih berada di bawah tekanan besar akibat sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya. Selain itu, situasi politik dan sosial di dalam negeri juga kompleks, dengan adanya tuntutan reformasi dari berbagai kelompok masyarakat.

Masa Depan Iran

Pasca wafatnya Ebrahim Raisi, yang akan diteruskan oleh wakilnya, akan menjadi penentu penting bagi masa depan Iran. Keberhasilannya dalam menangani masalah ekonomi, memperkuat hubungan internasional, dan menjaga stabilitas politik akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan negara ini.

Bagaimana penerus Raisi menghadapi tantangan-tantangan tersebut akan menentukan apakah Iran bisa mencapai kestabilan dan kemakmuran yang lebih besar di masa depan adalah pekerjaan rumah yang harus dijalankan dengan maksimal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.