Akurat
Pemprov Sumsel

Sanggup Bayar Lebih dari Rp700 Juta, Tukang Bakso Berhasil Naik Haji Hanya dengan Menunggu 3 Tahun, Gandeng Ayah dan Kedua Mertuanya!

Fajar Rizky Ramadhan | 27 Mei 2024, 13:10 WIB
Sanggup Bayar Lebih dari Rp700 Juta, Tukang Bakso Berhasil Naik Haji Hanya dengan Menunggu 3 Tahun, Gandeng Ayah dan Kedua Mertuanya!

AKURAT.CO Seorang tukang bakso berhasil naik haji hanya dengan menunggu 3 tahun. Tidak tanggung-tanggung, ia berani membayar lebih dari 700 juta dengan menggandeng ayah dan kedua mertuanya.

Wajah gembira itu terpancar dari seorang penjual bakso asal Provinsi Banten bernama Sriyoto Padmo Suwito. Pria kelahiran Solo itu bisa menunaikan ibadah haji melalui jalur khusus (ONH khusus).

Tak hanya sendirian, Sriyoto juga membawa serta ayahanda dan kedua mertuanya menuju tanah suci tahun ini. Sejatinya, biaya berhaji ONH plus sangat berbeda dengan haji reguler.

Soal biaya haji khusus, untuk satu orang dapat menjejakan kaki ke Baitullah dikenakan tarif sebesar Rp250-300 juta. Jika dikali tiga, maka biayanya antara 750-900 juta.

Baca Juga: Uang Kuliah Meroket, Universitas Muhammadiyah Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah dengan Hasil Bumi

"Saya lahir di Solo, sejak 2007 merantau ke Serang. Mendapat isteri seorang pedagang bakso," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diperoleh Akurat.co, Senin (27/05/2024).

Dari situ, Sriyoto meniti karirnya sebagai pedagang bakso kurang lebih selama 12 tahun. Dari hasil kegigihannya tersebut, berhasil berangkat umrah bersama keluarga besar pada tahun 2013.

"Pulang dari umrah, saya kemudian berniat dan mungkin karena Allah menitipkan rezeki dari berdagang bakso. Saya berniat untuk berangkat haji bersama orang tua dan mertua saya," ucap Sriyoto.

Awalnya, Sriyoto kurang optimis dengan keadaan sebagai pedagang bakso. Namun, kembali antusias setelah mendapat informasi membayar haji bisa diangsur. "Akhirnya dengan uang seadanya, saya daftar dan sisanya cicil," ucap Sriyoto.

Ia mengucap 'alhamdulillah', dalam jangka waktu tiga tahun dapat berangkat haji berempat. "Selama tiga tahun saya gigih berjualan bakso dan selalu bersikap sederhana baik pola makan dan lainnya," ucap Sriyoto.

Diungkapkan, selama berjualan bakso rajin menabung dan tidak pernah menanyakan kepada sang isteri soal keuntungan berdagang. "Karena namanya berdagang itu uang berjalan untuk modal dagang selanjutnya," ucapnya.

Baca Juga: Hukum Hubungan Seksual melalui Anus Perspektif Islam

Kendati demikian, sang isteri sangat mendukung niatannya untuk berhaji. Isteri, lanjutnya, sangat ahli dalam mengelola uang serta menyisihkan untuk menabung.

"Inilah saya sangat senang bila berangkat haji tahun ini. Tanpa harus menunggu antrean selama 20 hingga 25 tahun," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.