Salah satu kepercayaan yang masih ada di masyarakat adalah anggapan bahwa orang yang meninggal pada malam 1 Suro akan terkena nasib buruk atau disebut sebagai "sengkolo".
Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap kepercayaan ini? Apakah ada dasar dalam hadits yang mendukung atau menolak keyakinan tersebut?
Pandangan Islam Berdasarkan Hadits
Dalam Islam, segala bentuk kepercayaan atau keyakinan harus didasarkan pada Al-Quran dan Hadits.
Baca Juga: Islam Menolak Kepercayaan Adanya Sengkolo di Malam Satu Suro, Ini Dalilnya
Mengenai keyakinan bahwa orang yang meninggal pada malam tertentu akan terkena nasib buruk, mari kita lihat beberapa hadits yang relevan:
-
Hadits Tentang Takdir dan Waktu Kematian
Rasulullah SAW bersabda:
"مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ" (الحديد: 22)
Artinya: "Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. Al-Hadid: 22)
Dalam hadits ini, jelas bahwa segala sesuatu, termasuk waktu dan tempat kematian seseorang, telah ditentukan oleh Allah SWT.
-
Hadits Tentang Tahayul dan Kepercayaan yang Tidak Beralasan
Rasulullah SAW bersabda:
"لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ" (رواه البخاري)
Artinya: "Tidak ada penularan penyakit tanpa izin Allah, tidak ada tathayyur (keyakinan buruk terhadap burung), tidak ada hama (kepercayaan terhadap roh gentayangan), dan tidak ada (sial pada bulan) Shafar." (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam menolak segala bentuk tahayul dan kepercayaan tanpa dasar yang kuat.
Baca Juga: Meninggal di Malam 1 Suro Artinya Apa? Ini Jawaban Perspektif Islam
Berdasarkan hadits-hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pandangan Islam, tidak ada dasar untuk meyakini bahwa seseorang yang meninggal pada malam 1 Suro akan terkena nasib buruk atau sengkolo.
Segala sesuatu termasuk waktu kematian seseorang telah ditetapkan oleh Allah SWT dan tidak ada kaitannya dengan malam tertentu atau tahayul apapun.
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak terpengaruh oleh keyakinan yang tidak berdasar dan lebih percaya kepada ketetapan Allah SWT.
Oleh karena itu, keyakinan tentang nasib buruk bagi orang yang meninggal pada malam 1 Suro tidak memiliki tempat dalam ajaran Islam.