Meninggal di Malam 1 Suro, Keluarga Sebaiknya Lakukan 5 Hal ini Agar Almarhum Tenang di Alam Kubur

AKURAT.CO Meninggal di malam 1 Suro, yang bertepatan dengan malam Tahun Baru Hijriyah, sering dianggap sebagai momen yang sakral dalam budaya Jawa.
Meskipun keyakinan ini lebih banyak dipengaruhi oleh tradisi lokal, dalam Islam sendiri, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh keluarga yang ditinggalkan untuk mendoakan ketenangan almarhum di alam kubur.
Berikut ini adalah lima hal yang sebaiknya dilakukan:
1. Membaca Al-Quran dan Berdoa
Membaca Al-Quran adalah salah satu bentuk ibadah yang dapat memberikan pahala kepada almarhum. Khususnya, surat Yasin sering dibaca karena dipercaya dapat memberikan ketenangan. Dalam hadis disebutkan:
"اقْرَءُوا يَسِينَ عَلَى مَوْتَاكُمْ"
"Bacalah Yasin untuk orang-orang yang meninggal di antara kalian." (HR. Ahmad)
Baca Juga: Grand Syekh Al Azhar Apresiasi Indonesia Bela Palestina dan Serukan Kerukunan Umat
2. Memberikan Sedekah atas Nama Almarhum
Sedekah jariyah adalah salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal.
Dengan memberikan sedekah atas nama almarhum, keluarga dapat membantu meringankan beban di alam kubur. Dalam hadis disebutkan:
"إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ"
"Ketika seorang anak Adam meninggal, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
3. Memperbanyak Istighfar dan Doa untuk Almarhum
Memohon ampunan dan mendoakan almarhum sangat dianjurkan. Doa yang tulus dari keluarga dapat memberikan ketenangan di alam kubur. Nabi Muhammad SAW bersabda:
"اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ"
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia."
4. Mengadakan Majelis Dzikir dan Doa
Mengadakan majelis dzikir dan doa bersama dapat menjadi sarana untuk mendoakan almarhum. Dalam hadis, disebutkan:
"إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ فَارْتَعُوا". قَالُوا: وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ؟ قَالَ: "حِلَقُ الذِّكْرِ"
"Jika kalian melewati taman-taman surga, maka berhentilah." Mereka bertanya, "Apa itu taman-taman surga?" Beliau menjawab, "Majelis dzikir." (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: Hukuman bagi Keamanan/Polisi yang Salah Tangkap Orang dalam Perspektif Islam
5. Menghidupkan Amalan-Amalan Baik yang Ditinggalkan Almarhum
Melanjutkan amalan baik yang biasa dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya, seperti mengajar, berdakwah, atau aktivitas sosial lainnya, dapat menjadi bentuk penghormatan dan pahala jariyah untuknya.
Melalui lima amalan ini, keluarga dapat membantu almarhum mencapai ketenangan di alam kubur dan meraih ridha Allah SWT.
Meskipun tradisi lokal seperti malam 1 Suro memiliki nilai tersendiri, mengedepankan amalan berdasarkan ajaran Islam akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi almarhum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










