Pernyataan ini memicu respons keras dari masyarakat Muslim karena dinilai keliru dan menyesatkan.
Islam mengajarkan bahwa Nabi Muhammad menjadi Rasul bukan karena bertapa, melainkan karena wahyu yang Allah turunkan melalui malaikat Jibril. Dalam Al-Qur'an, proses penurunan wahyu ini dijelaskan dengan jelas:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (Surah Al-‘Alaq: 1)
Pada saat pertama kali menerima wahyu, Nabi Muhammad Saw memang berada di Gua Hira.
Namun, ia tidak sedang bertapa seperti yang dipahami dalam tradisi spiritual tertentu, melainkan sedang merenung dan mencari petunjuk dari Allah atas kerusakan moral masyarakat saat itu.
Ini adalah bentuk tafakkur atau perenungan, bukan bertapa untuk memperoleh kenabian.
Dalam Islam, kenabian dan risalah bukanlah sesuatu yang bisa dicapai dengan usaha manusia seperti bertapa atau latihan spiritual. Kenabian adalah anugerah langsung dari Allah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
“Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan risalah-Nya.” (Surah Al-An’am: 124).
Baca Juga: Permadi Arya Abu Janda Terkenal karena Apa? Ini Asal-usulnya!
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah sendiri yang memilih siapa yang pantas menjadi rasul. Nabi Muhammad telah dipilih Allah sejak sebelum penciptaan alam semesta, sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa beliau adalah "khatamun nabiyyin" (penutup para nabi).
Konsep bertapa umumnya dikenal dalam ajaran agama atau kepercayaan tertentu, di mana seseorang menarik diri dari kehidupan duniawi untuk mencapai pencerahan atau kesaktian.
Namun, dalam Islam, kenabian bukanlah hasil dari pencerahan diri atau kekuatan spiritual. Nabi Muhammad tidak melakukan bertapa untuk menjadi nabi, melainkan menerima wahyu langsung sebagai amanah dari Allah untuk menyampaikan risalah-Nya.
Adapun pernyataan bahwa Nabi Muhammad menjadi rasul karena bertapa menunjukkan kurangnya pemahaman tentang esensi kenabian dalam Islam.
Pemikiran seperti ini dapat menyesatkan karena mengaburkan makna kenabian yang sejati.
Nabi Muhammad bukanlah nabi hasil pencarian pribadi, melainkan utusan Allah yang membawa wahyu untuk membimbing umat manusia.
Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW diutus menjadi rasul bukan karena proses bertapa, melainkan karena Allah memilih dan menurunkan wahyu kepada beliau melalui malaikat Jibril di Gua Hira.
Baca Juga: Viral Melly 3GP Film, Apa Hukum Membuat Video Porno Menurut Islam?
Konsep kenabian dalam Islam sepenuhnya bergantung pada kehendak Allah dan bukan hasil usaha manusia.
Oleh karena itu, pemahaman yang keliru seperti yang disampaikan oleh YouTuber tersebut harus diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman lebih lanjut tentang ajaran Islam.
Pemahaman tentang kenabian ini penting untuk diluruskan agar umat Muslim tidak terjerumus dalam konsep-konsep yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah.