Dalam Islam, perbuatan menonton atau menyebarkan konten yang mengandung unsur pornografi atau aktivitas syur dianggap haram dan dilarang keras.
Larangan ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis yang menjelaskan dampak negatif dari perilaku tersebut bagi individu dan masyarakat.
Allah SWT menekankan dalam Al-Qur’an agar umat Muslim menjaga pandangan dan memelihara kehormatan mereka. Dalam Surah An-Nur ayat 30, Allah berfirman:
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur: 30)
Ayat ini menggarisbawahi pentingnya menjaga pandangan sebagai bentuk penjagaan diri dari segala perbuatan maksiat.
Menonton konten tidak senonoh atau pornografi adalah tindakan yang dianggap menodai kesucian pandangan dan berpotensi merusak hati serta jiwa seseorang.
Baca Juga: Bimo Aryo Selingkuh dengan Maela Asila, Kenapa Laki-laki Bisa Selingkuh?
Dalam Islam, perilaku tersebut tidak hanya berbahaya bagi individu yang melakukannya tetapi juga merusak moralitas masyarakat secara keseluruhan.
Lebih lanjut, dalam Hadis, Rasulullah SAW juga memperingatkan umat Islam tentang bahayanya pandangan yang tidak terjaga. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ النَّظْرَةَ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ، مَنْ تَرَكَهَا مَخَافَتِي أَبْدَلْتُهُ إِيمَانًا يَجِدُ حَلاَوَتَهُ فِي قَلْبِهِ
Artinya: “Pandangan (haram) adalah salah satu panah beracun dari panah-panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantinya dengan manisnya iman yang ia rasakan dalam hatinya.” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa pandangan yang tidak dijaga dapat menjadi awal dari kemaksiatan dan dosa lainnya.
Rasulullah mengingatkan bahwa setan menggunakan pandangan haram untuk menjerat manusia ke dalam perbuatan dosa, sehingga penting bagi seorang Muslim untuk menahan diri dari menonton konten yang merusak ini.
Sebagai gantinya, Allah SWT akan memberikan kedamaian dalam hati serta kenikmatan iman bagi orang-orang yang menjauhi perilaku tersebut.
Pandangan dalam Islam ini didasari atas tujuan yang lebih besar, yaitu menjaga ketentraman hati, menghindari fitnah, serta menjaga kehormatan dan moralitas individu serta masyarakat.
Islam mendorong umatnya untuk menjauhi segala bentuk perbuatan yang dapat mengundang kerusakan, baik secara fisik maupun psikologis.
Baca Juga: Banyak Kasus Pria Selingkuh Viral di Medsos, Bisakah Mereka Taubat dalam Pandangan Islam?
Menyebarkan atau menonton video syur, selain dilarang, juga memiliki dampak buruk yang dapat merusak pola pikir, menimbulkan kecanduan, serta mempengaruhi hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Penyebaran video yang tidak senonoh juga termasuk dalam tindakan menyebarkan fitnah atau berita yang tidak bermanfaat, yang mana hal ini dilarang dalam Islam. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat ini menegaskan pentingnya tabayyun atau memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum menyebarkannya. Dengan tabayyun, kita dapat mencegah fitnah dan kehancuran di tengah masyarakat yang disebabkan oleh berita atau konten yang tidak bermanfaat.
Dalam konteks perkembangan teknologi dan media sosial saat ini, umat Muslim diingatkan untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan internet.
Kemudahan akses terhadap informasi harus diimbangi dengan kesadaran bahwa tidak semua yang beredar di dunia maya perlu dilihat atau disebarkan.
Dengan memahami ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menjaga diri dari godaan dan memperkuat iman.
Islam menekankan pada umatnya untuk menjaga kesucian hati, pandangan, serta kehormatan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan penghindaran dari bahaya yang dibawa oleh konten negatif.