Akurat
Pemprov Sumsel

Bahaya Pemikiran Sekte Khawarij dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 16 November 2024, 16:53 WIB
Bahaya Pemikiran Sekte Khawarij dalam Islam

AKURAT.CO Dalam sejarah Islam, Khawarij merupakan salah satu kelompok yang muncul pada masa awal perpecahan umat.

Mereka dikenal dengan sikap ekstrem dalam beragama, khususnya dalam hal takfir (menganggap kafir orang lain) terhadap sesama Muslim yang tidak sejalan dengan pemahaman mereka.

Pandangan dan tindakan mereka membawa dampak besar bagi persatuan umat Islam serta menciptakan berbagai fitnah dan kekacauan.

Oleh karena itu, memahami bahaya pemikiran Khawarij sangat penting untuk menjaga kestabilan akidah dan ukhuwah Islamiyah.

Khawarij pertama kali muncul dalam peristiwa arbitrase antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan setelah Perang Shiffin.

Mereka menolak keputusan arbitrase tersebut dengan alasan bahwa “tidak ada hukum kecuali hukum Allah.” Mereka mendasarkan klaim ini pada ayat:

إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ

"Keputusan itu hanyalah milik Allah." (QS. Yusuf: 40).

Namun, pemahaman mereka terhadap ayat ini keliru. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu menanggapi klaim mereka dengan mengatakan, “Kalimatnya benar, tetapi maksudnya batil.”

 Maksud Ali adalah bahwa mereka menggunakan ayat Al-Qur’an dengan tafsir yang dangkal untuk mendukung ideologi mereka, tanpa memperhatikan konteks atau kaidah syariat secara keseluruhan.

Baca Juga: Mungkinkah Mengenal Investasi dalam Islam, Contoh, dan Risikonya?

Salah satu ciri utama Khawarij adalah mudah mengkafirkan Muslim lain hanya karena perbedaan pendapat atau dosa besar. Dalam pandangan Islam yang moderat, tidak semua dosa menjadikan seseorang keluar dari Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ قَالَ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا

"Barang siapa berkata kepada saudaranya, 'Wahai kafir,' maka salah satu dari keduanya akan terkena (dosa) ucapan itu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan betapa beratnya konsekuensi mengkafirkan sesama Muslim. Ketergesa-gesaan Khawarij dalam menjatuhkan vonis kafir mencerminkan kejahilan mereka terhadap prinsip-prinsip dasar Islam, seperti kasih sayang, toleransi, dan ukhuwah.

Bahaya lain dari pemikiran Khawarij adalah kecenderungan mereka untuk memberontak terhadap penguasa Muslim yang tidak sejalan dengan mereka.

Dalam Islam, meskipun penguasa memiliki kekurangan, tetap diwajibkan untuk taat selama tidak memerintahkan kemaksiatan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي... فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ؟ فَقَالَ: لاَ، مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ

"Akan ada setelahku para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menjalankan sunnahku..." Lalu dikatakan kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, tidakkah kita perangi mereka?' Beliau menjawab, 'Tidak, selama mereka masih menegakkan salat di tengah kalian.’" (HR. Muslim).

Pemikiran Khawarij yang cenderung memberontak hanya menghasilkan instabilitas politik dan sosial, yang berujung pada kehancuran umat.

Mereka sering kali melancarkan aksi-aksi kekerasan atas nama agama, padahal Islam adalah agama yang mengajarkan perdamaian dan rahmat bagi semesta alam.

Sikap ekstrem Khawarij juga bertentangan dengan perintah Allah untuk bersikap moderat dalam beragama. Allah berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا

"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat yang adil dan pilihan." (QS. Al-Baqarah: 143).

Ayat ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dan moderasi dalam beragama, tanpa berlebihan atau meremehkan.

Oleh karena itu, pemikiran Khawarij yang ekstrem tidak hanya menyimpang dari ajaran Islam, tetapi juga membahayakan keutuhan umat.

Baca Juga: Hak-hak Tetangga dalam Perspektif Islam

Dalam menghadapi pemikiran seperti ini, penting bagi umat Islam untuk senantiasa kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar melalui ulama yang terpercaya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memperingatkan tentang kelompok seperti Khawarij:

يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ

"Mereka keluar dari agama seperti keluarnya anak panah dari busurnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Peringatan ini menjadi pengingat agar umat Islam waspada terhadap ajakan-ajakan yang mengatasnamakan agama tetapi justru merusak ajarannya.

Dengan memperkuat pemahaman yang moderat dan menjunjung tinggi persatuan umat, bahaya pemikiran Khawarij dapat dihindari. Islam adalah agama yang membawa rahmat, bukan kekerasan dan perpecahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.