Akurat
Pemprov Sumsel

Isa Zega Transgender Umroh: Apa Saran Islam bagi Transgender yang Akan atau Sedang Umroh?

Fajar Rizky Ramadhan | 21 November 2024, 14:24 WIB
Isa Zega Transgender Umroh: Apa Saran Islam bagi Transgender yang Akan atau Sedang Umroh?

AKURAT.CO Perjalanan ibadah umroh merupakan salah satu momen penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Sebagai ibadah yang mulia, umroh menuntut persiapan fisik, mental, dan spiritual agar dapat dilaksanakan sesuai tuntunan syariat.

Dalam konteks seorang transgender seperti Isa Zega yang menunaikan umroh, isu ini sering kali memunculkan pertanyaan: bagaimana pandangan Islam terkait transgender yang melaksanakan umroh, dan apa saja yang perlu diperhatikan?

Pandangan Islam tentang Transgender dalam Ibadah

Islam mengajarkan bahwa semua manusia, tanpa memandang latar belakang atau kondisi mereka, memiliki hak untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa panggilan untuk beribadah adalah bersifat universal. Namun, Islam juga menekankan pentingnya pelaksanaan ibadah sesuai dengan syariat, termasuk dalam hal tata cara berpakaian dan interaksi antarjenis kelamin selama umroh.

Baca Juga: Isa Zega Transgender Umrah Pakai Hijab: Bolehkah Transgender Menggunakan Hijab Menurut Islam?

Transgender, dalam perspektif syariat, biasanya dipahami sebagai individu yang mengalami perubahan fisik atau identitas gender dari jenis kelamin yang ditentukan saat lahir.

Dalam pelaksanaan umroh, penting bagi seorang transgender untuk memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan jenis kelamin asal (biologis) mereka, karena syariat menetapkan kewajiban ibadah berdasarkan fitrah manusia.

Saran Islam bagi Transgender yang Akan atau Sedang Umroh

1. Menyesuaikan Penampilan dengan Jenis Kelamin Asal

Dalam umroh, ada ketentuan khusus terkait pakaian ihram bagi laki-laki dan perempuan. Bagi laki-laki, ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan, sedangkan perempuan diwajibkan mengenakan pakaian yang menutup aurat kecuali wajah dan telapak tangan. Rasulullah SAW bersabda;

لَعَنَ اللَّهُ الْمُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ وَالْمُتَشَبِّهَاتِ مِنَ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ

"Allah melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki." (HR. Bukhari)

Berdasarkan hadis ini, seorang transgender dianjurkan untuk mengikuti aturan sesuai dengan jenis kelamin asalnya agar ibadah mereka sah dan tidak melanggar ketentuan syariat.

2. Menghindari Hal-Hal yang Memicu Fitnah

Dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, interaksi antarjamaah sering kali tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, seorang transgender perlu menjaga adab dan batasan syariat agar tidak menimbulkan kebingungan atau fitnah di antara jamaah lainnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah;

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka." (QS. An-Nur: 31)

Meskipun ayat ini ditujukan kepada perempuan, prinsip menjaga pandangan dan kehormatan berlaku untuk semua, termasuk transgender.

 

3. Konsultasi dengan Ulama atau Pembimbing Ibadah

Agar pelaksanaan umroh berjalan lancar dan sesuai dengan tuntunan syariat, seorang transgender disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau pembimbing umroh terpercaya.

Mereka dapat memberikan panduan khusus yang sesuai dengan situasi individu tersebut. Dalam Islam, konsultasi kepada ahli ilmu adalah bagian dari etika beragama:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43).

Baca Juga: Isa Zega Transgender Viral Usai Umrah Pakai Hijab, Dinilai Menista Agama!

Ibadah umroh adalah kesempatan yang berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampunan-Nya.

Islam tidak menutup pintu bagi siapa pun yang ingin bertaubat dan beribadah, termasuk transgender.

Namun, penting bagi setiap individu, tanpa memandang latar belakang, untuk menjalankan ibadah sesuai dengan ketentuan syariat.

Semoga Isa Zega dan semua Muslim yang menunaikan umroh dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan diterima oleh Allah SWT. Wallahu a'lam bish-shawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.