Akurat
Pemprov Sumsel

Film "Naik Ranjang Episode 194 Full Episode" Trending, Ini 5 Prinsip Islam dalam Melihat Tontonan

Fajar Rizky Ramadhan | 3 Desember 2024, 06:44 WIB
Film "Naik Ranjang Episode 194 Full Episode" Trending, Ini 5 Prinsip Islam dalam Melihat Tontonan

AKURAT.CO Di era digital saat ini, tontonan menjadi salah satu hiburan yang paling mudah diakses oleh masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah serial atau film yang mendominasi tren, seperti "Naik Ranjang Episode 194 Full Episode."

Namun, sebagai Muslim, penting bagi kita untuk melihat tontonan bukan hanya dari sisi hiburan, tetapi juga melalui kacamata syariat Islam.

Dalam pandangan Islam, ada prinsip-prinsip penting yang harus kita pegang saat memilih tontonan, agar tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membawa manfaat.

Pertama, Islam menekankan pentingnya moralitas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk hiburan. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barang siapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia menyuruh mengerjakan perbuatan keji dan mungkar." (QS. An-Nur: 21)

Ayat ini mengajarkan bahwa tontonan yang mengandung unsur kekejian, vulgaritas, atau hal-hal yang merusak akhlak sebaiknya dihindari.

Jika sebuah film atau serial memuat adegan yang melampaui batas, maka kita perlu menjauhinya demi menjaga kesucian hati dan pikiran.

Kedua, Islam mengarahkan umatnya untuk memilih hiburan yang mendidik dan membawa manfaat. Rasulullah ﷺ bersabda;

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ مَعَالِيَ الْأُمُورِ وَيَكْرَهُ سَفْسَافَهَا

"Sesungguhnya Allah mencintai perkara-perkara yang mulia dan membenci perkara-perkara yang hina." (HR. Al-Baihaqi).

Baca Juga: Nonton Film di 'Layarkaca21 LK21 Indoxxi' Disebut Bahaya dan Ilegal, Apa Hukum Menonton Video Bajakan Menurut Islam?

Hiburan yang baik adalah yang mampu menginspirasi dan menambah wawasan, bukan yang hanya menawarkan sensasi tanpa makna. Oleh karena itu, sebelum menonton, tanyakan pada diri sendiri apakah tontonan tersebut memiliki nilai positif yang bisa diambil.

Ketiga, Islam mengajarkan untuk menjaga waktu. Allah berfirman:

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-‘Asr: 1-3)

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu pada hal yang tidak bermanfaat. Hiburan memang diperlukan, tetapi tidak boleh sampai mengorbankan waktu untuk ibadah, belajar, atau kewajiban lainnya.

Keempat, Islam juga melarang konten yang merusak akidah. Allah berfirman:

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ

"Dan sungguh, Dia telah menurunkan kepada kamu di dalam Kitab (Al-Qur'an), bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sampai mereka memasuki pembicaraan yang lain." (QS. An-Nisa: 140)

Hiburan yang mengandung unsur penghinaan terhadap agama atau mempromosikan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam adalah sesuatu yang harus kita jauhi.

Kelima, Islam menekankan pada niat yang benar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Sinopsis Film Man on Fire Kisahkan Tragedi Gelombang Penculikan di Meksiko, Apa Hukum Menculik Menurut Islam?

Jika niat menonton adalah untuk mencari hiburan yang halal atau mengambil pelajaran, maka ini adalah hal yang dibolehkan. Sebaliknya, jika niatnya untuk memuaskan hawa nafsu atau meniru keburukan, maka kita harus segera bertobat dan mengubah niat tersebut.

Sebagai penutup, tren tontonan seperti "Naik Ranjang" dan lainnya harus disikapi dengan kebijaksanaan.

Islam tidak melarang hiburan, tetapi mengarahkan umatnya untuk memilih hiburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan bermanfaat.

Dengan memahami prinsip-prinsip ini, semoga kita mampu menjadi penonton yang bijak dan tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.