Meskipun tampak menarik, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, kebiasaan menonton film di platform semacam ini perlu dikaji lebih dalam, khususnya dalam perspektif Islam.
Banyak dampak negatif yang dapat memengaruhi perkembangan mental, spiritual, dan sosial anak, terutama jika konten yang ditonton tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
Islam menempatkan pendidikan dan pembentukan akhlak anak sebagai prioritas utama. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan anak-anaknya terhindar dari hal-hal yang dapat merusak fitrah dan akhlak mereka. Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca Juga: Bahaya Nonton Film LK21 Menurut Psikologi Islam
Kebiasaan menonton film di platform seperti LK21 yang tidak terkontrol dapat membawa dampak negatif, terutama jika film yang ditonton mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau nilai-nilai yang bertentangan dengan syariat Islam.
Anak-anak, sebagai makhluk yang sedang dalam proses belajar dan meniru, sangat rentan menyerap apa yang mereka lihat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu...” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menegaskan bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk menjaga anak-anak mereka dari hal-hal yang dapat membawa mereka kepada keburukan, termasuk dalam memilih tontonan.
Dampak Negatif dari Film yang Tidak Islami
Konten film yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dapat memengaruhi perkembangan anak dalam berbagai aspek. Secara psikologis, anak-anak dapat menjadi agresif karena meniru kekerasan yang mereka lihat di layar.
Lebih jauh lagi, konten pornografi atau adegan yang tidak pantas dapat merusak kesucian hati dan pikiran mereka, membuat mereka kehilangan rasa malu yang merupakan salah satu cabang iman. Rasulullah SAW bersabda,
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
“Malu itu adalah bagian dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, terlalu sering menonton film juga dapat membuat anak menjadi kecanduan, sehingga melalaikan tanggung jawab mereka, seperti belajar, membantu orang tua, atau bahkan melaksanakan ibadah. Dalam Islam, waktu adalah amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Allah SWT berfirman:
وَالْعَصْرِ . إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-Asr: 1-2)
Solusi Islami
Islam menawarkan solusi untuk mengatasi masalah ini. Orang tua harus aktif mengontrol tontonan anak-anak dan menggantinya dengan hiburan yang mendidik dan Islami.
Membiasakan anak-anak mendengar kisah para nabi dan sahabat atau menonton film yang sesuai dengan syariat dapat menjadi alternatif yang lebih baik.
Baca Juga: Rebahin Nonton Film IndoXXI Trending: Apa Hukum Menonton Video yang Mendorong pada Kemaksiatan?
Selain itu, mendidik anak dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah adalah langkah utama dalam membentuk karakter mereka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ خَيْرًا مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian yang lebih baik dari seorang ayah kepada anaknya selain pendidikan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Kesimpulannya, nonton film di platform seperti LK21 tanpa pengawasan dapat membawa dampak negatif yang serius bagi pertumbuhan anak. Dalam perspektif Islam, menjaga anak dari pengaruh buruk merupakan kewajiban orang tua.
Dengan memberikan pendidikan akhlak yang baik serta membimbing mereka dalam memilih tontonan, orang tua dapat melindungi anak-anaknya dari bahaya dunia digital yang tidak terkontrol.