Salah satu fenomena yang mencuat adalah kebiasaan menonton film melalui situs-situs streaming ilegal seperti LK21.
Meskipun terlihat praktis dan menguntungkan, aktivitas ini sebenarnya memiliki banyak dampak negatif, baik secara hukum maupun moral.
Dari sudut pandang Islam, tindakan ini juga bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah ﷺ.
Dalam Islam, kejujuran adalah prinsip fundamental yang harus diterapkan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam menikmati hiburan. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu orang-orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah sekalipun terhadap dirimu sendiri." (QS. An-Nisa: 135).
Baca Juga: Kebakaran Hutan Los Angeles, Apa Pesan Islam Saat Mendengar Kabar Kebakaran di Suatu Tempat?
Ayat ini menegaskan pentingnya berpegang pada keadilan, termasuk dalam hal menghargai hak cipta dan karya orang lain.
Menonton film melalui situs ilegal seperti LK21 berarti mengambil keuntungan dari karya orang lain tanpa izin atau pembayaran yang semestinya.
Ini sejatinya adalah bentuk pelanggaran terhadap hak orang lain yang tidak hanya dilarang oleh hukum negara, tetapi juga oleh syariat Islam.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
Artinya: "Barang siapa yang menipu kami, maka ia bukan bagian dari golongan kami." (HR. Muslim).
Menonton melalui platform ilegal adalah bentuk ketidakjujuran, karena kita menikmati sesuatu tanpa memberikan imbalan yang adil kepada pembuatnya.
Hal ini dapat dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap prinsip keadilan dan kejujuran dalam Islam.
Lebih jauh, kebiasaan ini juga memberikan dampak buruk secara sosial. Dengan terus mendukung situs ilegal, kita secara tidak langsung merugikan para kreator yang bergantung pada industri film untuk penghidupan mereka.
Islam mengajarkan untuk saling membantu dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana firman Allah:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Artinya: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan permusuhan." (QS. Al-Maidah: 2).
Mendukung platform ilegal merupakan bentuk tolong-menolong dalam dosa, karena hal itu merugikan banyak pihak dan melanggar hukum yang telah ditetapkan.
Sebagai Muslim, kita seharusnya mencari alternatif hiburan yang halal dan sesuai dengan syariat.
Banyak platform resmi yang menawarkan layanan streaming dengan biaya yang terjangkau, sehingga kita dapat menikmati hiburan tanpa melanggar hukum atau nilai-nilai Islam.
Baca Juga: Apakah Orang Tua Bisa Disebut Durhaka kepada Anaknya? Ini Perspektif Islam
Dengan memilih jalan yang benar, kita menunjukkan komitmen terhadap kejujuran dan keadilan, serta menjaga keberkahan dalam hidup kita.
Islam tidak melarang hiburan, tetapi mengatur agar hiburan tersebut tidak melalaikan dan tetap dalam koridor yang benar. Allah berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا
Artinya: "Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu, dengarlah dan taatilah." (QS. At-Taghabun: 16).
Mari kita jadikan prinsip kejujuran sebagai pegangan, termasuk dalam menikmati hiburan. Dengan demikian, kita dapat menjadi Muslim yang tidak hanya menikmati hidup, tetapi juga menjaga nilai-nilai Islam dalam setiap langkah kita.